Articles by "SISWA"

Kemdikbud Rilis Fiture Karya Bahasa Dan Sastra Buku Digital Referensi Terlengkap
Buku cerita rakyat dari berbagai daerah dalam bentuk digital menjadi andalan tersendiri pada fiture buku digital yang diprakarsai Pustekkom dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Membaca buku pun jadi lebih mudah dengan gadget. Buku-buku elektronik mulai bertebaran. Tapi sudah tahu belum kalau Rumah Belajar punya fitur khusus untuk membaca buku-buku bahasa dan sastra secara digital? Fitur tersebut bernama Karya Bahasa dan Sastra.

Dengan visualisasi yang mirip dengan saat kita membuka buku lembar demi lembar, diharapkan Sahabat jadi lebih nyaman membacanya. Yuk mari membaca karya bahasa dan sastra secara online di Rumah Belajar Kemdikbud.

Tak hanya berbagai dongeng, legenda dan cerita rakyat didalam nya, namun juga memuat unsur puisi, prosa
Mari kita baca yuk pada link dibawah ini.
Klik
Karya Bahasa dan Sastra Kemdikbud

Soal persiapan latihan UAS ujian akhir semester sekolah untuk jenjang sekolah dasar ini kami bagikan untuk latihan persiapan siswa dalam menempuh ujian akhir semester yang tak lama lagi akan segera di mulai, soal-soal UAS ini terdiri dari beberapa mata pelajaran yang juga dari semua kelas 1, 2, 3 ,4, 5 dan 6.
Baca juga Contoh soal UAS Kurikulum 2013 Revisi tahun 2016
Soal UAS atau Penilaian Akhir Semester Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2016

Silahkan tinggal mengklik link downlod di bawah ini.

Soal-soal latihan UAS Kelas 1 semester 1 tahun ajaran 2015-2016

Soal-soal latihan UAS Kelas 2 semester 1 tahun ajaran 2015-2016

Soal-soal latihan UAS Kelas 3 semester 1 tahun ajaran 2015-2016

Soal-soal latihan UAS Kelas 4 semester 1 tahun ajaran 2015-2016

Soal-soal latihan UAS Kelas 5 semester 1 tahun ajaran 2015-2016

Soal-soal latihan UAS Kelas 6 semester 1 tahun ajaran 2015-2016

Aplikasi Cetak Buku Legger Siswa Bentuk Baru Untuk Siswa Semua Jenjang
Aplikasi cetak buku legger siswa ini merupakan penyatuan data induk siswa hal ini berkaitan dengan administrasi guru dan aplikasi cetak buku legger siswa ini berbasis excel sehingga mudah dipahami dan digunakan dalam agenda rutin walu kelas dalam proses administrasi data di sekolah khususnya kelas yang bersangkutan.

Aplikasi cetak buku legger siswa ini memuat data
1. Catatan hasil belajar siswa
2. Pengembangan diri
3. Kriteria ketercapaian kompetensi peserta didik

lihat selengkapnya

Aplikasi Kartu NISN Siswa dengan Tampilan Terbaru
Aplikasi Kartu NISN
Cara membuat atau cetak kartu Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN kini semakin mudah, dalam penggunaan software atau aplikasi cetak kartu NISN sudah dengan model terbaru yang mengkuti perkembangan desain tentang NISN PDSP Kemdikbud hingga pada saat ini kartu NISN sudah banyak dibuat untuk siswa di sekolah.

Aplikasi pembuatan kartu NISN ini tak hanya pada jenjang sekolah dasar, dengan berbasis excel aplikasi cetak kartu NISN ini bisa di sesuaikan pada jenjang sekolah lain, TK/SLB. SMP/MTS, SMA/MA maupun SMK.

1. Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional yang merupakan pengkodean referensi satuan pendidikan;
2. Nomor Induk Siswa Nasional yang merupakan pengkodean referensi peserta didik;
3. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang merupakan pengkodean referensi pendidik dan tenaga kependidikan; dan
4. Nomor Pokok Yayasan Pendidikan yang merupakan pengkodean referensi yayasan yang memiliki satuan pendidikan.
Penerbitan nomor identitas sebagaimana dimaksud ditetapkan oleh PDSPK
Alur Pengelolaan Data NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) mekanisme yang berlaku saat ini
Cara penggunaan aplikasi ini
DOWNLOAD DISINI

KIP dan KPS Mana Lebih Utama di Dapodik Inilah Petunjuk Pengisian Kartu Indonesia Pintar
Kartu Indonesia Pintar
Agar anak memperoleh manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) maka perlu nya suatu pendataan proses input entri data pada aplikasi dapodik, saat ini mendata pada siswa yang menerima kartu keluarga sejahtera ke dalam aplikasi dapodikdasmen dengan langkah-langkah yang harus dilakukan sekolah sebagai berikut berdasar Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17/D/KU/2016 tentang Pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada Aplikasi Dapodik unduh disini

Jika ada siswa yang memiliki KPS dan KIP mana yang lebih diutamakan apakah nomor KIP atau nomor KPS nya ? tentu saja kita tetap menggunakan nomor kartu Indonesia pintar nya jika ada hal demikian, berikut potongan percakapan dengan admin pusat
1.KolomUsulan dari sekolah  (layakPIP) diisi TIDAK. Karena Pemilik KIP tidak dapat diusulkan kembali sebagai calon penerima KIP.
2.Pilih YA padaPenerimaKIP. Dengan pilihan ini kolom isian No KIP dan Nama Terteradi KIP akan aktif.
3.IsikanNo KIP danNamaterteradi KIP sesuaidenganyang terteradi KIP. UntukmemudahkandanmeminimalisirkesalahanGunakanmenu salinjikanamadi Dapodiksamapersisdengannamadi KIP.

Prosedur ini dilaksanakan bagi peserta didik yang telah menerima Kartu tetapi menolak Bantuan
1.Isikan data sesuai dengan KIP.
2.Pilih alasan peserta didik tidak bersedia menerima KIP pada kolom Alasan Menolak KIP. Misalkan karena SudahMampu. Selengkap nya unduh juknis petunjuk lengkap nya di bawah ini.

DOWNLOAD DSINI

Aplikasi Grafik Kelulusan Siswa di Sekolah Sajikan Data Tepat Dan Akurat

Aplikasi grafik kelulusan atau lulusan siswa pada suatu sekolah ini sangat baik digunakan oleh rekan-rekan guru di sekolah guna memantau perkembangan data jumlah siswa yang lulus pada suatu sekolah dari tahun ke tahun, dengan perbandingan data itulah kita bisa menjadikan referensi sejauh mana perkembangan sekolah dan sejauh mana jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus pada grafik atau diagram dari tahun ke tahun.

Grafik lulusan siswa sekolah ini berbasis excel, dengan aplikasi excel tentu cara penggunaan nya lebih mudah, meski demikian kami sedkit memberikan bocoran aplikasi grafik siswa excel ini, dengan panduan sebagai berikut:

Panduan pengisian aplikasi grafik lulusan siswa pada sekolah.
1. Input data sekolah, silahkan sesuaikan pada isian yang ada (bagian tengah menu)
2. Input tahun pelajaran (bagian kiri menu)
3. Input jumlah siswa yang lulus (bagian kiri menu)
4. Merubah warna grafik klik dua kali pada diagram yang tersaji.
lihat tampilan grafik siswa berikut ini.

DOWNLOAD DISINI

Aplikasi Data Usia atau Umur Siswa Hitung Cepat Secara Akurat

Usia atau umur merupakan suatu data yang cukup penting dan tak terkecuali di kalangan dunia pendidikan, usia siswa maupun guru juga menjadi bagian administrasi yang harus jadi bahan recording data sekolah dan biasanya untuk mendata ini tidaklah mudah jika dengan begitu banyak jumlah siswa di sekolah kita.

Aplikasi hitung usia siswa yang berbasis excel ini sedikit bisa menjadi bahan referensi bagi rekan guru atau bagian administrasi tata usaha sekolah dalam input hitung data usia siswa yang lebih cepat, akurat dan nyaman dalam penggunaan, aplikasi ini layaknya aplikasi data siswa lainnya yang memiliki komponen isian data utama, dan vital ikuti acuan penulisan tanggal, bulan tahun lahir pada aplikasi ini di bagian menu data siswa.
Aplikasi sejenis lihat juga
a.Aplikasi Tata tertib siswa
b.Aplikasi Kesiswaan sekolah format excel

Aplikasi data umur siswa ini bisa menjadi solusi mudah dan hitung otomatis umur siswa bagi rekan-rekan terutama didunia pendidikan pada aplikasi pendidikan yang khusus kami sediakan dibawah ini dan dapat diunduh secara gratis. lihat tampilan berikut ini.

Aplikasi Tata Tertib Siswa Berbasis Excel Komplit Dengan Grafik Perkembangan
Tata tertib sekolah dan siswa adalah aturan yang disepakati warga sekolah, guru maupun siswa, dalam tata tertib siswa di sekolah pastinya para siswa sudah mengetahui lebih awal dan menyepakati aturan tersebut.

Jika aturan telah disepakati tinggal tahap implementasi yang jelas yang pada proses nya baik sanksi atau reward ini perlu recording data dalam pencacatan, aplikasi tata tertib siswa berformat excel ini bisa sedikit membantu rekan-rekan guru di sekolah dalam pencatatan dan implenentasi aturan tersebut, hingga lebih mudah melihat track record dari point-point yang dilanggar oleh siswa tersebut.

Baca juga aplikasi Kesiswaan Administrasi Sekolah

Panduan penggunaan kami kira cukup jelas dari bagian menu utama aplikasi ini, sedikit catatan kami sampaikan dalam penggunaan menu tersedia adalah sebagai berikut:
  • Klik per siswa untuk melihat rekap pelanggaran siswa, jangan lupa lihat nomor urutnya di input data pelanggaran.
  • Klik per kelas untuk melihat rekap pelanggaran per kelas, untuk melihat per kelas tertentu gunakan petunjuk filternya
  • Klik per jenis pelanggaran untuk melihat siapa saja yang melihat berdasarkan jenis pelanggaran
  • Klik pertingkat pelanggaran untuk melihat data siswa berdasarkan tingkat pelanggaran
  • Pastikan sudah klik per siswa dan melihat nama siswa sebelum klik teguran tertulis, surat otomatis langsung bisa dicetak sesuai nama yang diinginkan
  • Pastikan sudah klik per siswa dan melihat nama siswa sebelum klik panggilan orang tua, surat otomatis langsung bisa dicetak sesuai nama yang diinginkan
  • Pastikan sudah klik per siswa dan melihat nama siswa sebelum klik skorsing 7 hari, surat otomatis langsung bisa dicetak sesuai nama yang diinginkan
  • Klik laporan per bulan untuk melihat data dan grafik pelaksanaan pada bulan yang diinginkan
  • Klik laporan perkembangan untuk melihat data dan grafik perkembangan pelaksanaan tata tertib
Lihat tampilan aplikasi tata tertib siswa berikut ini.

Aplikasi Kesiswaan Administrasi Sekolah Dengan Format Lengkap
Administrasi siswa juga memiliki peranan penting dalam sebuah sekolah, dalam contoh dan format administrasi kesiswaan ini menjadikan segalanya lebih mudah apalagi administrasi siswa sekolah kita ini berbentuk aplikasi excel yang dilengkapi dengan 20 format data kesiswaan dalam satu paket aplikasi kesiswaan.
Apa saja isi aplikasi kesiswaan ini lihat sebagai berikut:
  • FORMULIR PENDAFTARAN SISWA BARU (PSB)
  • DAFTAR CALON SISWA BARU KELAS I
  • DAFTAR SISWA BARU KELAS
  • DAFTAR PEMBERIAN NOMOR INDUK SISWA BARU
  • REKAPITULASI PENCORETAN BUKU INDUK
  • BUKU KLAPER
  • JUMLAH SISWA MENURUT KELAS, ASAL DAN JENIS KELAMIN
  • DAFTAR USIA SISWA KELAS
  • JUMLAH SISWA MENURUT USIA, KELAS DAN JENIS KELAMIN
  • REKAPITULASI ABSENSI HARIAN SISWA
  • REKAPITULASI ABSENSI BULANAN SISWA
  • SURAT PERMOHONAN PINDAH SEKOLAH
  • SURAT KETERANGAN PINDAH SEKOLAH
  • MUTASI SISWA SELAMA SEMESTER
  • DAFTAR CALON PESERTA UAS / UN
  • DAFTAR CALON PESERTA UAS
  • PENDAFTARAN MASUK SLTP/MTs
  • DAFTAR LULUSAN, YANG MELANJUTKAN / TIDAK MELANJUTKAN
  • RAMENG KENAIKAN KELAS
  • REKAPITULASI KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN
  • Silahkan lihat dulu pada tampilan preview administrasi kesiswaan dibawah ini
    Baca juga Aplikasi Administrasi kepegawaian sekolah untuk guru dan kepala Sekolah Untuk mengunduh aplikasi kesiswaan diatas silahkan unduh pada tautan yang kami sematkan dibawah ini.
    DOWNLOAD APLIKASI KESISWAAN

Lembar jawaban siswa ini memilik kelebihan, bisa digunakan semua mapel,bisa digunakan untuk semua kelas pada UTS/UAS maupun Ujian lainnya, walau hanya berbentuk aplikasi excel namun sangat mudah untuk bisa digunakan pada setiap mata pelajaran pada Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, tak hanya sampai disitu lembar jawaban pilihan ganda dan uraian ini bisa digunakan untuk semua kelas dalam UTS,UAS maupun ujian lainnya, lihat tampilan berikut:
Format Lembar Jawaban Ujian Siswa Excel Multi Mata Pelajaran
Rekan-rekan guru dalam penggunaannya, jika mapel IPA maka kasih tanda X pada mata pelajaran tersebut, jika kelas 4 maka isi tanda X atau ceklist bentuk lainnya hingga bisa digunakan semua kelas dan semua mata pelajaran, bisa diedit sesuai keiinginan, untuk hal kami rasa cukup jelas seperti layaknya lembar jawaban ujian sekolah biasa nya.

Silahkan unduh pada link dibawah ini, semoga lembar jawaban siswa excel untuk Ujian pada SD/MI ini bisa bermanfaat.

Kartu Identitas Anak merupakan kebijakan pemerintah terbaru dari Permendagri No 2 Tahun 2016, Kartu Identitas Anak (KIA) ini dalam pertimbangan ketentuan bahwa anak belum berusia 17 tahun dan belum menikah tidak memiliki identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan sistem administrasi kependudukan.  Pemerintah menerbitkan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.
(Contoh Kartu Identitas Anak)
Kartu Identitas Anak(KIA) Berlaku Dari Usia 0-17 Tahun
Contoh Format Kartu Identitas Anak
Peraturan Menteri Dalam Negeri No 2 Tahun 2016 secara garis besar pentingnya identitas Anak Usia dibawah 17 tahun yang belum menikah dengan persyaratan mendapatkan KIA sebagai berikut:

Syarat dan Cara mendapatkan Kartu Identitas Anak/KIA
Anak WNI
Dinas menerbitkan KIA  baru bagi    anak    kurang   dari    5 tahun bersamaan      dengan penerbitan kutipan  akta kelahiran.

Dalam  hal anak kurang  dari  5 tahun sudah memiliki akta kelahiran tetapi belum memiliki KIA, penerbitan KIA dilakukan setelah  memenuhi  persyaratan:
a.  fotocopy kutipan akta   kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya;
b.  KK asli orang tua/Wali.dan
c.   KTP-el asli  kedua   orang   tuanya/wali.

(3)  Dinas menerbitkan  KIA untuk anak usia 5 tahun sampai dengan usia 17 tahun kurang  satu hari,  dengan persyaratan:
a.    fotocopy kutipan akta   kelahiran dan menunjukan kutipan  akta   kelahiran  aslinya;
b.    KK asli orang tua/Wali;
c.    KTP-el asli  kedua orang   tuanya/wali; dan
d.    pas foto Anak  berwarna  ukuran 2 x 3 sebanyak  2 (dua)

Selengkapnya
Download Permendagri no 2 tahun 2016

Jadwal Ujian Sekolah US /SD/MI/SDLB 2016 dengan Kisi Kisi US Tahun 2016 Sederajat tahun Pelajaran 2015 dan 2016 dalam Paket POS Ujian Sekolah pada tingkat Sekolah Dasar, Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor : 045/h/hk/2015 tentang Prosedur Operasional Standar Ujian Sekolah/Madrasah Pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, sekolah dasar luar Biasa, dan penyelenggara program Paket a/ula tahun pelajaran 2015/2016.
POS Dan Jadwal Panduan Ujian Sekolah Tahun 2016

Penyiapan Paket Soal US/M
1. Kementerian menetapkan 25% (dua puluh lima persen) paket soal dengan cara mengidentifikasi dan memilih butir-butir soal dari bank soal nasional sesuai dengan kisi-kisi soal US/M Tahun Pelajaran 2015/2016.
2. Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama menyusun, menetapkan, dan merakit paket soal, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. menyusun 75% (tujuh puluh lima persen) paket soal dengan melibatkan para pendidik yang mewakili seluruh Kabupaten/Kota di wilayahnya;
b. merakit dan menetapkan paket soal US/M dengan cara menggabungkan 25% (dua puluh lima persen) paket soal dari Kementerian dengan 75% (tujuh puluh lima persen) paket soal yang ditetapkan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama;
c. melakukan finalisasi dan menata perwajahan (lay out) paket soal dapat melibatkan pendidik, dosen, dan ahli penilaian pendidikan;

PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH
Jadwal pelaksanaan US/M Tahun Pelajaran 2015/2016 sebagai
berikut:
US/M SD/MI dan SDLB
POS Dan Jadwal Ujian Sekolah Tahun 2016
KELULUSAN DARI UJIAN SEKOLAH/MADRASAH DAN KELULUSAN DARI
SATUAN PENDIDIKAN
A. Kelulusan US/M
1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M apabila peserta didik telah
memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan
pendidikan berdasarkan perolehan nilai US/M.

KELULUSAN DARI UJIAN SEKOLAH/MADRASAH DAN KELULUSAN DARI
SATUAN PENDIDIKAN
A. Kelulusan US/M
1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai US/M.
2. Kriteria kelulusan US/M ditetapkan melalui rapat pendidik sebelum pelaksanan US/M yang mencakup:
a. nilai minimal setiap mata pelajaran US/M; dan
b. nilai rata-rata minimal mata pelajaran US/M.

Selengkapnya unduh pada link dibawah ini...


Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa Dengan Metode E-Learning

Bagi sebagian orang membaca adalah kegiatan yang membosankan. apalagi pembaca lambat mereka menggap hanya buang-buang waktu untuk membaca artikel yang begitu bnnyak nian terpapar dalam sebuah buku maupun dari presentasi salah satu narasumber, masalah ini melanda tak hanya pada siswa yang notabene masih berusia belia namun rekan-rekan guru pun tak ternampikkan masalah seperti ini ada saja.

Harus diakui selama ini, kebanyakan guru Guru Kelas lebih sering dan banyak menggunakan metode konvensional dalam pelaksanaan pembelajaran, khususnya pembelajaran membaca pemahaman. Sumber bacaan diperoleh dari buku teks atau paket, atau bahkan LKS yang telah disediakan sekolah.
Pada pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan metode konvensional, guru lebih banyak mendominasi, sementara siswa terkesan pasif dan hanya mendengar dan menerima yang diperintahkan oleh guru. Kalimat perintah, seperti buka halaman sekian, baca dalam hati kemudian jawab pertanyaan bacaan sesuai dengan isi bacaan sudah terbiasa didengar oleh siswa sejak SD. Tentu saja, hal ini menjadikan siswa bosan dan makin menurunkan minat baca mereka. Terlebih lagi, guru tidak menyadarinya selama ini, dan terus saja berlangsung tanpa solusi yang pasti.
Sebenarnya banyak sekolah yang sudah melengkapi fasilitas belajar yang berkaitan dengan elektronik guna membantu proses pembelajaran, khususnya di sekolah-sekolah negeri dan swasta. Namun sayang,  terkadang hal ini diabaikan oleh kebanyakan guru yang masih menganggap sulit dan merepotkan dengan istilah gaptek atau gagap teknologi. Akibatnya, banyak fasilitas yang telah tersedia mubazir dan tidak terpakai karena tak dimanfaatkan fungsi dan peranannya. Terlebih lagi, sudah banyak siswa yang membawa laptop sebagai penunjang belajar mereka yang tentu saja sebenarnya menguntungkan bagi guru bahasa Indonesia  yang tidak perlu repot lagi menggunakan laboratorium media informatika yang juga sering digunakan oleh guru TIK.
Lihat Contoh Media Pembelajaran E-Learning 

E-learning merupakan suatu teknologi
Rosenberg (2001) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.36 Hal ini senada dengan Cambell (2002), Kamarga (2002) yang intinya menekankan penggunaan internet dalam pendidikan sebagai hakekat e-learning.

Bahkan Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Internet, Intranet, satelit, tape audio/video, TV interaktif dan CD-ROM adalah sebagian dari media elektronik yang digunakan Pengajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’ (pada waktu yang sama) ataupun ‘asynchronously’ (pada waktu yang berbeda). Materi pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks, grafik, animasi, simulasi, audio dan video. Ia juga harus menyediakan kemudahan untuk ‘discussion group’ dengan bantuan profesional dalam bidangnya.

Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning yaitu kelas ‘tradisional’, dosen/guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah siswa. siswa mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan ‘memaksa’ siswa  memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Siswa membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.

Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukanpertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. Hal ini disebabkan karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas.


Kesulitan Belajar Siswa SD Bagaimana Peran Guru Kelas Dalam Menanganinya
Dalam suatu mapel atau mata pelajaran harus diyakini lebih dominan kejadian pada mata pelajaran yang tersajikan oleh guru ada saja siswa atau salah satu siswa yang mengalami kesulitan belajar, atau kesulitan menerima apa yang kita sampaikan, yah bahasa lazimnya terjadinya kesulitan belajar pada siswa yang harus kita ketahui, apa itu Kesulitan Belajar ? ciri-ciri dan penanganannya jika terjadi pada siswa Bapak/Ibu sekalian.

Children - primary school age children assume that learning should be at school and
given by the teachers rather than by the parents, so that this assumption is no longer willing to lead children to learn at home. Children - children still assumes that learning is an activity that is boring, because it should be prosecuted (both parents and teachers) to always learn and task - the task given by the teacher

Jika kita artikan
Anak – anak usia sekolah dasar menganggap bahwa belajar itu harus di sekolah dan

diberikan oleh guru bukan oleh orang tua, sehingga anggapan ini mengakibatkan anak tidak mau lagi belajar di rumah. Anak – anak masih menganggap bahwa kegiatan belajar merupakan kegiatan yang membosankan, karena harus dituntut (baik orangtua maupun guru) untuk selalu belajar dan mengerjakan tugas - tugas yang diberikan oleh guru

Masalah – masalah atau hambatan dalam belajar itu tidak hanya dialami oleh murid – murid yang
terbelakang saja. Tetapi juga dapat menimpa yang pandai atau yang cerdas.
a. Pada dasarnya masalah belajar dapat di golongkan menjadi :
  • Sangat cepat dalam belajar.
  • Keterlambatan akademik: murid – murid yang memiliki intelgensi normal tapi tidak
  • bisa memanfaatkan secara baik .
  • Lambat belajar: yaitu murid – murid yang tampak memiliki kemampuan yang kurang
  • memadai.
  • Kurang motivasi belajar: murid – murid yang kurang semangat dalam belajar.
  • Sikap dan kebiasaan buruk dalam belajar.
  • Kehadiran di sekolah
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi nya
a. Internal mencakup
⇒ Kondisi fisik, ( seperti kesehatan organ tubuh )
⇒ Kondisi psikis ( seperti kemampuan intelktual )
⇒ Emosional dan kondisi sosial ( seperti kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan )

Learning disabilities are problems faced by individuals associated with
belajar.Menurut activity (Grossman, 2001) learning difficulties is a condition where
a feat not achieved in accordance with standard criteria that have been ditetapkan.Senada with
it is, Sugihartono, et al. (2007) explains that the difficulty of learning is a
symptoms appear on the learner characterized by learning achievement
low or below a predetermined norms

Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, misalnya guru yang bersifat
otoriter akan menimbulkan suasana tegang, hubungan guru siswa menjadi kaku,
keterbukaan siswa untuk mengemukakan kesulitan-kesulitan sehubungan dengan pelajaran
itu menjadi terbatas.
Oleh karena itu, guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan
belajar – mengajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses belajar
mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing, yaitu:
  • a. Mengarahkan siswa agar lebih mandiri
  • b. Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa.
  • c. Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati, menyenangkan.

Perkembangan Kemampuan Intelektual Keragaman Peserta Didik Berdasarkan Ciri-Cirinya

Menurut piaget, pada tahap operasional konkrit pada usia anak 5-7 tahun anak dapat berpikir secara logis mengenai segala sesuatu pada umumnya mereka berusia ini hingga 11 tahun.
Berpikir Operasional anak-anak dapat menggunakan simbol, melakukan berbagai bentuk kegiatan operasional, yaitu kemampuan aktifitas mental sebagai kebalikan aktifitas jasmani.

Kita flash back Jean Piaget membagi perkembangan kognitif atas empat fase:
1. Sensor Motorik (0,0-2,0)
2. Pra Operasional (2,0-7,0 tahun)
3. Operasional Konkret  (7,0 -11;0 tahun)
4. Operasional Formal (11,0-15, 0 tahun)

Perkembangan Intelektual sangat bergantung pada berbagai faktor utama, antara lain kesehatan gizi, kebugaran jasmani pergaulan dan pembinaan orang tua, jika terjadi gangguan intelektual tersebut anak kurang dapat berpikir operasional, tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan.

Perkembangan Emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin, usia, lingkungan, pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru disekolah, perbedaan emosional ini juga bisa dilihat berdasarkan ras, budaya,etnik dan bangsa.

Perkembangan Emosional juga dipengaruhi dengan adanya gangguan kecemasan, rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh.  Namun sering kali juga adanya tindakan orang tua yang dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak.
Misal, Sangat di manjakan, terlalu banyak larangan karena terlalu mencintai anaknya, akan tetapi sikap orang tua tersebut sangat keras, suka menekan dan selalu menghukum sekalipun kesalahan anak hanya sepele

Memahami Karakteristik Peserta Didik Usia Sekolah Dasar Pembahasan Kisi-Kisi UKG

Memahami karakteristik peserta didik usia sekolah dasar yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosialemosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya. hal ini pun menjadi dasar Uji Kompetensi Guru/UKG
Karakteristik Anak Didik Sekolah Dasar Menurut Nasution (1993 : 44)

 masa usia sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam tahun hingga sebelas atau duabelas tahun. Usia ini ditandai dengan mulainya anak masuk sekolah dasar dan dimulainya sejarah baru dalam kehidupannya yang kelak akan mengubah sikap dan tingkah lakunya. Masa usia sekolah dianggap oleh Suryobroto (1990 : 119) sebagai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah. Tetapi dia tidak berani mengatakan pada umur berapa tepatnya anak matang untuk masuk sekolah dasar. Pada masa keserasian bersekolah ini secara relatif anak-anak lebih mudah dididik daripada masa sebelum dan sesudahnya, masa ini dapat diperinci menjadi dua fase, yakni : 1.    
Masa Kelas Rendah Sekolah Dasar Beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini antara lain adalah sebagai berikut :
 a)      Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan kesehatan pertumbuhan jasmani dengan prestasi sekolah.
 b)      Adanya sikap yang cenderung untuk mematuhi peraturan-peraturan permainan yang tradisional.
c)      Adanya kecenderungan memuji sendiri.
 d)      Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain, kalau hal itu dirasainya menguntungkan untuk meremehkan anak lain.
e)      Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal, maka soal itu dianggapnya tidak penting.
f)       Pada masa ini (terutama pada umur 6-8 tahun) anak menghendaki nilai yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.


Menjelaskan tahapan perkembangan perilaku dan pribadi peserta didik

Perkembangan Fisik Perkembangan fisik peserta didik usia SD/MI meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan. Perubahan proporsi atau perbandingan antar bagian tubuh yang membentuk postur tubuh, pertumbuhan tulang, gigi, otot, dan lemak. Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak menentukan ketrampilan anak bergerak. Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi cara memandang dirinya sendiri dan orang lain, yang berdampak dalam melakukan penyesuaian dengan dirinya dan orang lain.

Menjelaskan implikasi prinsip-prinsip perkembangan perilaku dan pribadi peserta didik terhadap pendidikan

Pertumbuhan fisik peserta didik usia SD/MI lebih lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa sebelumnya (masa bayi dan TK awal) dan sesudahnya (masa puber dan remaja). Jadwal waktu pertumbuhan fisik tiap anak tidak sama, ada yang berlangsung cepat, sedang atau lambat. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik anak antara lain:
1.   Pengaruh keluarga 
a.   Faktor keturunan Membuat anak menjadi gemuk dari pada anak lainnya. Perbedaan ras suku bangsa (orang Amerika, Eropa, dan  Australia cenderung lebih tinggi dari pada orang Asia).

b.  Faktor lingkungan Akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan anak tersebut. Lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada tinggi tubuh.
 c.  Jenis Kelamin Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan dengan anak perempuan, kecuali pada usia 12-15 tahun.
d.   Gizi dan kesehatan Anak yang memperoleh gizi cukup biasanya lebih tinggi tubuhnya dan relatif lebih cepat mencapai masa puber dibandingkan dengan anak yang bergizi kurang. Anak yang sehat dan jarang sakit biasanya mempunyai tubuh sehat dan lebih berat dibanding dengan anak yang sering sakit.
 e.   Status sosial dan ekonomi Fisik anak dari kelompok ekonomi rendah cenderung lebih kecil dibandingkan dengan keluarga ekonomi cukup atau tinggi. Keadaan status ekonomi mempengaruhi peran keluarga dalam memberi makan, gizi dan pemeliharan kesehatan serta kegiatan pekerjaan yang dilakukan anak.

 f.   Gangguan Emosional Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenalin yang berlebihan. Hal ini menyebabkan berkurangnya hormon pertumbuhan pada kelenjar pituitary, akibatnya anak mengalami keterlambatan perkembangan memasuki masa puber. Bagi anak usia SD atau MI, reaksi yang diperlihatkan orang lain terutama oleh teman-teman sebayanya terhadap ukuran dan proporsi tubuhnya mempunyai makna penting. Apabila ukuran-ukuran dan proporsi tubuh anak berbeda jauh dengan teman sebayanya anak akan merasa kelainan, tidak mampu dan rendah diri.

Membedakan berbagai jenis kecerdasan peserta didik berdasarkan ciri-cirinya
Selain itu, struktur pengetahuan juga menjelaskan tentang tingkat kecerdasan peserta didik pada usia SD. Dengan adanya beberapa kecerdasan tiap individu, maka memungkinkan terjadinya kecerdasan ganda (multiple intelligence),  sehingga perlu diadakannya semacam tes untuk mengetahui tingkat intelegensi tiap individu yang biasa disebut dengan IQ (Intelligence Quotient). IQ merupakan hasil bagi usia mental dengan usia kronologis atau kalender dikalikan seratus. Dengan berpegang pada satuan ukuran IQ, maka kecerdasan dikategorikan dalam tabel berikut (Sukmadinata, 2003):

IQ Kategori 140-…… Genius
130-139 Sangat cerdas 1
20-129 Cerdas
110-119 Di atas normal
90-109 Normal
80-89 Di bawah normal
70-79 Bodoh
50-69 Debil
 25-49 Imbecil

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek atau kecerdasan Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek peserta didik usia SD atau MI, antara lain:
1.    Kondisi organ penginderaan sebagai saluran yang dilalui pesan indera dalam perjalanannya ke otak (kesadaran).
2.    Intelegensi mempengaruhi kemampuan anak untuk mengerti dan memahami sesuatu.
3.    Kesempatan belajar yang diperoleh anak.
4.    Tipe pengalaman yang didapat anak secara langsung akan berbeda jika anak mendapat pengalaman seara tidak langsung dari orang lain atau informasi dari buku.
5.    Jenis kelamin karena pembentukan konsep anak laki-laki atau perempuan telah dilatih sejak kecil dengan cara yang sesuai dengan jenis kelamin.

6.    Kepribadian pada anak dalam memandang kehidupan dan menggunakan suatu kerangka acuan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Dalam perkembangan intelek, dapat juga terjadi
 kendala dan berbahaya yang mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan, di antaranya:
1.    Kelambanan perkembangan otak yang dapat mempengaruhi kemampuan bermain dan belajar di sekolah serta penyesuaian diri dan sosial anak, yang dikarenakan oleh tingkat kecerdasan di bawah normal dan kurangnya mendapat kesempatan memperoleh pengalaman.

 2.    Konsep yang salah yang disebabkan oleh informasi yang salah, pengalaman terbatas, mudah percaya, penalaran yang keliru, dan imajinasi yang sangat berperan, pemikiran tidak realistis, serta salah menafsirkan arti. Kesulitan dalam membenarkan konsep yang salah dan tidak relistik. Hal ini biasanya berkenaan dengan konsep diri dan sosial yang bisa membingungkan anak.



Tujuan Pembelajaran Pengayaan Pada Siswa
Apa sih Pembelajaran Pengayaan itu tujuan dan gunanya bagi Guru, seperti contoh Peserta didik  yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan.
Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan.
Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya.
Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca, tutor sebaya, diskusi dan lain-lain

Tingkat Kelebihan Kemampuan Belajar
  •  Belajar lebih cepat
  •  Menyimpan informasi lebih mudah
  •  Keingintahuan yang tinggi 
  •  Berpikir mandiri
  •  Superior dalam berpikir abstrak 
  •  Memiliki banyak minat
Pelaksanaan Pengayaan
Pemberian pengayaan agar tepat sasaran, perlu ditempuh langkah-langkah sistematis yaitu:
  1. mengidentifikasi kelebihan kemampuan  peserta didik;
  2. memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan
TEKNIK IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERLEBIH PESERTA DIDIK
  • Tes IQ (Intelligence Quotient)
  • Tes inventori
  • Wawancara
  • Pengamatan (observasi)
Jenis Pembelajaran Pengayaan

Kegiatan Eksplorasi
Kegiatan yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud dapat berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.

Keterampilan Proses
Kegiatan yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.

Pemecahan Masalah
Program yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif

Bentuk  Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Pembelajaran Berbasis Tema
Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan berbagai disiplin ilmu.

Pemadatan Kurikulum
Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi materi yang belum diketahui peserta didik

Penilaian
Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian.  Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan  tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai nilai lebih dari peserta didik yang lainnya 

Sampah Bekas Minuman Gelas Yang Bermanfaat

Melihat disekeliling kita begitu banyak tumpukan bekas minuman gelas yang notabene berbahan plastik, saat ini tak usah diragukan hadirnya minuman gelas yang berbagai macam merk menjelma menjadi favorit baru dari anak-anak dan orang dewasa, jelas saja dengan harga yang relatif murah dan tersajikan berbagai varian rasa membuat minuman gelas ini digemari tua dan muda bahkan tak terkecuali anak Sekolah Dasar.


Minuman gelas yang bisa dibeli di warung-warung terdekat bak primadona baru, dibeli dengan harga murah, rasanya enak namun sering terlupakan sampah dari minuman gelas tersebut ada dimana-mana, karena berbahan plastik maka sulit untuk diuraikan bakteri pengurai, ini sampah modern.

Bagaimana memanfaatkan sampah minuman gelas tersebut menjadi suatu hiasan yang bermanfaat, atau bahasa lainnya mengkreasikan limbah agar bermanfaat lihat tips berikut yang diperagakan anak SDN Kelas 1.

Siapkan alat-alat berikut:
1. Gunting
2. Lilin
3. Korek Api
4. Jarum
5. Silet

Sementara untuk bahan tersedia banyak dilingkungan bekas minuman gelas seperti gambar diatas
Guntinglah sesuai bentuk yang diinginkan dalam hal ini hiasan dinding untuk kelas kami.
Sampah Bekas Minuman Gelas Yang Bermanfaat
Lihat gaya bentuk potongan-potongan motif bunga yang nanti kita satukan agar bisa berbentuk melingkar layaknya bungan yang indah. gunakan silet untuk merapikan potongan-potongan agar lebih rapi dan sesuai motif ideal yang diinginkan.

Selanjutnya nyalakan lilin, dan panaskan jarum pada lilin gunakan pengaman yang baik ya agar saat pegang jarum tidak kepanasan, fungsinya adalah untuk menyatukan potongan-potongan motif yang kita sandingkan agar bisa saling terkait atau terikat sesuai yang kita inginkan lihat foto dibawah
Sampah Bekas Minuman Gelas Yang Bermanfaat


Bagaimana mudah bukan?..namun sangat bermanfaat untuk menyelamatkan lingkungan dan memanfaatkan barang atau limbah yang tak terpakai tentu memiliki nilai guna yang lebih baik.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget