Articles by "PTK"

Kumpulan Penelitian Tiindakan Kelas Lengkap Untuk Sekolah Dasar Gratis
Penelitian tindakan kelas atau PTK lengkap ini hanya bagian dari referensi yang kami bagikan bagi rekan-rekan guru yang ingin mempelajari cara membuat PTK silahkan unduh secara gratis pada link yang kami sematkan dibawah ini, terutama untuk melengkapi unsur publikasi ilmiah dalam usul kenaikan pangkat guna pengembangan kompetensi nya ada syarat yang mengharuskan pembuatan karya ilmiah bagi seorang guru berikut referensi PTK lengkap yang kami tawarkan.

PTK (Penelitian tindakan kelas) ini untuk semua kelas sekolah dasar baik kelas 1, 2,3, 4, 5 dan 6, mapel IPA, IPS, PKN, Bahasa Indonesia juga mapel penjaskes dan ptk pendidikan agama islam, file-file ptk komplit ini berbasis Ms. word jadi sangat mudah diedit bagi rekan guru, namun kami hanya sampaikan PTK yang tersedia ini lebih bagus dijadikan referensi dalam pembuatan karya ilmiah yang baik.

Contoh PTK [Kelas 6] Penjaskes.rar [ Download PTK]
Contoh PTK Mapel  [Kelas 6] IPA.rar [ Download PTK]
Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 6] Inkuiri.rar [Download PTK ]
Contoh PTK Lengkap  [Kelas 6] Matematika SD.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 6] ( Konsep Energi Panas ).rar [ Download PTK]
Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5]Lengkap.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5] ( Metode Bermain Peran ).rar [ Download PTK]
Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5] ( Keutuhan NKRI ).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel PAI [Kelas 5] ( Akidah Lempar Kartu ).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 5] ( Zat Padat Media Telepon Mainan).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 5] ( Demonstrasi Benda Nyata Prestasi.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK IPA [Kelas 5] (Demonstrasi-Benda Nyata-Aktivitas-HB).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 5] Laporan-PKP-MTK-V-CTL.rar - RAR [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK-PKn-Kelas-4.rar - RAR [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK SUGIYANTO IPA Kelas 4.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK PAI Kelas 4.rar - RAR [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK MTK Kelas IV (Bangun Datar-Alat Peraga).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK MTK Kelas IV (Bangun Datar-Alat Peraga).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK Mtk IV (Motivasi-STAD).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK Mtk IV (Motivasi-STAD).rar [ Download PTK]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK IPS IV-(Perkemb Teknologi-Media Gambar).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK Mtk IV-Demonstrasi.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPS IV-(Hasil Belajar-STAD).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPS IV-(Hasil Belajar-STAD) (1).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPA KLS IV (STAD).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 3] PTK MTK 3.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 3] PTK Matematika Kelas III-Realistik.rar [Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 3] Laporan PTK Bina III.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 1] PTK Bina Kelas 1.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 1] Laporan PTK IPA Kelas 1 .rar [ Download PTK ]

Cara Usul dan Non Aktifkan NUPTK serta pengelolaan Verval GTK Pada SDM PDSP Kemdikbud menjadi satu bagian yang terpisah untuk pengelolaan data Guru dan Tenaga Kependidikan, Sebagai tindak  lanjut  dari  surat  Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan  (Ditjen  GTK) Nomor: 14652/B.B2/PR/2015  tentang  Penerbitan  NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan  pada satuan  pendidikan  formal  dan  non  formal   di  Tahun  2016 (terlampir), maka  Sekretariat Jenderal  Kemendikbud  melalui  Pusat Data dan Statistik  Pendidikan dan Kebudayaan  perlu mengeluarkan   kebijakan  tentang   mekanisme   Pengajuan,   Penerbitan, dan   Penonaktifan NUPTK di  tahun   2016  (terlampir).  
Panduan Pendaftaran Pengelola Verval GTK Dan NUPTK SDM PDSPK

Sebagai  kelengkapan  operasional   dalam  mekanisme tersebut,  diperlukan  satu  orang  yang  bertangungjawab   sebagai pengelola  data verval  GTK maupun  NUPTK dari tingkat  Satuan Pendidikan,  Dinas Pendidikan  Kab/Kota, sarnpai dengan Ditjen GTK.
Panduan Pendaftaran Pengelola Verval GTK Dan NUPTK SDM PDSPK

Sehubungan  dengan   hal  tersebut   di  atas,  kami  mohon   bantuan   Saudara  untuk   dapat menunjuk   Satu  Orang   sebagai  penanggungjawab   dan  sekaligus  pengelola   data   verval dimaksud.  Pengelola yang Saudara tunjuk  harus mendaftar  pada aplikasi http://sdm.data.kemdikbud.go.id      dengan  memindai  dan meng-up/oad    Surat Penugasan dari pimpinan  masing-rnasing. Setelah memiliki  akun, pengelola data verval GTK dan NUPTK dapat mengoperasikan aplikasi verval PTKdengan alamat http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id.

Mengingat   pentingnya   hal  ini,  kami  mohon  bantuan  Saudara  dapat  direalisasikan  paling larnbat minggu ke tiga Bulan Januari 2016. Atas perhatian  Saudara dan kerjasama yang sangat baik, kami ucapkan terimakasih.
Surat resmi kami lampirkan pada unduhan

Cara Verval PTK Untuk Usul NUPTK Terbaru Dari PDSPK
Panduan atau cara usul NUPTK bagi Pendidik/Guru atau Tenaga Kependidikan baik PNS atau Non PNS yang baru selain syarat yang terpenuhi juga harus melakukan usulan melalui verval PTK seperti apa Aplikasi verifikasi dan validasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan itu. mari kita simak dahulu kalimat surat edaran yang telah dirilis Ditjen GTK terkait cara dan syarat Usul NUPTK 2016 Guru  dan  tenaga  kependidikan yang aktif  dalam dapodik  Dikdasmen dan  Paud-Dikmas dengan ketentuan;
Syarat Penerbitan NUPTK 2016 Surat Resmi Ditjen GTK Kemdikbud
A.  Belum memiliki  NUPTK melalui proses verval GTK oleh PDSPK
B. Kandidat   guru   dan   tenaga   kependidikan    penerima    NUPTK  melengkapi persyaratan  dengan memindai  (meng- upload)  dokumen  persyaratan  melalui aplikasi verval GTK/VERVAL PTK:

Guru  Kemenag
 A. B. C. Diajukkan oleh Belum memiliki Kandidat   guru operator Disdik  melalui  aplikasi  verval  GTK NUPTK melalui   proses verval  GTK oleh  PDSPK
penerima NUPTK melengkapi persyaratan dengan memindai (meng- upload) dokumen   persyaratan melalui aplikasi verval GTK:

Berkali-kali disebutkan tentang Verval GTK/VERVAL PTK Dalam surat bernomor 14652/B.B2/PR/2015 dan tertanggal 28 Desember 2015 itu, selain menjelaskan tentang persyaratan dan ketentuan penerbitan NUPTK, juga menjelaskan tentang penonaktifan NUPTK.
Seperti berikut tampilan Verval PTK

Pada syarat usul NUPTK diatas menu usul pengajuan NUPTK
Setelah para kandidat sudah muncul, baru menu Upload Dokumen akan aktif, ketika diklik akan muncul seperti capture di bawah, bisa dilihat dokumen yang harus diupload pada Non PNS dan PNS, file yang diupload pdf, size max 1MB/dokumen pdf(saran)
Dokunen yang diupload dalam usul NUPTK Pada Verval PTK
NON PNS
SCAN KTP
SCAN SK GTT (Bupati /Kepala Daerah Kab/Kota) SK GTY (Yayasan yang telah berbadan hukum dari Menteri Hukum dan Ham
SCAN IJAZAH SD
SCAN IJAZAH SMP
SCAN IJAZH SMA/SMK
SCAN IJAZAH S1

CPNS/PNS
SCAN KTP
SCAN SK CPNS/PNS
SCAN SURAT PENUGASAN DINAS (SPMT)
SCAN IJAZAH SD
SCAN IJAZAH SMP
SCAN IJAZH SMA/SMK
SCAN IJAZAH S1
Setelah upload dokumen, operator bisa pantau status/prosesnya sudah sampai mana.
Jadi intinya saat ini sabar menunggu, silahkan di menu Perbaikan Data Master dan Foto terlebih dahulu, semoga dapat dipahami,

terimakasih.


Bisa diakses pada link ini Verval Data PTK

user dan pasword login gunakan user dan pasword yang terdaftar di SDM PDSP Kemdikbud. silahkan pilih PTK yang akan diusulkan NUPTK nya. pada laman tersebut sudah tersaji.
Untuk cara upload ada ketentuan ukuran scan dokumen yang sudah diberikan keterangan didalmm,nya jadi asal sesuai dengan panduan saja maka tunggu saja proses persetujuan yang akan diterbitkan NUPTK nya ke Dapodik layaknya NISN

Cara Usul NUPTK Tahun 2016 ini Menindaklanjuti    surat   kami   sebelumnya   tentang   penggunaan   Data   Pokok   Pendidikan (Dapodik) Guru dan Tenaga Kependidikan dan tindak  lanjut  dari pengelolaan  dan penerbitan NUPTK di tahun 2016, dapat kami sampaikan beberapa hal-hal sebagai berikut;
Syarat Penerbitan NUPTK 2016 Surat Resmi Ditjen GTK Kemdikbud

1. Program dan kegiatan  di lingkungan Direktorat  Jenderal Guru  dan Tenaga Kependidikan pada tahun 2016 menggunakan Dapodik Guru dan Tenaga Kependidikan yang  terintegrasi dengan Dapodik yang dikelola  oleh Pusat Data dan Statistik  Pendidikan  dan Kebudayaan (PDSPK),Ditjen Dikdasmen dan Ditjen PAUD dan DIKMAS. inilah mekanisme penerbitan usul NUPTK Baru Tahun 2016

2. Sesuai hasil kesepakatan  rapat sebelumnya,  penerbitan  NUPTK akan menjadi  tugas dari Pusat Data dan Statistik  Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK)dengan tetap  berkoordinasi kepada Tim Dapodik Unit Utama yang akan dilaksanakan mulai tahun  2016.

3. Adapun  syarat  dan  ketentuan   penerbitan  NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan adalah sebagai berikut;

I. Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah pada jenjang  TK, SD, SMP, SMA,  SMK, PLB
II.  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan pada Satuan pendidikan Non Formal
(KB/TPA/SPS,PKBM/TBM,  Kursus, dan UPT)
III.  Guru PNS/CPNS,Pengawas PNS, dan Guru bukan PNS
IV.  Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan pendidikan  Non Formal PNS/CPNS
dan bukan PNS
V. S-1/D4 dari  LPTK/PTN yang memiliki  prodi  terakreditasi   atau  dari  LPTK /PTS  yang terakreditasi   Kopertis  setempat  bagi guru dan tenaga  kependidikan  yang diangkat setelah Januari 2006

Baca Juga Aplikasi Kartu NUPTK Dan NRG

VI.  Guru  dan  tenaga  kependidikan  yang aktif  dalam  dapodik   Dikdasmen  dan  Paud-
Dikmas dengan ketentuan;
Syarat Penerbitan NUPTK 2016 Surat Resmi Ditjen GTK KemdikbudA.  Belum memiliki  NUPTK melalui proses verval GTK oleh PDSPK
B. Kandidat   guru   dan   tenaga   kependidikan    penerima    NUPTK  melengkapi persyaratan  dengan memindai  (meng- upload)  dokumen  persyaratan  melalui aplikasi verval GTK:
Baca Panduan Verval GTK NUPTK

i.  Guru  dan tenaga  kependidikan  PNS, SK CPNS/PNS + SK Penugasan dari
Dinas Pendidikan
ii.  Guru dan tenaga kependidikan non PNS,
a.  di sekolah negeri: SK Pengangkatan dar; Bupat;/Walikota/Gubernur
b.   di sekolah swasta: SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun  secara terus menerus dihitung sampai dengan bulan Januari 2016 (SK tidak berlaku surut).

VII. Guru
yang aktif tidak dalam dapodik (Guru  Kemenag)
A. B. C. Diajukkan oleh Belum memiliki Kandidat   guru operator Disdik  melalui  aplikasi  verval  GTK NUPTK melalui   proses verval  GTK oleh  PDSPK
Syarat Penerbitan NUPTK 2016 Surat Resmi Ditjen GTK Kemdikbud
penerima    NUPTK  melengkapi    persyaratan dengan memindai
(meng- upload) dokumen persyaratan  melalui aplikasi  verval  GTK:

i.   Guru  PNS, SK CPNS/PNS + SK Penugasan  dari  Disdik
ii.  Guru  nonPNS,
a.  di sekolah  negeri:  SK<Pengangkatan   dari  Bupati/Walikota/Gubernur
b.  di sekolah  swasta:  SK Pengangkatan   GTY selama  2 tahun   secara  terus menerus dihitung     sampai   dengan  bulan    Januari    2016    (5K  tidak berlaku  surut)

VIII. Diverifikasi  dokumen  persyaratannya  oleh   Disdik   Kab/Kota, Ditjen GTK sesuai kebijakan   yang ada.

4.  Adapun  persyaratan  dan ketentuan penonaktifan  NUPTK adalah  sebagai  berikut;
I. Guru  Kemendikbud
A. mengajukan  surat   penonaktifan NUPTK ke  Disdik  dengan   melampirkan     surat pengantar   dari  Kepala Sekolah;

B. Operator Disdik  melalui aplikasi    verval    GTK   mengajukan penonaktifan
NUPTK dengan  memindai    (meng-  upload)   dokumen   penonaktifan     dari:    guru ybs, surat  pengantar   Kepsek, Surat  Persetujuan   dari  Disdik
II.  Guru  Kemenag
A. mengajukan  surat  penonaktifan  NUPTK ke disdik dengan melampirkan surat pengantar dari  Kepala Madrasah  dan  surat persetujuan dari Kanwil  Kemenag;
B. Operator   Disdik melalui aplikasi verval PTK    mengajukan       penonaktifan
NUPTK dengan  memindai (meng-  upload) dokumen    penonaktifan     dari:    guru ybs,   surat pengantar Kepala Madrasah, Surat Persetujuan  dari    Kanwil Kemenag  dan  Surat  Persetujuan  dari Disdik

Mengingat  NUPTK adalah  syarat  mutlak   bagi Guru  dan Tenaga  Kependidikan baik  pada satuan pendidikan  formal   maupun   non formal   untuk  mendapatkan    semua  layanan  atau  program   dan kegiatan   pada  Ditjen  Guru  dan Tenaga  Kependidikan, maka  kami  berharap   penerbitan   NUPTK di tahun  2016  dapat  dilaksanakan   sesuai jadwal  yang telah  ditetapkan.

Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli

Jika kita ingin mengenali ada begitu banyak terdapat Model-Model Penelitian tindakan Kelas, Bapak/Ibu Guru semua tentu sudah banyak pengalaman dari pengalaman tersebut tentu pula adalah jam terbang, dari situlah bermuara hadirnya PTK disajikan guna melahirkan solus-solusi yang kita sudah dapat sebelumnya. Sebelum kita lebih jauh mengetahui Penelitian Tindakan Kelas pada posting ini kami menyajikan model atau Jenis-Jenis Penelitian Tindakan Kelas.

Terdapat beberapa  model PTK yang dapat dikembangkan sesuai masalah yang dihadapi oleh setiap guru. Model-model PTK yang dimaksud diantaranya adalah :

1. Model Kurt Lewin
Model Kurt Lewin merupakan model yang menjadi acuan daripada semua model PTK yang dikembangkan,  lantaran Kurt Lewin adalah orang pertama kali yang memperkenalkan Classrom Actions Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas. Model Kurt Lewin menetapkan empat langkah dalam PTK, yaitu :perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observating), dan refleksi (reflecting). 
Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli

2. Model Kemmis Mc Targart
Model yang dikemukakan Kemmis & Taggart merupakan pengembangan lebih lanjut dari model Kurt Lewin. Secara mendasar tidak ada perbedaan yang prinsip antara keduanya. Model ini banyak dipakai karena sederhana dan mudah dipahami. Rancangan Kemmis & Taggart dapatmencakup sejumlah siklus, masing-masing terdiri dari tahap-tahap: perencanaan (plan), pelaksanaan dan pengamatan (act & observe), dan refleksi (reflect). Tahapan-tahapan ini berlangsung secara berulang-ulang, sampai tujuan penelitian tercapai.
Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli


3. Model John Elliott
Model John Elliot; apabila dibandingkan dua model yang sudah diutarakan di atas, yaitu Model Kurt Lewin dan Kemmis-McTaggart, PTK Model John Elliot ini tampak lebih detail dan rinci. Dikatakan demikian, oleh karena di dalam setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa aksi yaitu antara 3-5 aksi (tindakan).Sementara itu, setiap aksi kemungkinan terdiri dari beberapa langkah, yang terealisasi dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar. Maksud disusunnya secara terinci pada PTK Model John Elliot ini, supaya terdapat kelancaran yang lebih tinggi antara taraf-taraf di dalam pelaksanan aksi atau proses belajar-mengajar. Selanjutnya, dijelaskan pula olehnya bahwa terincinya setiap aksi atau tindakan sehingga menjadi beberapa langkah oleh karena suatu pelajaran terdiri dari beberapa subpokok bahasan atau materi pelajaran. Di dalam kenyataan praktik di lapangan setiap pokok bahasan biasanya tidak akan dapat diselesaikan dalam satu langkah, tetapi akan diselesaikan dalam beberapa tahap itulah yang menyebabkan John Elliot menyusun model PTK yang berbeda secara skematis dengan kedua model sebelumnya
Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli


4. Model Dave Ebbut
Model PTK yang digambarkan oleh Ebbutt menunjukkan bentuk alur kegiatan penelitian. Dimulai dengan pemikiran awal penelitian yang berupa pemikiran tentang masalah yang dihadapi di dalam kelas, penentuanfokus permasalahan berada pada bagian ini. Dari pemikiran awal dilanjutkan dengan pemantauan (reconnaissance), pada bagian pemantauan ini Ebbutt berpendapat berbeda dengan penafsiran Elliot mengenai pemantauannya Kemmis, yang seakan-akan hanya berkaitan dengan penemuan fakta saja(fact finding only).Padahal, menurut Ebbutt pemantauan mencakup kegiatan-kegiatandiskusi, negosiasi, menyelidiki kesempatan, mengakses kemungkinan dan kendala ataumencakup secara keseluruhan analisis yang dilakukan.Berdasarkan pemikiran awal dan pemantauan kemudian dilanjutkan dengan menyusun perencanaan dan berturut-turut dengan kegiatan pelaksanaan tindakan yang pertama, pengawasandan pelaksanaan pemantauan, dan melanjutkan pelaksanaan tindakan kedua. Pada siklus yang digambarkan oleh Ebbutt, dia memberikan pemikiran bahwa jika dalam pelaksanaan dan pemantauan setelah tindakan ada masalah mendasar yang dialami, maka perlu perubahan perencanaan dan kembali melaksanakan bagian siklus tertentu yang telah dijalani.
Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli

5. Model Hopkins
Desain ini berpijak pada desain model PTK pendahulunya. Selanjutnya
Hopkins (2011) menyususun desain tersendiri sebagai berikut:
mengambil start – audit – perencanaan konstruk – perencanaan tindakan
(target, tugas, kriteria keberhasilan) – implementasi dan evaluasi: implementasi (menopang komitmen: cek kemajuan; mengatasi problem) – cek hasil – pengambilan stok – audit dan pelaporan.
Sumber: Sukayati.( 2008) Penelitian Tindakan Kelas, Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika,Rofi’udin, A. H. 1996. Rancangan Penelitian Tindakan.

Cara Menulis Karya Ilmiah Yang Baik Dan Benar

Seorang guru dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan/PKB harus memenuhi unsur ini dalam kenaikan pangkat dan jabatan tertentu seperti sebelumnya lihat petunjuk pelaksana kenaikan pangkat dari segala ketentuan tersebut ada baiknya kita mempelajari lebih awal petunjuk tentang penulisan karya ilmiah yang baik dan benar sesuai aturan yang berlaku. Banyak hal yang dasar dari sebuah karya ilmiah. misal PTK /Penelitian Tindakan Kelas, Skripsi, Tesis, Disertasi dsb.

Memang jika kita telah mengetahui struktur karya ilmiah yang baik maka akan terasa mudah menyusun komponen-komponen penting dalam sebuah karya ilmiah yang kami jabarkan sebagai berikut:
  • Bagian dalam tulisan ilmiah, antara lain:
  • Judul tulisan
  • Nama dan alamat penulis
  • Abstrak
  • Pengantar
  • Permasalahan penelitian
  • Bahan dan cara penelitian
  • Hasil
  • Pembahasan
  • Simpulan
  • Ucapan terima kasih
  • Daftar pustaka
  • Daftar Isi
Kita rincikan satu persatu sebagai berikut:
1. Judul Tulisan
  • Judul dibuat lebih spesifik yang menggambarkan isi tulisan.
  • Judul hendaknya jangan terlalu panjang.
  • Judul tidak boleh mengandung singkatan.
  • Judul tidak harus berupa kalimat lengkap
2. Nama dan Alamat Penulis
Pada jurnal ilmiah gelar akademik tidak dicantumkan. Apabila terdapat lebih dari satu penulis, maka penulis yang kontribusinya lebih banyak diletakkan di urutan pertama. Alamat posel (e-mail) juga lazim digunakan.

3. Abstrak 
Abstrak tulisan ilmiah harus:
1. Menyatakan tujuan utama dan skop penelitian,
2. Menerangkan bahan dan metoda yang dipakai,
3. Meringkas hasil,
4. Menyatakan simpulan utama.

4. Pengantar
Pengantar harus mengandung empat hal pokok:
1. Sifat dan permasalahan yang akan diteliti
2. Tinjauan kepustakaan
3. Cara dan bahan penelitian
4. Hasil penelitian

Pengantar harus memuat jawaban atas pertanyaan apa (what), di mana (where), kapan (when), mengapa (why) dan bagaimana (how).

Akhir-akhir ini penipisan lapisan ozon telah menyebabkan masuknya sinar matahari ke bumi tidak tersaring (kondisi tidak stabil). Akibatnya, kita kan menanggung tingginya insiden kanker dan biaya medis (kerugian akibat kondisi tidak stabil).

Pernyataan solusi masalah, misalnya:
Kita dapat mencegah akibat-akibat ini bila kita melarang pemakaian bahan kimia yang mendegredasi lapisan ozon (solusi).

5. Permasalahan Penelitian
Penegasan permasalah yang ditulis dalam pengantar. Bahasan konteks harus lebih luas.

6. Bahan 
Dalam bahan penelitian harus disebutkan:
a. Asal penelitian
b. Jumlah penelitian
c. Waktu pendataan bahan
Jika penelitian menggunakan subjek manusia, maka diperlukan persetujuan dari yang bersangkutan

7. Cara Penelitian (Metodologi)
Harus memperhatikan fakta (reliabilitas) dan keaslian data (validitas).
Reliabilitas adalah kemampuan mengukur untuk mendapatkan hasil yang konsisiten.
Validitas menunjukkan bahwa ukuran pada dasarnya mengukur pokok-pokok yang akan diukur.

8. Hasil
  • Hanya memuat hasil penelitian saja.
  • Tidak memuat interpretasi dan diskusi.
  • Berisi fakta berupa tabel, gambar, grafik dalam teks.
  • Dimulai dengan deskripsi sampel, misalnya jumlah dan ketegori sampel, dan pemaparan hasil penelitian dengan menggunakan lambang dan bilangan.
Misalnya:
Ceria menonton film Harriet the spy sampai sepuluh kali karena senang dengan alurnya.Di antara 50 penggali pada penggalian situs arkeologi di Sangiran, 3 orang bergelar Profesor, 5 orang bergelar Doktor, 7 orang bergelar Sarjana Utama, sedangkan lainnya bergelar Sarjana, Sarjana Muda, dan lulusan SMU.
9. Pembahasan
Elemen yang biasa dimuat dalam pembahasan adalah:
1. Tinjauan penemuan
2. Pertimbangan tentang penemuan dalam kaitannya dengan penelitian terdahulu yang relevan.
3. Implikasi penemuan dengan teori/pustaka acuan
4. Pemeriksaan terhadap hasil yang mendukung dan tidak mendukung hipotesis
5. Keterbatasan studi yang berakibat pada simpulan dan generalisasi studi.
6. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya
7. Implikasi studi untuk praktek atau studi terapan (opsoinal).

Contoh.
Penemuan letak carries pada akar gigi geraham bawah pada pengunyah daun koka dalam penelitian ini kosisten dengan laporan Turner (1993) yang menemukan kerusakan alveolar pada gigi-gigi pipi.

Pembahasan yang baik menginterpretasikan setiap hasil dalam konteks teoritis yang dipaparkan dalam tinjauan pustaka pada Pengantar. 

10. Simpulan
Hal mendasar dalam simpulan adalah buat pertanyaan “apa hasil yang paling penting dari penelitian ini?” sebelum menuangkannya dalam kalimat. Simpulan biasanya disertai dengan saran akan penelitian selanjutnya

11. Ucapan Terima Kasih
Subbab ini ditulis untuk mereka yang membantu penelitian dan penulisan sampai selesai. Ucapan terima kasih pada lembaga/ instansi, pembimbing,  dan keluarga

12. Daftar Pustaka
Nama pengarang, tahun  terbit, judul buku, nama penerbit, dan kota penerbit.
Contoh:
Buku 
Amstrong, Karen. 1994. A history God. Ballantine Books, New York.

  Jurnal
Small, J.Kenneth. 1997. (judul artikel) The giving of Hostages. (jurnal) Politics and the Life Sciences. (vol dan nomor) 16(1):77-85 (halaman).

  Makalah yang dipresentasikan dalam seminar
Indriati, E. 1999. Molar Patterns on Javanese People. Makalah dipresentasikan pada the Internasional Conference on Paleoanthropology, October 14-19, Beijing.


b. Meskipun definisi dan pengertian yang berbeda-beda, kebanyakan ahli sepakat bahwa tingkah laku altruitis pada manusia adalah tindakan sukarela dengan tujuan untuk kepentingan orang lain, dan lebih merupakan tujuan tingkah laku itu sendiri daripada alat untuk mendapatkan ganjaran dari luar (Bartal, 1976; Mussen dan Eisenberg, 1977; Staub, 1979)

MKRdezign

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget