Articles by "Kurikulum 2013 Baru"

Buku Pendidikan Agama Kelas 2 dan 5 Kurikulum 2013 Revisi
Buku Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Kelas  II dan V SD disusun sesuai dengan kompetensi inti yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Kurikulum 2013, pada kurikulum 2013 revisi ke empat tahun 2017 atau edisi revisi 2017 ini buku pendidikan agama dan budi pekerti yang terdiri dari mata pelajaran Agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu kami sajikan secara lengkap baik buku guru maupun buku siswa kelas 2 dan 5 revisi 2017.

Baca Juga Buku Pendidikan agama revisi 2017 Kelas 1 dan 4

Kompetensi inti pada Kurikulum 2013 meliputi:
1) Kompetensi Inti Pertama (KI-1) yang
terkait dengan sikap spiritual;
2) Kompetensi Inti Kedua (KI-2) yang terkait dengan
sikap sosial;
3) Kompetensi Inti Ketiga (KI-3) yang terkait dengan pengetahuan; dan
4) Kompetensi Inti Keempat (KI-4) yang terkait dengan keterampilan. Sikap spiritual yang
terdapat pada KI-1 dan sikap sosial yang terdapat pada KI-2 merupakan sikap dan perilaku
yang tumbuh dan berkembang sebagai hasil dari proses pembelajaran pada KI-3
dan KI-4.
Buku ini memuat materi yang terkait dengan KI-3 dan KI-4. Penyusunan, pengemasan,
dan penyajian buku ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik dan
diharapkan dapat memotivasi peserta didik dalam pengamalan ajaran pelajaran

Berikut Buku Pendidikan Agama Kurikulum 2013
Kelas 5 Sekolah Dasar K13 Revisi Terbaru
Kelas V Islam BG.pdf (3.7 MB)
Kelas V Islam BS.pdf (18.6 MB)
Kelas V Buddha BG.pdf (3.8 MB)
Kelas V Buddha BS.pdf 
Kelas V Kristen BS.pdf (8.3 MB)
Kelas V Kristen BG.pdf (2.8 MB)
Kelas V Khonghucu BS.pdf (39.0 MB)
Kelas V Khonghucu BG.pdf (12.4 MB)
Kelas V Katolik BS.pdf (11.3 MB)
Kelas V Katolik BG.pdf (5.8 MB)
Kelas V Hindu BS.pdf (47.9 MB)
Kelas V Hindu BG.pdf (13.8 MB)

Buku Pendidikan Agama SD Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku kurikulum 2013 kali ini tentang pendidikan agama k13 edisi revisi 2017, PAI Islam, Pendidikan agama Hindu, Budha, Protestan, Katolik , Konghucu, Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ini ditulis dengan semangat itu. Pembelajarannya dibagi ke dalam beberapa kegiatan keagamaan yang harus dilakukan peserta didik dalam usaha memahami pengetahuan agamanya dan mengaktualisasikannya dalam tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan yang ada pada buku ini.
Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang bersumber dari lingkungan alam, sosial, dan budaya sekitar. Implementasi Kurikulum 2013 telah mendapatkan tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

Buku Guru Kelas 1 K13 Revisi 2017
Kelas I PAdB Islam BG_rev2017.pdf (5.0 MB)
Kelas I Buddha BG_MJCrev2017.pdf (9.3 MB)
Kelas I PAdB Kristen BG_MJCrev2017.pdf (78.8 MB)
Kelas I Khonghucu .pdf (9 MB)
Kelas I PAdB Katolik BGrev2017.pdf (5.3 MB)
Kelas I Hindu BG.pdf (5.5 MB)

Buku Siswa Kelas 1 K13 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
PAI Kelas I PAdB Islam BS _MJCrev2017revisi.pdf (24.3 MB)
Kelas 1 Khonghucu BS_MJCrev2017.pdf (100.1 MB)
Kelas I PAdB Kristen BS_MJCrev2017.pdf (56.6 MB)
Kelas I PAdB Katolik BS_MJCrev2017.pdf (38.8 MB)
Kelas I Agama Hindu BS_rev2017.pdf (26.2 MB)
Kelas I Buddha BS_MJCrev2017.pdf (29.9 MB)

Buku Guru Kelas IV/4 K13 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Kelas IV Islam BG_rev2017
Kelas IV Buddha BG_Rev2017
Kelas IV Hindu BG_rev2017
Kelas IV Katolik BG_Rev2017
Kelas IV Khonguchu BG _rev2017
Kelas IV Kristen BG_rev2017

Buku Siswa Kelas IV/4 K13 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Kelas IV Islam BS_rev2017
Kelas IV Buddha BS_MJCrev2017
Kelas IV Hindu BS_rev2017
Kelas IV Katolik BS_MJCrev2017
Kelas IV Khonghucu BS_MJCrev2017
Kelas IV Kristen BS_MJC1rev2017

Unduh juga Buku Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Kelas 2 dan Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Buku Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1
Pada semester 1 ini kurikululum 2013 kelas 1 SD buku materi pelajaran k13 mengalami edisi revisi baru tahun 2017 yang mana pada semester 1 ini melanjut data kurtilasi revisi untuk buku juga mengalami revisi materi maupun Kompetensi Dasar.

Buku-Buku Kurikulum 2013 Revisi dalam bentuk softcopy ini sebagai bahan bapak/ibu guru dalam membuat perangkat mengajar kurikulum 2013 maupun sebagai bahan belajar secara digital untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah bapak ibu yang sudah mengimplementasikan kurikulum 2013
BG TEMA 1
BS TEMA 1
BG TEMA 2.pdf (35.1 MB)
BS TEMA 4.pdf (120.2 MB)
BG TEMA 4.pdf (51.8 MB)
BG TEMA 2.pdf (35.1 MB)
BS TEMA 3.pdf (94.9 MB)
BS TEMA 2.pdf (135.6 MB)
BG TEMA 3.pdf (31.8 MB)

Untuk semester 2 Kelas 1 Kurikulum 2013 Klik DISINI

Buku Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 Semester 1 Dan 2
Buku guru dan siswa kelas 4 Kurikulum 2013 revisi 2017 ini kami bagikan pada jenjang sekolah dasar, BG dan BS semua tema dengan pembenahan KD di kurikulum 2013 terbaru 2017 ini merupakan revisi yang kesekian kali, buku dalam bentuk softcopy ini hanya sebagai penunjang bapak ibu dalam mempelajari via digital.
Seperti buku-buku kurikulum 2013 revisi 2017 SD sebelumnya bapak/ibu bisa juga mengunduh buku pada kelas yang berbeda klik link berikut:

Buku Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017
Buku Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017

Catatan : Ketika pembelajaran Matematika dan PJOK dalam buku tematik terpadu kelas IV SD terkait dengan mata pelajaran lainnya (tanda biru) maka guru tetap menggunakan buku ini. Namun, ketika Matematika dan PJOK tidak terkait dengan mata pelajaran lainnya (tanda merah) guru menggunakan buku Matematika dan PJOK yang telah ditetapkan kelayakan penggunaannya di sekolah berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Pembelajaran Matematika dan PJOK masing-masing dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan menggunakan buku yang terpisah dari buku ini. Materi-materi terkait dengan Matematika dan PJOK dalam buku ini dapat digunakan sebagai penguatan dalam penguasaan Matematika dan PJOK.

Pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai mata pelajaran tersendiri tidak menambah total alokasi waktu.


Unduh buku kelas 4 kurikulum 2013 semester 1 revisi 2017 pada link dibawah ini.
BG TEMA 1.pdf 
BG TEMA 3
BG TEMA 5.pdf (10.4 MB)
BS TEMA 5.pdf (30.8 MB)
BS TEMA 3.pdf (54.4 MB)
BS TEMA 1
BG TEMA 2.pdf (15.5 MB)
BG TEMA 4.pdf (23.5 MB)
BG TEMA 4.pdf 
BS TEMA 2.pdf (32.2 MB

Untuk Buku Kelas 4 Semester 2 K13 Revisi Silahkan Klik DISINI

Buku Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku siswa dan guru kurikulum 2013 yang di revisi pada kelas II sekolah dasar (SD) ini kami bagikan secara gratis bentuk softcopy sebagai bahan baik bagi guru maupun siswa dalam melaksanakan kurikulum 2013 di sekolah masing-masing, buku siswa maupun buku guru k13 pada jenjang kelas 2 ini kembali di revisi pada tahun 2017.

Tentunya buku kurikulum 2013 perbaikan ini lebih baik pada versi sebelumnya, dan buku kurikulum 2013 kelas 2 ini juga beriringan dengan

lihat juga Buku kelas 5 SD Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku guru dan siswa yang kami bagikan tidak untuk di gandakan, jika memang ingin lebih banyak tentunya harus beli di penerbit yg saudah direkomendasikan kemdikbud, buku ini hanya sekedar contoh dalam pembuatan pemetaan KD, baik penilaian dan pembuatan RPP sangat cocok untuk copy paste Kompetensi hingga tak perlu tulis ulang

Kelas II Tema 1 BG.pdf (11.7 MB)
Kelas II Tema 4 BG.pdf (5.0 MB)
Kelas II Tema 4 BS.pdf (41.2 MB)
Kelas II Tema 3 BS.pdf (34.2 MB)
Kelas II Tema 2 BG.pdf (9.6 MB)
Kelas II Tema 2 BS.pdf (49.3 MB)
Kelas II Tema 1 BS.pdf (11.7 MB)
Kelas II Tema 3 BG.pdf (12.9 MB)

Buku Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 Terbaru
Buku kurikulum 2013 edisi revisi untuk kelas V/lima SD ini pada tahun 2017 kembali mengalami revisi dari buku tematik, hingga mapel Matematika, PJOK dan Agama, sejatinya buku ini setiap sekolah wajib membeli dari anggaran dana BOS baca cara pembelian buku K13
Namun buku dalam bentuk softcopy yang kami bagikan ini hanya sekedar contoh, silahkan unduh pada link dibawah.

Pada sebelumnya kami telah bagikan RPP Kurikulum 2013 Kelas 5 Edisi Revisi
Baca juga Buku Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Kurikulum 2013 dirancang untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam ranah
pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya dilaksanakan
dengan memadukan ketiga ranah tersebut melalui pendekatan pembelajaran tematik terpadu.

Untuk mendukung ketercapaian tujuan kurikulum, maka diperlukan buku tematik berbasis
aktivitas yang mendorong peserta didik untuk mencapai standar yang telah ditentukan.
Buku tematik terpadu ini menjabarkan proses pembelajaran yang akan membantu siswa
mencapai setiap kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, menantang,
dan bermakna serta mendorong mereka untuk berpikir kritis berlandaskan kepada nilai-nilai
luhur.
Kelas V Tema 1 BG.pdf (22.3 MB)
Kelas V Tema 1 BS.pdf (54.8 MB)
Kelas V Tema 2 BG.pdf (11.0 MB)
Kelas V Tema 2 BS.pdf (27.9 MB)
Kelas V Tema 3 BS.pdf (24.4 MB)
Kelas V Tema 3 BG.pdf (18.7 MB)
Kelas V Tema 4 BS.pdf (33.5 MB)
Kelas V Tema 4 BG.pdf (9.7 MB)
Kelas V Tema 5 BS.pdf (42.5 MB)
Kelas V Tema 5 BG.pdf (22.3 MB)

Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa
dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat mengembangkan dan memperkaya
pengalaman belajar siswa dengan daya kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang
relevan dan disesuaikan dengan potensi siswa di sekolah masing-masing.
Buku ini adalah merupakan penyempurnaan dari edisi terdahulu. Buku ini bersifat terbuka
dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang.

RPP Kurikulum 2013 revisi kali ini untuk kelas 5 semester dua atau genap, sedikit plus pada semester genap kelas 5 SD ada kegiatan proyek yang termuat pada kurikulum 2013/K13, tentu ini sedikit berbeda dibanding semester ganjil sebelumnya baca RPP Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi Semester satu.

Pada RPP Kelas lima semester 2 ini silahkan unduh pada link dibawah ini.
Tema 6 : Bangga sebagai Bangsa Indonesia
Sub Tema : Indonesiaku, Bangsa yang Kaya,Organ Tubuh Manusia dan Hewan,Cara hidup manusia, hewan dan tumbuhan
RPP-Kelas-5-Tema-6-Subtema-1
RPP-Kelas-5-Tema-6-Subtema-2
RPP-Kelas-5-Tema-6-Subtema-3

Tema : 7. Sejarah Peradaban Indonesia
Subtema: Kegiatan Berbasis Proyek,Wujud Benda dan Cirinya,Peninggalan-peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia,Melestarikan Peninggalan Kerajaan Islam

RPP-Kelas-5-Tema-7-Proyek-Kegiatan-1-6
RPP-Kelas-5-Tema-7-Subtema-1
RPP-Kelas-5-Tema-7-Subtema-2
RPP-Kelas-5-Tema-7-Subtema-3

Tema 8.Ekosistem,
Subtema : Kegiatan Proyek ,Komponen Ekosistem,Memelihara ekosistem
RPP-Kelas-5-Tema-8-Proyek-Kegiatan-1-6
RPP-Kelas-5-Tema-8-Subtema-1
RPP-Kelas-5-Tema-8-Subtema-3

Tema/Subtema/PB :1/Proyek/Keg. 1, Manusia dan Lingkungan,Pelestarian Lingkungan
RPP-Kelas-5-Tema-9-Proyek-Kegiatan-1-6
RPP-Kelas-5-Tema-9-Subtema-1
RPP-Kelas-5-Tema-9-Subtema-2
RPP-Kelas-5-Tema-9-Subtema-3


RPP Kelas 5 SD Kurikulum 2013 Revisi Semester Ganjil

Kelas 5 atau V Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah pada semester satu atau ganjil kami bagikan RPP Gratis Kurikulum 2013 Kelas 5 SD/MI pada link dibawah ini.

Baca juga Buku Kurikulum 2013 Kelas 5 Revisi Tahun 2017
Tema 1 : Benda-Benda di Lingkungan Sekitar
Sub Tema : Wujud Benda dan Cirinya,Perubahan Wujud Benda,Manusia dan Lingkungan
RPP-Kls-5-T-1-ST-1
RPP-Kls-5-T-1-ST-2
RPP-Kls-5-T-1-ST-3

Tema 2 : Peristiwa dalam Kehidupan
Sub Tema :Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan
RPP-Kls-5-Tema-2

Tema 3 :Kerukunan dalam Bermasyarakat
Sub Tema :Hidup Rukun
RPP-Kls-5-Tema-3

Tema 4 :Sehat Itu Penting
Sub Tema :Pentingnya Kesehatan Diri dan Lingkungan
RPP-Kls-5-Tema-4

Tema 5 : Bangga sebagai Bangsa Indonesia
Sub Tema :Indonesiaku, Bangsa yang Kaya
RPP-Kls-5-Tema-5

Untuk semester genap kami sisipkan RPP K13 dengan Kegiatan Proyek nya silahkan klik pada tautan dibawah ini.
RPP Kelas 5 SD/MI Semester Genap Plus Kegiatan Proyek

Panduan EkstraKurikuler Kurikulum 2013 Sekolah Dasar
Ekstrakurikuler pada Kurikulum 2013 yang erat kaitannya pula dengan penguatan pendidikan karakater (PPK) adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Lihat konsep Penguatan Pendidikan Karakter 
Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Ekstrakurikuler pilihan merupakan program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masingmasing.

Pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah  Dasar. Sesuai dengan dinamika yang ada, upaya perbaikan panduan ini perlu terus dilakukan. Oleh karena itu saran dari berbagai pihak sangat diharapkan.

Baca juga.
Panduan Penyusunan RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017
Panduan Merumuskan Indikator Kurikulum 2013 Revisi

Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program pendampingan perlu didukung oleh ketersediaan panduan yang secara teknis mampu membimbing dan mengarahkan guru melaksanakan praktik pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013 tersebut. Panduan teknis yang disusun adalah :
1. Kurikulum 2013 Di Sekolah Dasar
2. Panduan Teknis Memahami Buku Guru dan Buku Siswa Sekolah Dasar
3. Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar.
4. Panduan Teknis Pembelajaran dan Penilaian di Sekolah Dasar.
5. Panduan Teknis Penilaian dan Pengisian Rapor di Sekolah Dasar.
6. Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan di Sekolah Dasar
7. Panduan Praktis Orang Tua dalam Mendampingi Peserta Didik.
8. Panduan Teknis Pengembangan Muatan Lokal di Sekolah Dasar.
9. Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar
10. Panduan Teknis Transisi KTSP ke Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar
Selengkapnya DOWNLOAD

RPP Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 Berikut Contoh dan Perbedaan dari Versi Sebelumnya
Apa yang baru dan menjadi pembeda RPP Kurikulum 2013 Revisi 2016 dengan RPP K13 Revisi tahun 2017? selalu ada yang baru pada kurikulum 2013 sehingga RPP pun memiliki formula baru pada revisi kurikulum 2013 tahun 2017. Sedikit ringkasan untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Kurikulum 2013 di tahun 2017, baca tiga agenda kurikulum 2013 di tahun 2017

Formula RPP Kurikulum 2013 revisi tahun 2017
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat tenaga pendidik harus memunculkan dan menginsert empat macam point yaitu PPK, Literasi, 4C, dan HOTS maka perlu kreatifitas tenaga pendidik untuk meraciknya menjadi RPP yang utuh.
A. Perbaikan atau revisinya antara lain:
1. Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas atau 7 Karakter untuk mapel IPS dari 18 Karakter prioritas.
2. Mengintegrasikan literasi dan menginsert literasi dalam RPP baik sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran.

Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).
keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative); baca contoh program literasi sekolah

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C  (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi Level 3/C4 s/d C6)
Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide. lihat contoh soal HOTS Kurikulum 2013
Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.
Pengintegrasian tersebut antara lain:
a. pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
b. pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
c. pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Baca lebih lengkap Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter
Modul Pendidikan Karakter

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:
1. Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
2. Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
3. Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

Contoh RPP Nya
DOWNLOAD
Unduh juga Pedoman Pembuatan RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017

Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Revisi Kelas 1 dan 4 Semester Dua
Pada semester 2 kurikulum 2013, acuan penilaian pada Permendikbud no 23 tahun 2016, aplikasi raport k13 revisi ini sedikit berbeda pada sebelumnya, terutama dalam penyempurnaan Kompetensi Dasar (KD), pada kelas 4, Matematika dan PJOK terpisah dari unsur tematik.
Lingkup penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan, sedangkan lingkup penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan mencakup aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Penilaian sikap dimaksudkan sebagai penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial.

Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dari penilaian pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap lebih ditujukan untuk membina perilaku dalam rangka pembentukan karakter peserta
didik.
1) Sikap Spiritual
Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati adalah menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2) Sikap Sosial
Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati mencakup perilaku antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.

Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan (KD dari KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan peserta didik yang mencakup dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognisi dalam berbagai tingkatan proses berpikir.

Prosedur penilaian pengetahuan dimulai dari penyusunan perencanaan, pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan, dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil penilaian.
Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dilaporkan dalam bentuk
angka, predikat, dan deskripsi. Angka menggunakan rentang nilai 0 sampai dengan 100. Predikat disajikan dalam huruf A, B, C, dan D. Rentang predikat (interval) ini ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan KKM. baca Aplikasi KKM Kurikulum 2013

Deskripsi dibuat dengan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Teknik penilaian pengetahuan menggunakan tes tertulis, lisan, dan
penugasan.
1) Tes Tertulis
Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis,
antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan,
dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan dengan mengikuti
langkah-langkah berikut.
• Melakukan analisis KD.
• Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
• Menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan mengacu pada kaidah-kaidah
penulisan soal.
• Menyusun pedoman penskoran.
• Melakukan penskoran berdasarkan pedoman penskoran.
2) Tes Lisan
Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan
pendidik secara lisan dan peserta didik merespon pertanyaan
tersebut secara lisan. Tes lisan bertujuan menumbuhkan sikap berani
berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan
pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara
efektif. Langkah-langkah pelaksanaan tes lisan sebagai berikut:
• Melakukan analisis KD.
• Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
• Membuat pertanyaan atau perintah.
• Menyusun pedoman penilaian
• Memberikan tindak lanjut hasil tes lisan
3) Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk
mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh
atau meningkatkan pengetahuan. Tugas dapat dikerjakan secara
individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut
dapat dilakukan di sekolah, di rumah, atau di luar sekolah.

Baca juga
Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Permendikbud no 23 Tahun 2016
Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Semester 1 Kelas 1 dan 4

Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilain kinerja, penilaian proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan menggunakan angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100, predikat, dan deskripsi.
1) Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja (performance assessment) adalah penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam
konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pada penilaian kinerja, penekanannya dapat dilakukan pada proses atau produk. Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut penilaian produk, misalnya poster, puisi, dan kerajinan. Penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut penilaian praktik, misalnya bermain sepak bola, memainkan alat musik, menyanyi, melakukan pengamatan menggunakan mikroskop, menari, bermain peran, dan
membaca puisi.

2)Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan pelaporan.
Pada penilaian proyek ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan,
yaitu:
(a) Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi, mengelola waktu pengumpulan data, dan penulisan laporan yang dilaksanakan secara kelompok.
(b) Relevansi
Kesesuaian tugas proyek dengan muatan pelajaran.
(c) Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karya
sendiri di bawah bimbingan pendidik.
(d) Inovasi dan kreativitas
Proyek yang dilakukan peserta didik mengandung unsur-unsur
kebaruan atau sesuai

3) Penilaian Portofolio
Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian,
penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang
mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun
waktu tertentu. Pada akhir periode portofolio tersebut dinilai oleh
pendidik bersama-sama dengan peserta didik dan selanjutnya
diserahkan kepada pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan
kepada orangtua sebagai bukti autentik perkembangan peserta
didik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan panduan dalam
penggunaan penilaian portofolio di sekolah adalah sebagai berikut:
1. karya asli peserta didik
2. saling percaya antara pendidik dan peserta didik
3. kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik
4. milik bersama antara peserta didik dan pendidik
5. kepuasan pada diri peserta didik
6. kesesuaian dengan kompetensi dalam kurikulum
7. penilaian proses dan hasil
8. penilaian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
9. Bentuk portofolio
a) File folder yang bisa digunakan untuk menyimpan berbagai
hasil karya terkait dengan produk seni (gambar, kerajinan
tangan, dan sebagainya).
b) Album berisi foto, video, audio.
c) Stopmap berisi tugas-tugas imla/dikte dan tulisan (karangan,
catatan) dan sebagainya.

Aplikasi ini dibuat oleh Ibu Nurhayati Mualif, pada semester genap k13 ini beliau punya kesempatan membuat nya,  sumber konten klik Nurhayati Mualif.com

Aplikasi buatan beliau silahkan unduh pada link dibawah ini.
Aplikasi penilaian dan raport kelas 1 semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
Aplikasi penilaian dan raport kelas 4 semester 2 Kurikulum 2013 Revisi

Cara Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013 Lengkap dengan Taksonomi Bloom
Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pada kurikulum 2013 yang di revisi menjadi bagian penting dalam mencapai titik kompetensi dasar dengan apa yang bisa menjadi target bagi guru pada kegiatan belajar mengajarnya, maka diperlukan indikator pencapaian kompetensi, dalam merumuskan indikator tentunya ada kaidah-kaidah yang harus di cermati, berikut kami sedikit berbai info perumusan indikator pada k13 terbaru ini.

Indikator adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD) tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran, (Mulyasa, 2007:139).

Fungsi indikator antara lain sebagai pedoman dalam:
  • mengembangkan materi pembelajaran atau bahan ajar,
  • mendesain kegiatan pembelajaran 
  • merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar 
Ketentuan Perumusan Indikator
  1. Indikator dirumuskan dari KD 
  2. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur
  3. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
  4. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda
  5. Hanya mengandung satu tindakan.
  6. Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi & kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat dan lingkungan/daerah;
Menganalisis tingkat kompetensi yang digunakan pada KD Menganalisis KKO
Menganalisis Indikator berdasarkan tingkat UKRK kompetensi pada KD
Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu:
a)    Ranah proses berfikir (cognitive domain)
b)    Ranah nilai atau sikap (affective domain)
c)    Ranah keterampilan (psychomotor domain)

Muatan Pelajaran: PKn (BG Kelas 1, T 6 ST 1 PB 1 Hal:3)
KD 3.2 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari dirumah
Mengidentifikasi =C1 ( Mengingat ) Taksonomi Bloom
Cara Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013 Lengkap dengan Taksonomi Bloom
Indikator:
3.2.1 Menyebutkan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
3.2.2 Menjelaskan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
3.2.3 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah

Selengkapnya
DOWNLOAD


Soal HOTS Kurikulum 2013 Cara Membuat dan Contohnya
source image antara news
Sebelum menulis soal berfikir tingkat tinggi sebaiknya pendidik mengetahui apa yang dimaksud dengan keterampilan berfikir tingkat tinggi dan karakteristik instrumen untuk mengukur berfikir tingkat tinggi. Mengetahui dari arti kata yang jarang digunakan mungkin sulit tetapi ini bukannya HOTS kecuali melibatkan proses bernalar (seperti mencari arti kata konteks/stimulus).
Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif.

Berfikir tingkat tinggi merupakan kemampuan berfikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite).
Apa yang dimaksud berfikir?
• Menemukan
• Menganalisis
• Mencipta
• Merefleksi
• Beragumen

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) menjadi empat kelompok yaitu pemecahan masalah, membuat keputusan, berfikir kritis dan berfikir kreatif.

Berfikir Kritis adalah berfikir yang memeriksa, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek situasi atau masalah: termasuk di dalamnya mengumpulkan, mengorganisir, mengingat, dan menganalisa informasi. Berfikir kritis termasuk kemampuan membaca dengan pemahaman dan mengidentifikasi materi yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan .

Kemampuan menarik kesimpulan yang benar dari data yang diberikan dan mampu menentukan nketidak-konsistenan dan pertentangan dalam sekelompok data merupakan bagian dari keterampilan berfikir kritis. Dengan kata lain berfikir kritis adalah analitis dan refleksif.

Berfikir kreatif yang sifatnya orisinil dan reflektif . Hasil dari keterampilan
berfikir ini adalah sesuatu yang kompleks. Kegiatan yang dilakukan diantaranya menyatukan ide, menciptakan ide baru, dan menentukan efektifitasnya. Berfikir kreatif meliputi juga kemampuan menarik kesimpulan yang biasanya menelorkan hasil akhir yang baru.
Soal HOTS Kurikulum 2013 Cara Membuat dan Contohnya

Kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk
Pilihan Ganda sebagai berikut:

Materi
a. Soal harus sesuai dengan indikator.
b. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
c. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar.

Konstruksi
a. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
b. Rumusan pokok soal menggunakan stimulus dalam bentuk ilustrasi/ kasus/ peristiwa/ gambar/ tabel/ diagram dan sejenisnya.
c. Pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
d. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
e. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
f. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
g. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan
jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”.
h. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu harus disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau secara kronologis.
i. Gambar, grafik, tabel,diagram, dan sejenisnya yang terdapat padasoal harus jelas dan berfungsi.
j. Soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya atau lainnya.

Bahasa
a. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
b. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat.
c. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang sama yang
bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Contoh-Contoh Soal HOTS Kurikulum 2013 silahkan unduh pada link dibawah ini.
SOAL HOTS K13 KELAS 4 SEMESTER 2
SOAL HOTS K13 KELAS 4 SEMESTER 2 .1

Inilah Tiga Agenda Kurikulum 2013 Di Tahun 2017/2018
Tahun 2017, implementasi kurikulum 2013 (K-13) memasuki tahun ke-4. Di jenjang Sekolah Dasar (SD), pada tahun 2016, K-13 telah dilaksanakan di 37.034 sekolah. Pada Tahun 2017/2018, Kemendikbud menargetkan sekolah yang mengimplementasikan K-13 sebanyak 35% sekolah sasaran baru atau sebanyak 52.572 sekolah, sehingga diharapkan sebanyak 60% dari seluruh SD telah menerapkan K-13 (Kemdikbud, 2017).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, pada saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pengembang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Tingkat Provinsi tanggal 14 Maret 2017 di Hotel Allium Tangerang, mengatakan bahwa ada 3 hal penting yang menjadi agenda atau fokus dalam implementasi K-13, yaitu (1) penguatan pendidikan karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad 21.

Penguatan Pendidikan Karakter

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak lepas dari program Nawa Cita yang menjadi visi Presiden Joko Widodo. Ada 5 nilai yang menjadi fokus PPK, yaitu nasionalis, integritas, mandiri, gotong rotong, dan religius. Penjabaran dari nasionalis seperti; cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan menghargai kebhinekaan. Penjabaran dari nilai integritas seperti; kejujuran, keteladanan, kesantunan, dan cinta pada kebenaran.

Penjabaran dari nilai mandiri seperti; kerja keras, disiplin, kreatif, berani, dan pembelajar. penjabaran dari nilai gotong royong seperti; kerjasama, solidaritas, saling menolong dan kekeluargaan. Adapun penjabaran dari nilai religius seperti; beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bersih, toleransi, dan cinta lingkungan. Orang tua, guru, masyarakat, dan para pemegang kebijakan tentunya dapat mengembangkan penjabaran nilai-nilai lainnya sepanjang relevan dengan lima nilai yang menjadi fokus PPK.

Karena bangsa-bangsa hebat dan maju di dunia ini pada umumnya berkarakter kuat, seperti pekerja keras, disiplin, jujur, berintegritas, memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia, sebagai salah satu bangsa terbesar di dunia perlu juga diperkuat karakternya agar dapat menjadi bangsa yang maju, beradab, dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta dalam rangka mempersiapkan generasi emas tahun 2045.

Pendidikan karakter disamping mengacu kepada Nawa Cita yang digulirkan presiden Joko Widodo, juga merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 3 disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Hamid Muhammad menyampaikan bahwa PPK meliputi pada tiga hal. Pertama, penguatan kejujuran dan integritas. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang jujur dan berintegritas. Faktanya pada pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. Pendidikan yang tinggi tidak selalu identik dengan kejujuran. Keserakahan menjadi faktor utama terjadinya di kalangan orang pendidikan memiliki jabatan di lembaga-lembaga pemerintahan. Justru banyak orang yang berpendidikan rendah dan miskin jujur. Walau mereka kondisinya miskin, tapi hatinya kaya, masih memiliki nurani, memiliki rasa takut dan malu yang tinggi.

Kedua, penguatan sikap yang berkaitan dengan kinerja. Bangsa Indonesia dikenal kurang menghargai waktu dan kurang disiplin. Hal ini dapat kita lihat perilaku warga masyarakat di jalan raya. Pelaksanaan rapat yang sering terlambat karena peserta banyak yang terlambat hadir alias jam karet, terlalu banyak membuang waktu memperdebatkan yang kurang penting sehingga kurang produktif.

Ada pribahasa Inggris yang mengatakan bahwa waktu adalah uang. Begitu pun dalam ajaran agama Islam diingatkan tentang kerugian bagi orang yang menyia-nyiakan waktu. Dalil Al Qur’annya banyak dibaca, tetapi belum benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Urusan disiplin justru bangsa Indonesia harus banyak mencontoh kepada negara Jepang dan Korea selatan yang sangat menghargai waktu dan produktivitasnya tinggi.

Ketiga, penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dikuatkan kembali. Hal ini bertujuan agar semangat untuk mencintai negeri sendiri semakin tumbuh dan kuat di tengah derasnya pengaruh budaya asing (barat) yang masuk ke Indonesia. Implementasi nilai-nilai religi, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan perlu ditanamkan, dikembangkan, dan dikokohkan kepada seluruh bangsa Indonesia.

Hamid Muhammad juga menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi dalam implementasi K-13 sehingga perlu benar-benar diinternalisasikan dalam pembelajaran. Dan tentunya guru adalah sosok kunci yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam implementasinya. Selain itu, perlu diciptakan suasana yang kondusif dalam PPK di sekolah. Hal yang paling utama adalah adanya keteladanan dari Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan.

Unduh Modul Penguatan Pendidikan Karakter Hasil Pelatihan

Penguatan Budaya Literasi

Selain Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pada kurikulum 2013 juga ditekankan tentang penguatan budaya literasi. Sebagaimana diketahui bahwa minat baca Indonesia masih rendah. Sebuah survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Survei dilakukan sejak 2003 hingga 2014. Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang puas di posisi 61. Sedangkan Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia, di posisi 59. (Media Indonesia, 30/8/2016).

Data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca. Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Keprihatinan kita makin bertambah jika melihat data UNDP yang menyebutkan angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen. Sebagai pembanding, di Malaysia angka melek hurufnya 86,4 persen (Republika, 15/12/2014).

Berdasarkan hal tersebut di atas, sejak tahun 2015 melalui penerbitan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Gerakan Literasi menjadi salah satu bentuk penumbuhan budi pekerti di sekolah. Salah satu bentuknya adalah pembiasaan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa.

Budaya literasi juga ditumbuhkan melalui integrasi dalam pembelajaran, utamanya dalam penerapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang dikenal dengan 5M. Skenario pembelajaran juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan penilaian hasil belajar pada level kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill/HOTS) siswa di mana arahnya pada menemukan dan menyelesaikan masalah. Hal tersebut tentunya harus tergambar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru.

Literasi pada jenjang SD harus diperkuat, karena SD adalah fondasi dalam pendidikan siswa. Literasi merupakan pintu gerbang untuk menguasai materi pelajaran. Di kelas rendah (I-III) diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang notabene merupakan literasi yang paling mendasar.

Literasi secara sederhana diartikan sebagai keberaksaraan. Dalam perkembangannya, literasi bukan hanya diidentikkan dengan kemampuan calistung, tetapi juga pada aspek yang lain seperti kemampuan memilih dan memilah informasi, berkomunikasi, dan bersosialisasi dalam masyarakat. UNESCO tahun 2003 menyatakan bahwa “Literasi lebih dari sekedar membaca dan menulis. Literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.”

Walau pengertian literasi sudah berkembang, aktivitas membaca dan menulis merupakan hal yang paling mendasar dalam literasi. Mengapa demikian? Karena memilih dan memilah informasi tentunya dilakukan dengan membaca. Dan aktivitas membaca hanya dilakukan jika ada bacaan yang notabene karya para penulis.

Lihat Contoh Program Literasi Sekolah Rancangan Seimbang Strategi Pembelajaran

Pembelajaran Abad 21

Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. Pertama, kemampuan berpikir kritis (critical thinking skill). Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek.

Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersama-sama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.

Kedua, kreativitas (creativity). Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun peran atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi acara menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya anak-anak didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa kini agar siswa merasa dihargai.

Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, karena pada dasarnya setiap siswa adalah unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa manusia memiliki kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.

Ketiga, komunikasi (communication). Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan Wikipedia dinyatakan bahwa komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.

Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi memerlukan seni, harus tahu dengan siapa berkomunikasi, kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi, dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi bisa dilakukan baik secara lisan, tulisan, atau melalui simbol yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi dilakukan pada lingkungan yang beragam, mulai di rumah, sekolah, dan masyarakat. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan hubungan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber masalah ketika terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Komunikasi yang berjalan dengan baik tidak lepas dari adanya penguasaan bahasa yang baik antara komunikator dan komunikan.

Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon penjelasan guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat, hal tersebut adalah merupakan sebuah komunikasi.

Keempat, kolaborasi (collaboration). Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.

Semoga implementasi kurikulum 2013 mencapai tujuan yang diharapkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dan melahirkan generasi bangsa yang memiliki kompetensi dari sisi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.* (Idris Apandi)

*Idris Apandi, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat.
Sumber Dikdas Kemdikbud

Soal UTS Kurikulum 2013 Revisi Kelas 4 Semester 2
Contoh soal UTS Kurikulum 2013 revisi kelas 4 semester 2 ini mewakili tema 6 dan tema 7, penilaiain tengah semester atau yang biasa kita sebut ujian tengah semester pada jenjang sekolah dasar (SD) sebagai agenda rutin baik semester 1 maupun dua PTS pada kurikulum 2013 juga dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Beberapa kali melakukan perubahan atau revisi pada K13 ini sehingga kembali menyusun dan menyesuaikan KD, Tema maupun pembelajaran hingga membuat materi-materi sebelumnya tak terkoneksi ideal lagi dengan kegiatan belajar mengajar yang selalu melakukan perubahan baru kurtilas.

Kumpulan contoh soal Kurikulum 2013 revisi ini hanya merupakan referensi, tidak menjadi soal dan jawaban yang mutlak harus sama tiap sekolah, seperti yang kami beritakan sebelum nya tentang.
Kisi-Kisi Ujian Tengah Semester Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi

Baca juga
Contoh Koleksi Soal Kurikulum 2013 dan KTSP 

Pada bagian ini kami akan bagikan Contoh soal UTS/PTS Kelas 4 semester 2 Kurikulum 2013 yang direvisi. lihat tampilan dibawah ini. yang terdiri dari 25 Pilihan ganda, 10 isian dan 5 essay
DOWNLOAD SOAL UTS/PTS KELAS 4 SEMESTER 2 TEMA 6
DOWNLOAD SOAL UTS/PTS KELAS 4 SEMESTER 2 TEMA 7


Kisi-Kisi UTS Semester Dua Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Revisi
Penilaian tengah semester atau PTS atau Ujian tengah semester dalam kurikulum 2013 revisi pada semester dua atau genap ini sengaja kami bagikan, dan perlu bapak/ibu ketahui file-file ini dibuat oleh Bu Kun Pratiwi salah satu guru terbaik dari Kabupaten Jember Jawa Timur.

Baca juga
Soal UTS Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester dua
RPP Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2
Buku Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi

Kisi-kisi UTS Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 ini terdiri dari bahasan tema 6 dan 7. masing-masing kompetensi dasar telah terwakili dalam soal bentuk PG, Isian maupun essay, sehingga tinggal kita melanjutkan dalam soal PTS/UTS Semester 2 Kelas 4 Kurikulum 2013 revisi.

Kisi-Kisi Kurikulum 2013 Revisi UTS Kelas 4 SD sebagai berikut.

Buku Panduan Penilaian Kurikulum 2013 SD Permen 23 Tahun 2016
Panduan penilaian revisi kurikulu 2013 tahun 2016 ini merupakan revisi paling baru kurikulum 2013 Permendikbud no 23 Tahun 2016 menyajikan cara penilaian baru pada kurikulum 2013, tentu saja ada beberapa cara penilaian yang mengalami perubahan hasil revisi kurikulum 2013, berikut kami bagikan panduan penilaian kurikulum 2013 Permendikbud no 23 tahun 2016 dari jenjang,
SD atau sekolah dasar.

Baca juga
Buku panduan Penilaian Kurikulum 2013 SMP Permendikbud 23 Tahun 2016

Untuk jenjang sekolah dasar kami sematkan pada link dibawah ini.
DOWNLOAD

Buku Matematika Dan PJOK Kurikulum 2013 SD/MI Revisi Tahun 2016
Pada semester dua atau 2 kurikulum 2013 revisi Mata Pelajaran Matematika dan PJOK Kelas 4 Sekolah Dasar tidak masuk dalam buku tematik yang tersedia dari tema-tema yang ada, namun berdiri sendiri, dengan acuan Buku Matematika, dan Buku Penjas Kurikulum 2013 baru.

Pada kelas 4 SD Kurikulum 2013 seperti tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 147 tahun 2016 tentang Penetapan judul buku teks pelajaran matematika serta Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (pjok) Untuk kelas IV SD/MI

Baca Juga
Buku Kelas 1 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
Buku Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
RPP Matematika Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Revisi Semester 2

Menetapkan Buku Teks Pelajaran Matematika serta Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang layak digunakan dalam pembelajaran yang tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

Rekan-rekan guru pada sekolah pelaksana kurikulum 2013 bisa melihat lebih lengkap, dari keputusan menteri ini. tentang penetapan juduk buku dan penulis serta penerbit yang telah di rekomendasikan dari Kepmendikbud no 147 Tahun 2016

Buku Kurikulum 2013 Kelas 4 SD Semester Dua Revisi Tahun 2016
Buku K13 Semester 2 atau genap kelas 4  atau IV SD/MI tak yang kami bagikan ini hanya sebuah referensi dalam Tahun Pelajaran yang sudah di mulai untuk kurikulum 2013 Semester genap di seluruh sekolah Indonesia, Kumpulan Buku Guru dan Buku Siswa ini dengan status masih menunggu revisi terbaru jadi tak ada pilihan lain saat ini kita gunakan revisi buku Kurikulum 2013 sebelum nya.

Sebelum nya lihat Buku Kurikulum 2013 SD Kelas 1 Semester 2
Baca juga
Kisi Kisi UTS Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013
Buku Kurikulum 2013 revisi Tahun 2016 Kelas 4 Semester 1
KKM,Prota dan Promes Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi
RPP Semester 2 Kelas 4 Kurikulum 2013 

Semester dua Revisi Tahun 2016
Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 6: Cita Citaku
Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 6 Cita-cita ku
Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 7: Indahnya Keragaman Negeriku
Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 7 Indahnya Keragaman Negeriku
Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 8: Tempat Tinggalku
Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 8 Tempat Tinggalku
Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 9: Kayanya Negeriku
Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 9 Kayanya Negeriku

Buku Kurikulum 2013 Kelas 1 SD Semester Dua Revisi Tahun 2016
Buku Kurikulum 2013 SD atau Sekolah Dasar semester 2/dua revisi tahun 2016, untuk buku guru (BG) dan Buku Siswa (BS) memang hingga saat berita unduhan buku K13 revisi 2016 untuk tema-tema semester genap belum rilis namun untuk persiapan kita para guru dalam implementasi kurikulum 2013 revisi tahun 2016 maka tak ada hal lain kita sementara menggunakan buku semester 2 kurikulum 2013 revisi pertama.

Lihat Buku Kurikulum 2013 Kelas 4 SD semester 2
Baca Juga Buku Kurikulum 2013 Kelas 1 semester 1 Revisi 2016 

Tema-tema semester 2 Buku Kurikulum 2013 Kelas 1 Revisi.

Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 5: Pengamalanku
Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 5 Pengamalanku
Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 6: Lingkungan
Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 6 Lingkungan
Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 7: Benda-Hewan dan Tanaman disekitar
Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 7 Benda-Hewan dan tanaman disekitar
Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 8 Daerah Tempat Tinggal Ku
Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 8 Daerah Tempat Tinggal Ku

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget