2017

Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Revisi Kelas 1 dan 4 Semester Dua
Pada semester 2 kurikulum 2013, acuan penilaian pada Permendikbud no 23 tahun 2016, aplikasi raport k13 revisi ini sedikit berbeda pada sebelumnya, terutama dalam penyempurnaan Kompetensi Dasar (KD), pada kelas 4, Matematika dan PJOK terpisah dari unsur tematik.
Lingkup penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan, sedangkan lingkup penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan mencakup aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Penilaian sikap dimaksudkan sebagai penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial.

Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dari penilaian pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap lebih ditujukan untuk membina perilaku dalam rangka pembentukan karakter peserta
didik.
1) Sikap Spiritual
Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati adalah menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2) Sikap Sosial
Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati mencakup perilaku antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.

Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan (KD dari KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan peserta didik yang mencakup dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognisi dalam berbagai tingkatan proses berpikir.

Prosedur penilaian pengetahuan dimulai dari penyusunan perencanaan, pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan, dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil penilaian.
Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dilaporkan dalam bentuk
angka, predikat, dan deskripsi. Angka menggunakan rentang nilai 0 sampai dengan 100. Predikat disajikan dalam huruf A, B, C, dan D. Rentang predikat (interval) ini ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan KKM. baca Aplikasi KKM Kurikulum 2013

Deskripsi dibuat dengan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Teknik penilaian pengetahuan menggunakan tes tertulis, lisan, dan
penugasan.
1) Tes Tertulis
Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis,
antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan,
dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan dengan mengikuti
langkah-langkah berikut.
• Melakukan analisis KD.
• Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
• Menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan mengacu pada kaidah-kaidah
penulisan soal.
• Menyusun pedoman penskoran.
• Melakukan penskoran berdasarkan pedoman penskoran.
2) Tes Lisan
Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan
pendidik secara lisan dan peserta didik merespon pertanyaan
tersebut secara lisan. Tes lisan bertujuan menumbuhkan sikap berani
berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan
pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara
efektif. Langkah-langkah pelaksanaan tes lisan sebagai berikut:
• Melakukan analisis KD.
• Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
• Membuat pertanyaan atau perintah.
• Menyusun pedoman penilaian
• Memberikan tindak lanjut hasil tes lisan
3) Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk
mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh
atau meningkatkan pengetahuan. Tugas dapat dikerjakan secara
individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut
dapat dilakukan di sekolah, di rumah, atau di luar sekolah.

Baca juga
Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Permendikbud no 23 Tahun 2016
Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Semester 1 Kelas 1 dan 4

Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilain kinerja, penilaian proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan menggunakan angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100, predikat, dan deskripsi.
1) Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja (performance assessment) adalah penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam
konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pada penilaian kinerja, penekanannya dapat dilakukan pada proses atau produk. Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut penilaian produk, misalnya poster, puisi, dan kerajinan. Penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut penilaian praktik, misalnya bermain sepak bola, memainkan alat musik, menyanyi, melakukan pengamatan menggunakan mikroskop, menari, bermain peran, dan
membaca puisi.

2)Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan pelaporan.
Pada penilaian proyek ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan,
yaitu:
(a) Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi, mengelola waktu pengumpulan data, dan penulisan laporan yang dilaksanakan secara kelompok.
(b) Relevansi
Kesesuaian tugas proyek dengan muatan pelajaran.
(c) Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karya
sendiri di bawah bimbingan pendidik.
(d) Inovasi dan kreativitas
Proyek yang dilakukan peserta didik mengandung unsur-unsur
kebaruan atau sesuai

3) Penilaian Portofolio
Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian,
penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang
mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun
waktu tertentu. Pada akhir periode portofolio tersebut dinilai oleh
pendidik bersama-sama dengan peserta didik dan selanjutnya
diserahkan kepada pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan
kepada orangtua sebagai bukti autentik perkembangan peserta
didik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan panduan dalam
penggunaan penilaian portofolio di sekolah adalah sebagai berikut:
1. karya asli peserta didik
2. saling percaya antara pendidik dan peserta didik
3. kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik
4. milik bersama antara peserta didik dan pendidik
5. kepuasan pada diri peserta didik
6. kesesuaian dengan kompetensi dalam kurikulum
7. penilaian proses dan hasil
8. penilaian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
9. Bentuk portofolio
a) File folder yang bisa digunakan untuk menyimpan berbagai
hasil karya terkait dengan produk seni (gambar, kerajinan
tangan, dan sebagainya).
b) Album berisi foto, video, audio.
c) Stopmap berisi tugas-tugas imla/dikte dan tulisan (karangan,
catatan) dan sebagainya.

Cara Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013 Lengkap dengan Taksonomi Bloom
Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pada kurikulum 2013 yang di revisi menjadi bagian penting dalam mencapai titik kompetensi dasar dengan apa yang bisa menjadi target bagi guru pada kegiatan belajar mengajarnya, maka diperlukan indikator pencapaian kompetensi, dalam merumuskan indikator tentunya ada kaidah-kaidah yang harus di cermati, berikut kami sedikit berbai info perumusan indikator pada k13 terbaru ini.

Indikator adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD) tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran, (Mulyasa, 2007:139).

Fungsi indikator antara lain sebagai pedoman dalam:
  • mengembangkan materi pembelajaran atau bahan ajar,
  • mendesain kegiatan pembelajaran 
  • merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar 
Ketentuan Perumusan Indikator
  1. Indikator dirumuskan dari KD 
  2. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur
  3. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
  4. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda
  5. Hanya mengandung satu tindakan.
  6. Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi & kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat dan lingkungan/daerah;
Menganalisis tingkat kompetensi yang digunakan pada KD Menganalisis KKO
Menganalisis Indikator berdasarkan tingkat UKRK kompetensi pada KD
Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu:
a)    Ranah proses berfikir (cognitive domain)
b)    Ranah nilai atau sikap (affective domain)
c)    Ranah keterampilan (psychomotor domain)

Muatan Pelajaran: PKn (BG Kelas 1, T 6 ST 1 PB 1 Hal:3)
KD 3.2 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari dirumah
Mengidentifikasi =C1 ( Mengingat ) Taksonomi Bloom
Cara Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013 Lengkap dengan Taksonomi Bloom
Indikator:
3.2.1 Menyebutkan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
3.2.2 Menjelaskan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
3.2.3 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah

Selengkapnya
DOWNLOAD


Soal HOTS Kurikulum 2013 Cara Membuat dan Contohnya
source image antara news
Sebelum menulis soal berfikir tingkat tinggi sebaiknya pendidik mengetahui apa yang dimaksud dengan keterampilan berfikir tingkat tinggi dan karakteristik instrumen untuk mengukur berfikir tingkat tinggi. Mengetahui dari arti kata yang jarang digunakan mungkin sulit tetapi ini bukannya HOTS kecuali melibatkan proses bernalar (seperti mencari arti kata konteks/stimulus).
Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif.

Berfikir tingkat tinggi merupakan kemampuan berfikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite).
Apa yang dimaksud berfikir?
• Menemukan
• Menganalisis
• Mencipta
• Merefleksi
• Beragumen

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) menjadi empat kelompok yaitu pemecahan masalah, membuat keputusan, berfikir kritis dan berfikir kreatif.

Berfikir Kritis adalah berfikir yang memeriksa, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek situasi atau masalah: termasuk di dalamnya mengumpulkan, mengorganisir, mengingat, dan menganalisa informasi. Berfikir kritis termasuk kemampuan membaca dengan pemahaman dan mengidentifikasi materi yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan .

Kemampuan menarik kesimpulan yang benar dari data yang diberikan dan mampu menentukan nketidak-konsistenan dan pertentangan dalam sekelompok data merupakan bagian dari keterampilan berfikir kritis. Dengan kata lain berfikir kritis adalah analitis dan refleksif.

Berfikir kreatif yang sifatnya orisinil dan reflektif . Hasil dari keterampilan
berfikir ini adalah sesuatu yang kompleks. Kegiatan yang dilakukan diantaranya menyatukan ide, menciptakan ide baru, dan menentukan efektifitasnya. Berfikir kreatif meliputi juga kemampuan menarik kesimpulan yang biasanya menelorkan hasil akhir yang baru.
Soal HOTS Kurikulum 2013 Cara Membuat dan Contohnya

Kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk
Pilihan Ganda sebagai berikut:

Materi
a. Soal harus sesuai dengan indikator.
b. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
c. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar.

Konstruksi
a. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
b. Rumusan pokok soal menggunakan stimulus dalam bentuk ilustrasi/ kasus/ peristiwa/ gambar/ tabel/ diagram dan sejenisnya.
c. Pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
d. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
e. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
f. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
g. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan
jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”.
h. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu harus disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau secara kronologis.
i. Gambar, grafik, tabel,diagram, dan sejenisnya yang terdapat padasoal harus jelas dan berfungsi.
j. Soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya atau lainnya.

Bahasa
a. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
b. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat.
c. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang sama yang
bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Contoh-Contoh Soal HOTS Kurikulum 2013 silahkan unduh pada link dibawah ini.
SOAL HOTS K13 KELAS 4 SEMESTER 2
SOAL HOTS K13 KELAS 4 SEMESTER 2 .1

Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M
Aplikasi SisPenA (Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah dan Madrasah.) Aplikasi SisPenA S/M adalah aplikasi penilaian akreditasi yang berbasis web, dimana bisa akses dimana saja, kapan saja dengan syarat terhubung dengan internet.

Aplikasi ini pun tak tidak hanya bisa diakses menggunakan Laptop atau komputer tetapi bisa juga menggunakan handphone ataupun tablet yang resolusinya lebih kecil.
Adapun langkah – langkah untuk mengakses atau menggunakan aplikasi SisPenA S/M yaitu :
Buka url: http://bansm.or.id/sispena di halaman browser.
Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M

Selanjutnya masukkan user dan password yang dimiliki. dan pilih level pengguna yaitu Sekolah
Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M

Ketika pertama kali masuk kedalam halaman login. Sistem akan langsung menampilkan jendela form yang harus diisi oleh sekolah.

Isilah Form tersebut dan ubahlah password. user anda tetaplah NPSN dengan password atau kata sandi yang sudah dirubah untuk bisa mengakses dan masuk kembali kedalam sistem ini nantinya.
Setelah selesai mengisi lengkap Profile Sekolah. Selanjutnya akan akan masuk ke area penilaian evaluasi diri.

Dalam tabel sekolah yang tampil terdapat banyak button atau tombol yang berfungsi untuk memberikan penilaian evaluasi diri sekolah, memasukkan IPDIP sekolah, mengunggah prasyarat akreditasi, photo pendukung serta Kartu Kendali.
Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M
Langkah awal selanjutnya adalah Klik tombol menu untuk memasukkan prasyarat sekolah yang akan di akreditasi.
Akan muncul 6 form isian dokumen yang digunakan untuk memasukkan dokumen berbentuk PDF atau Doc (Dokumen) dengan cara menekan
Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M

Keenam dokumen tersebut adalah surat ijin operasional, daftar siswa tiap kelas, data PTK, pernyataan pemberlakuaan kurikulum, Daftar Lulusan 1 tahun terakhir dan data sarana dan prasarana.
Untuk merubah atau mengedit kembali data atau dokumen yang sudah ada, klik lalu cari dokumen yang akan mengganti file atau dokumen yang sudah ada.

Selengkapnya DOWNLOAD

Penerimaan Penggiat Budaya Tahun 2017
Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan membuka kesempatan bagi putra/putri terbaik daerah lulusan S1 semua jurusan dalam rangka mendukung program pelestarian kebudayaan untuk menjadi calon Penggiat Budaya dengan ketentuan sebagai berikut.

A. INFORMASI UMUM
1. Penggiat Budaya adalah orang yang ditugaskan Direktorat Jenderal Kebudayaan di daerah dalam rangka menyampaikan akses informasi kebudayaan, mengonsolidasikan hal-hal yang berkaitan dengan bidang kebudayaan, dan melakukan pencatatan data kebudayaan.
2. Proses seleksi yang dilaksanakan meliputi :
a) Seleksi Administrasi, dilaksanakan bagi semua pelamar yang telah mendaftar pada sistem pendaftaran Penggiat Budaya;
b) Seleksi Pengetahuan Umum substansi kebudayaan dan Psikotes, dilaksanakan bagi semua pelamar yang memenuhi persyaratan sebagaimana tertuang dalam tata cara pendaftaran. Seleksi dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) online; dan
 c) Seleksi Wawancara, dilaksanakan secara online.

3. Untuk mengikuti setiap tahapan dalam seluruh proses penerimaan Penggiat Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, PELAMAR TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN. Pelamar dimohon tidak terpancing oleh tawaran dari oknum/pihak manapun yang mengaku dapat membantu meloloskan untuk dapat diterima sebagai Penggiat Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan

B. PERSYARATAN
1. Bersatus Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Penempatan akan diutamakan sesuai dengan provinsi penugasan yang tertera pada KTP. Bersedia ditempatkan di Kab/Kota pada provinsi penugasan sesuai KTP; 3. Tidak sedang terikat kerja di instansi/perusahaan lain selama masa kerja sebagai Penggiat Budaya;
4. Pendidikan minimal S-1 semua jurusan;
5. IPK minimal 2.75 dari skala 4.00;
6. Usia antara 25 s.d 40 tahun (per 30 April 2017);
7. Memiliki Smartphone yang dilengkapi fitur GPS dan mampu mengoperasionalkan komputer;
8. Memiliki pengalaman berorganisasi di bidang kebudayaan;
9. Memiliki SIM C dan sepeda motor;
10. Menjadi peserta BPJS aktif;
11. Memiliki akun email aktif;
12. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib/POLRI yang masih berlaku;
13. Surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba dari rumah sakit; dan 14. Surat Pernyataan Keaslian Dokumen bermaterai Rp 6.000,00 yang menyatakan bahwa semua dokumen yang dikirimkan benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan.

C. TATA CARA PENDAFTARAN 
1. Melakukan pendaftaran sebagai Penggiat Budaya 2017 pada laman http://penggiatbudaya.kemdikbud.go.id
2. Mengunggah dokumen pada laman di atas dalam format (.jpeg, .jpg, .doc, .docx, .pdf) dengan ukuran maksimal 200 Kb per file, yaitu : Tahap I :
a) Surat Lamaran yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
 b) Daftar Riwayat Hidup
c) Kartu Tanda Penduduk (KTP)
d) Ijazah Terakhir
e) Transkrip Nilai
f) Pas Foto terbaru (ukuran 4x6)

Surat Pernyataan Keabsahan Data  
Tahap II :  a. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) b. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani c. Surat Keterangan Bebas Narkoba d. Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 3. Tata cara unggah dokumen Tahap Kedua akan diumumkan saat Pengumuman Hasil Tes Pengetahuan Umum dan Psikotes pada tanggal 28 April 2017; 4. Peserta yang telah sukses melakukan pendaftaran akan mendapatkan email konfirmasi dari kepegawaian.setditjenbud@kemdikbud.go.id. 5. Pengumuman Hasil Seleksi selanjutnya akan disampaikan melalui laman http://kebudayaan.kemdikbud.go.id.  

D. TUGAS PENGGIAT BUDAYA 
1. Menyampaikan akses informasi Kebudayaan
2. Mengonsolidasikan hal-hal yang berkaitan dengan bidang Kebudayaan
3. Pencatatan data kebudayaan berupa entitas data pokok kebudayaan

E. LOKASI PENEMPATAN Penggiat Budaya 2017 akan ditempatkan di 164 Kabupaten/Kota yang dikonsentrasikan pada daerah 2T (Terluar dan Terdepan).

F. MASA KERJA Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan, terhitung sejak Juni 2017 hingga Desember 2017, dan akan diperpanjang sampai dengan Desember 2018 setelah dilakukan evaluasi kinerja Penggiat Budaya.  

G. JADWAL PELAKSANAAN 1. Pengumuman dan Penerimaan Berkas Tahap I : 10 – 20 April 2017 2. Pengumuman Lolos Seleksi Administrasi : Senin, 24 April 2017 3. Tes Pengetahuan Umum dan Psikotes : Rabu, 26 April 2017 4. Pengumuman Hasil Tes Pengetahuan Umum dan Psikotes : Jum’at, 28 April 2017 5. Penerimaan Berkas Tahap II : 29 April – 5 Mei 2017 6. Seleksi Wawancara : 1 – 9 Mei 2017 7. Pengumuman Kelulusan Akhir : Rabu, 10 Mei 2017 8. Kontrak Kerja dan Pembekalan : 15 Mei – 24 Mei 2017 9. Penempatan Penggiat Budaya ke Lokasi : 2 Juni 2017
SUMBER Lengkap Kunjungi klik Ditjen Kebudayaan Kemdikbud

Petunjuk Teknis/Juknis Pengisian Blangko Ijazah Tahun Pelajaran 2016/2017
Petunjuk teknis pengisian blanko ijazah 2017 atau juknis penulisan ijazah 2016/2017 ini untuk semua jenjang, SD,SDLB, Paket A, SMP, SMPLB, Paket B, serta SMA, SMLB, SMK dan Paket C, Terdapat tiga jenis Ijazah yaitu; Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, Ijazah untuk sekolah yang menggunakan 2013, dan Ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka.

Contoh Kode Blangko
Kode Keterangan
DN-01 Ma/13 0000001 Kurikulum 2013
DN-01 Ma/06 0000001 Kurikulum 2006
DN-01 Ma/SPK 0000001 SPK

Baca juga

Ijazah 2017 didasari pada aturan
Peraturan Mendikbud No. 14 Tahun 2017
Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Lampiran Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017

PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN MUKA
1. BLANGKO IJAZAH SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, dan SPK.
a. Angka 1 diisi dengan nama sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur
b. Angka 2 diisi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional yang menerbitkan Ijazah.
c. Angka 3 diisi dengan nama kabupaten/kota*)
*) coret salah satu yang tidak sesuai
d. Angka 4 diisi dengan nama provinsi.
e. Angka 5 diisi dengan nama siswa pemilik Ijazah menggunakan huruf (KAPITAL). Nama harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
f. Angka 6 diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa pemilik Ijazah. Tempat dan tanggal lahir harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
g. Angka 7 diisi dengan nama orang tua/wali siswa pemilik Ijazah.
h. Angka 8 diisi dengan nomor induk siswa pemilik Ijazah pada sekolah yang bersangkutan seperti tercantum pada buku induk.
i. Angka 9 diisi dengan nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak oleh sistem di Kemendikbud.
j. Angka 10 diisi dengan nomor peserta Ujian Nasional terdiri atas 14 (empat belas) digit sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). 1 (satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 (dua) digit berisi informasi tahun, 2 (dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2 (dua) digit berisi informasi kode Kabupaten/Kota, 3 (tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi. Khusus Untuk Ijazah SD dan SDLB, angka 10 diisi dengan nomor peserta ujian sekolah.

Kami sertai contoh pengisian Ijazah 2017
Ijazah 2017 didasari pada aturan
Peraturan Mendikbud No. 14 Tahun 2017
Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Lampiran Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
DOWNLOAD

Contoh Ijazah Kurikulum 2013 dan KTSP Tahun Pelajaran 2016/2017 dari Kemdikbud
Contoh Ijazah 2016/2017 untuk SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, SPK, Paket A, Paket B, dan Paket C diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Terdapat tiga jenis Ijazah yaitu; Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, Ijazah untuk sekolah yang menggunakan 2013, dan Ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka.

Contoh Kode Blangko
Kode Keterangan
DN-01 Ma/13 0000001 Kurikulum 2013
DN-01 Ma/06 0000001 Kurikulum 2006
DN-01 Ma/SPK 0000001 SPK

Baca Juga
Juknis Penulisan Ijazah 2016/2017
Contoh SHUN Tahun 2017

Ijazah 2017 didasari pada aturan
Peraturan Mendikbud No. 14 Tahun 2017
Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Lampiran Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Kami sertai contoh pengisian Ijazah 2017

DOWNLOAD

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Penerus Guru Pembelajar Tahun 2017
Pada tahun 2017, Ditjen GTK mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan/PKB yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (komunitas GTK).

Pemberdayaan komunitas GTK, dalam hal ini Pusat Kegiatan Gugus/Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK)/Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), merupakan salah satu prioritas Ditjen GTK. Oleh karena itu dalam rangka pemberdayaan komunitas GTK, Ditjen GTK melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dalam hal ini Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan

Partisipasi peserta dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini sangat penting karena dapat mengembangkan keterampilan instruksional dan pengetahuan terhadap konten pembelajaran yang bersangkutan. Melalui sumber belajar dalam berbagai bentuk dan referensi yang tersedia di sistem PKB, peserta dapat mengikuti pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan materi pembelajaran yang disajikan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam 3 (tiga) moda, yaitu
(1) Tatap Muka;
(2) Daring Murni (full online learning);
dan (3) Daring Kombinasi (kombinasi daring dan tatap muka (blended learning)

Klasifikasi moda tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Peta kompetensi guru berdasarkan hasil UKG 2. Jumlah guru yang sangat besar  3. Letak geografis dan distribusi guru diseluruh Indonesia
4. Ketersediaan koneksi internet
5. Tingkat literasi guru dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
6. Efisiensi biaya dan fleksibilitas pembelajaran
7. Adanya beberapa unsur mata pelajaran (misalnya pelajaran vokasi) yang sulit untuk disampaikan secara daring.

Persyaratan Peserta pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan mewajibkan peserta untuk menyelesaikan setidaknya 2 (dua) kelompok kompetensi yang nilainya paling rendah dalam satu tahun program berjalan dan atau 2 (dua) modul prioritas yang sudah ditentukan dengan moda yang ditentukan oleh penyelenggara Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada kurun waktu 1 (satu) tahun.

Guru yang akan mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah guru yang:
1. Profil hasil UKG-nya menunjukkan terdapat 3 (tiga) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi yang nilainya di bawah KCM (65). Jika guru tersebut belum melakukan UKG atau telah melakukan UKG namun dengan mata pelajaran/paket keahlian/jenjang yang tidak sesuai, maka guru tersebut diwajibkan untuk melakukan tes awal dengan menggunakan sistem UKG.

2. Terdaftar di dalam Komunitas GTK pada Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

3. Berada di wilayah yang tersedia akses/jaringan internet (khusus untuk peserta yang mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring dan daring kombinasi).
DOWNLOAD

Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Sekolah
Penguatan pendidikan karakter /PPK, perlu  mempergunakan sarana yang sudah ada dan memiliki indikator yang jelas, terukur, dan objektif tentang penguatan pendidikan karakter. Evaluasi  praksis pemanfaatan peraturan sekolah tentang kehadiran dibutuhkan agar  peraturan ini dapat menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik.

Gerakan PPK berfokus pada struktur yang sudah ada dalam sistem pendidikan nasional. Terdapat tiga struktur yang dapat digunakan sebagai wahana, jalur, dan medium untuk memperkuat pendidikan
karakter bangsa, yaitu:
Pertama, Struktur Program, antara lain jenjang dan kelas, ekosistem sekolah, penguatan kapasitas guru;
Kedua, Struktur Kurikulum, antara lain kegiatan pembentukan karakter yang  terintegrasi dalam pembelajaran  (intrakurikuler), kokurikuler,dan  ekstrakurikuler;
Ketiga, Struktur Kegiatan,antara lain berbagai program dan kegiatan yang  mampu mensinergikan empat dimensi pengolahan karakter dari Ki Hadjar Dewantara (olah raga, olah pikir, olah rasa, dan olah hati).

Baca juga Modul Penguatan Pendidikan Karakter

PPK di sekolah. Indikator yang  dimasukkan dalam aspek ini adalah :
  • sinkronisasi PPK dengan tata tertib sekolah/kelas,
  • infusi nilai PPK dalam Kurikulum (intra-,ko-, dan  ekstra-),
  • infusi nilai PPK Dukungan Regulasi (tata tertib),
  • infusi nilai PPK dalam visi misi,
  • infusi nilai PPK dalam program,
  • infusi nilai PPK pada budaya sekolah, dan
  • sosialisasi, koordinasi dan  integrasi program sekolah.
Selain peraturan tentang kedisplinan, sekolah juga perlu mengadakan evaluasi atas  peraturan-peraturan lain, untuk melihat apakah peraturan sekolah yang  ada  telah  mampu membentuk karakter peserta didik atau justru  malah melemahkannya. Upaya  telaah, analisis,  dan   revisi  pada berbagai bentuk aturan ini sangat penting dalam rangka menghadirkan kultur  pembentukan dan  penguatan karakter yang  mendorong peserta didik menjadi pembelajaran otentik,  dimana peserta didik dapat belajar dari  pengalaman yang   mereka  lalui/rasakan  sesuai dengan  tahapan perkembangan masing-masing.

Dalam upaya pelaksanaan PPK berbasis budaya sekolah, sekolah dapat membuat atau  merevisi peraturan dan  tata  tertib  sekolah secara bersama-sama  dengan  melibatkan semua  komponen sekolah  yang terkait.  Dengan demikian, semangat  menegakkan peraturan tersebut semakin besar karena dibangun secara bersama.

Pengembangan Tradisi Sekolah
Satuan pendidikan dapat mengembangkan PPK berbasis budaya sekolah dengan memperkuat tradisi yang  sudah dimiliki oleh  sekolah. Selain mengembangkan yang  sudah baik, satuan pendidikan tetap perlu mengevaluasi dan  merefleksi diri, apakah tradisi yang  diwariskan dalam satuan pendidikan tersebut masih relevan dengan kebutuhan dan kondisi melalui  berbagai kegiatan. Kegiatan ekskul  dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak lain/lembaga yang relevan, seperti PMI, Dinas  Kelautan  dan   Perikanan,  Dinas  Perdagangan, museum, rumah budaya, dan  lain-lain, sesuai dengan kebutuhan dan  kreativitas satuan pendidikan.

Kisi Kisi Materi PLPG Tahun 2017 Mapel Guru Kelas SD
PLPG 2017 dalam kisi kisi PLPG 2017 untuk sertifikasi guru tahun 2017 pada Sekolah Dasar ini kami bagikan lebih awal untuk persiapan rekan guru semua dalam mengikuti PLPG 2017 khususnya pada guru sekolah dasar.

Seperti sebelumnya kami sudah bagikan Materi PLPG 2017 untuk Guru SD serta bagi rekan guru yang sedang atau akan mengikuti UTN ujian tulis nasional bisa diunduh disini contoh soal UTN dan kunci jawaban

Dengan persiapan terbaik bagi rekan guru sangat mungkin akan lebih mudah dalam memenuhi target kelulusan sertifikasi guru yang minimal nilai UTN 80, tentunya target ini harus dicapai agar sertifikat pendidik bisa di terima, sehingga bisa menjadi guru yang benar-benar profesional.

Berikut kami bagikan kisi-kisi materi PLPG Tahun 2017 Guru Sekolah Dasar 027.
DOWNLOAD

Untuk mata pelajaran lainnya silahkan unduh di laman yang kami sematkan klik Disini

Perangkat Akreditasi Tahun 2017 SD/SMP/SMA Ada Perubahan
Perangkat akreditasi tahun 2017 ini sedikit mengalami perubahan, Akreditasi sekolah/madrasah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan profesional.

Secara substansi mungkin masih sama yaitu menilai 8 standar nasional pendidikan tetapi dalam jumlah butir yang diakreditasi banyak yang berkurang.

Kriteria Status Akreditasi dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi

Sekolah/Madrasah dinyatakan terakreditasi, apabila :

1. Memperoleh Nilai Akhir Hasil Akreditasi sekurang-kurangnya 71.

2. Memperoleh Nilai Komponen Standar Sarana dan Prasarana tidak kurang dari 61.

3. Tidak ada Nilai Komponen Standar di bawah 50.

Sekolah/Madrasah dinyatakan tidak terakreditasi jika sekolah/madrasah tidak memenuhi kriteria di atas.

Baca juga
POS Akreditasi Tahun 2017

Pemeringkatan Hasil Akreditasi

Pemeringkatan akreditasi dilakukan jika hasil akreditasi memenuhi kriteria status akreditasi sekolah/madrasah yang terakreditasi memperoleh peringkat akreditasi sebagai berikut :

1. Peringkat Akreditasi A (Unggul) jika sekolah/madrasah memperoleh Nilai Akhir Akreditasi (NA) sebesar 91 sampai dengan 100 (91≤NA≤100).
2. Peringkat Akreditasi B (Baik) jika sekolah/madrasah memperoleh Nilai Akhir Akreditasi sebesar 81 sampai dengan 90 (81≤NA≤90).
3. Peringkat Akreditasi C (Cukup) jika sekolah/madrasah memperoleh Nilai Akhir Akreditasi sebesar 71 sampai dengan 80 (71≤NA≤80).
Sekolah Tidak Terakreditasi
Sekolah/Madrasah yang tidak terakreditasi adalah yang mendapat nilai akhir :
1. 61 sampai dengan 70 (61≤NA≤70) dengan peringkat akreditasi D (Kurang)
2. 0 sampai dengan 60 (0≤NA≤60) dengan peringkat akreditasi E (Sangat Kurang)
Bahan diambilkan dari presentasi Perangkat Akreditasi tahun 2017

Perangkat Akreditasi SD/MI 2017
Perangkat Akreditasi SMP/MTS 2017
Perangkat Akreditasi SMA/MA 2017


Materi PLPG Tahun 2017 Semua Mata Pelajaran Untuk Guru Sekolah Dasar
PLPG 2017 untuk sertifikasi guru merupakan bagian pelatihan yang di dalam nya untuk menjaring guru-guru tersertifikasi sebagai bentuk ke profesionalan akan proesi guru yang di tandai dengan sertifikat pendidik, meski diketahui pada tahun ini grade kelulusan cukup tinggi jika dibanding tahun-tahun sebelum nya.

Modul berikut ini untuk PLPG Tahun 2017, Semua mata pelajaran bagi guru sekolah dasar,
Mata Pelajaran

PKN
BAB-I-KEDUDUKAN-PANCASILA-BAGI-BANGSA-INDONESIA-DAN-PENGEMBANGAN-SIKAPDAN-PERILAKU-POSITIF-DALAM-PEMBELAJARAN-PKn

BAB-II-KONSEP-DAN-PRINSIP-KEPRIBADIAN-NASIONAL-DEMOKRASI-KOSTITUSIONAL-INDONESIA-SEMANGAT-KEBANGSAANCINTA-TANAH-AIR-SERTA-BELA-NEGARA

BAB-III-HAK-ASASI-MANUSIA-DAN-PENEGAKAN-HUKUM-DI-INDONESIA


BAB-IV-PENGERTIAN-DAN-PRINSIP-KEWARGANEGARAAN-SERTA-NILAI-MORAL-DAN-NORMA-DALAM-MASYARAKAT

Bahasa Indonesia

BAB-I-Hakikat-Bahasa-dan-Pemerolehan-Bahasa 

BAB-II-DASAR-DASAR-DAN-KAIDAH-BAHASA-INDONESIA-SEBAGAI-RUJUKAN-PENGGUNAAN-BAHASA-INDONESIA-YANG-BAIK-DAN-BENAR

BAB-III-KETERAMPILAN-BERBAHASA-INDONESIA

BAB-IV-Teori-dan-Apresiasi-Bahasa-Indonesia

Matematika
BAB-I-BILANGAN
BAB-II-ALJABAR
BAB-III-GEOMETRI
BAB-IV-PENGUKURAN
BAB-V-STATISTIKA

IPA
BAB-I-GEJALA-ALAM-BIOTIK-DAN-ABIOTIK

BAB-II-KONSEP-DAN-HUKUM-IPA-DALAM-BERBAGAI-KEHIDUPAN-SEHARI-HARI

IPS
BAB-I-RUANG-LINGKUP-DAN-PENGERTIAN-IPS-SERTA-KONSEP-DASAR-ILMU-SOSIAL

BAB-II-KETERAMPILAN-DASAR-DAN-NILAI-DALAM-IPS

Materi Pedagogik PLPG Sertifikasi Guru Tahun 2017
Materi modul PLPG 2017 berikut ini kami bagikan sebagai bahan pembelajaran Modul Additional Pedagogik Sertifikasi Guru tahun 2017, Pedagogik merupakan ilmu yang membahas pendidikan, yaitu ilmu pendidikan anak. Jadi pedagogik menjelaskan tentang seluk beluk pendidikan anak. Sedangkan bagi orang dewasa ilmu pendidikan yang mengkajinya di sebut "andragogi". Pedagogik merupakan teori pendidikan anak.

Pedagogik sebagai ilmu sangat dibutuhkan oleh guru Khususnya guru taman-kanak-kanak dan Guru Sekolah Dasar karena mereka akan berhadapan dengan anak-anak yang belum dewasa. Tugas guru bukan hanya mengajar, mentransformasikan pengetahuan kepada anak-anak di sekolah, melainkan guru mengemban tugas untuk mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terpadu.

Guru mengembangkan sikap mental anak, mengembangkan hati nurani atau kata hati anak, sehingga ia (anak) akan sensitif terhadap masalah-masalah kemanusiaan, harkat derajat manusia, menghargai sesama manusia. begitu juga guru harus mengembangkan keterampilan anak, keterampilan hidup di masyarakat sehingga ia mampu untuk menghadapi segala permasalahan hidupnya.

Baca juga
Contoh soal UTN dan Jawaban PLPG Tahun 2017
Materi PLPG Semua mata pelajaran

Materi yang dibahas dalam sumber belajar ini tertuang dalam 8 kegiatan belajar
sebagai berikut ini.
  • Kegiatan Belajar 1 : Karakteristik Siswa
  • Kegiatan Belajar 2 : Teori Belajar
  • Kegiatan Belajar 3 : Kurikulum 2013
  • Kegiatan Belajar 4 : Desain Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 5 : Media Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 6 : Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 7 : Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 8 : Refleksi Pembelajaran dan PTK
Satu paket unduhan klik DOWNLOAD ini

Contoh Soal UTN PLPG Lengkap dengan Kunci Jawaban
Soal Ujian tulis nasional (UTN) PLPG untuk sertifikasi guru ini kami lengkapi dengan kunci jawaban diambil dari kisi-kisi dan materi PLPG baik profesional maupun pedagogik, kumpulan soal ini bisa dijadikan referensi bagi yang sedang mengikuti PLPG untuk sergur atau sertifikasi guru maupun yang gagal dalam uji soal UTN pertama dan harus mengulangnya.
Baca Kisi-Kisi PLPG 2017

UJI TULIS NASIONAL (UTN) :
1. UTN dilaksanakan secara daring (dalam jejaring/online) dan diikuti oleh peserta yang telah lulus PLPG.
2. Soal Ujian Tulis Nasional (UTN) dikembangkan secara nasional di bawah kendali KSG.
3. Soal UTN disusun dalam bentuk tes objektif pilihan ganda 4 (empat) opsi dengan mempertimbangkan HOTS minimal level C4 dan mengacu pada kisi-kisi UTN yang telah ditetapkan.
4. Durasi waktu pelaksanaan UTN selama 120 menit dengan jumlah butir menyesuaikan durasi waktu tersebut. apa itu ujian tulis nasional? nilai kelulusan UTN dalam plpg
5. UTN dapat dilaksanakan di LPTK Penyelenggara atau tempat uji kompetensi (TUK) setelah peserta dinyatakan lulus ujian akhir PLPG.

Baca juga
Cara cek data peserta sertifikasi guru 
Panduan pendaftaran belajar mandiri di sertifikasi guru
Materi Pedagogik PLPG Tahun 2017

6. Nilai batas minimal kelulusan UTN adalah 80.
7. Peserta yang telah memenuhi batas minimal kelulusan UTN berhak mendapat sertifikat pendidik.
8. Peserta yang belum memenuhi batas minimal kelulusan UTN diberikan kesempatan mengulang UTN pada tahun berikutnya sebanyak 4 kali dalam waktu 2 tahun setelah melaksanakan peningkatan kompetensi secara mandiri.
9. Ujian ulang UTN/UKG dilaksanakan di tempat uji kompetensi (TUK) yang ditetapkan Pemerintah.
10. Guru yang dinyatakan lulus PLPG dan memiliki skor UKG 2015 ≥ 80, tidak menempuh UTN/UKG dan langsung diberikan sertifikat pendidik.

Soal-soal UTN/UKG ini akan sangat diperlukan oleh bapak ibu/guru sebagai sarana latihan, silahkan unduh pada link yang kami sematkan dibawah ini.
DOWNLOAD

SKHU 2017 Kurikulum 2013 Dan KTSP Dilengkapi Nilai Cetak Ijazah Sementara
Aplikasi SKHU atau SKHUS tahun pelajaran 2016/2017 dalam bentuk aplikasi berbasis excel ini memuat SKHU SD Kurikulum 2013 maupun KTSP, apakah berbeda sekolah pelaksana kurikulum 2013 dengan sekolah pelaksana KTSP SKHU nya, tentu saja sesuai juknis penulisan Ijazah tahun 2017, Perbedaan tersebut tak hanya format atau bentu namun juga cara pengisian, sebagai berikut.

Cara Pengisian Aplikasi SKHU Tahun 2017....
1. Isi  identitas sekolah dan siswa  dengan lengkap dan benar
2. Isi pula nilai minimal dan rata2 minimal nilai US (POS US 2017)
3. Isi nilai rapor dan nilai ujian sekolah dengan rentang nilai 0 - 100 (Juknis Pengisian Ijazah 2017 Balitbang)

Baca Juga Aplikasi SKHU 2017 3 Mapel Dengan Surat Keterangan Kelulusan
a. Sekolah yang menggunakan K 2006 mengisi rapor semester 7 s.d. 12 (Juknis Pengisian Ijazah 2017 Balitbang)
b. Sekolah yang menggunakan K 2013 mengisi nilai rapor semester 11 dan 12 (Juknis Pengisian Ijazah 2017 Balitbang)
4. Isi nilai perilaku/sikap siswa dengan cara klik pilihan yang tersedia (Sangat Baik, Baik, Cukup, Perlu Bimbingan) (POS US 2017)

Hasil dari Aplikasi SKHU 2017 ini

SKHU KTSP
SKHU KURIKULUM 2013
SKHU 3 MAPEL UTAMA
IJAZAH SEMENTARA DEPAN
DAN NILAI IJAZAH  BELAKANG
DOWNLOAD

Aplikasi SKHU 2017 Lengkap dengan Surat Keterangan Kelulusan
Aplikasi SKHU Tahun 2017, Pada tahun pelajaran 2016/2017 SKHUS, Surat keterangan hasil ujian sekolah ini, terdiri dari SKHU 3 dan 4 Mapel dan SKHU semua mata pelajaran, jadi silahkan pilih, kemudian tak cukup sampai disitu, aplikasi skhu 2017 ini kami lengkapi dengan surat keterangan kelulusan siswa yang dibagikan pula saat pengumuman kelulusan sehingga tak perlu membuat lagi.

SKHU/SHU ini bersifat flexible artinya ketentuan dalam pengolahan nilai ketentuan 60-40 maupun 70-30 seperti ketentuan dalam Juknis Penulisan Ijazah Tahun 2016/2017 bisa di setting secara manual pada bagian depan aplikasi sesuai kemauan yang melakukan input data.

Baca juga Aplikasi analisis Try Out Ujian Sekolah (US)
Aplikasi SKHU Kurikulum 2013 dan KTSP plus Ijazah Sementara

Daftar menu.
Data Sekolah dan kriteria kelulusan (bisa disesuaikan)
Biodata Siswa
Nilai Ujian Sekolah
Cek Hasil Nilai Ujian Sekolah
Print daftar laporan sekolah untuk laporan 4 Mapel
Print daftar laporan nilai semua Mapel (SKHU)
Print Pengumuman Kelulusan
DOWNLOAD

Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK
Sistem verifikasi dan validasi individu GTK atau guru dan tenaga kependidikan juga bisa cetak kartu Identitas GTK setelah kita berhasil login dari cara pendaftaran yang telah ditentukan oleh PDSP Kemdikbud,  Atribut GTK (Verval GTK) yang bermuara pada data pokok pendidikan atau Dapodik, akun login ini milik individu, yang diantaranya memuat data sebagai berikut:

1. Data Pendidikan Formal
2. Data Golongan /Kepangkatan
3. Data Jabatan Struktural
4. Data Jabatan Fungsional
5. Data Sertifikasi
6. Data Pekerjaan
7. Ringkasan Data.

KARTU IDENTITAS GTK
Perubahan master
Riwayat Perubahan master

Baca Juga Kartu NUPTK dan NRG 

Cara Pendaftaran Sistem verifikasi dan validasi individu GTK

Klik link berikut ini. Daftar Sistem verifikasi dan validasi individu GTK
Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK
Klik mendaftar akun, setalah muncul tampilan isi nama user, email yg aktif yang ada dan telah diinputkan di aplikasi dapodik pada menu penugasan itu sangat di sarankan. isi secara lengkap data, jangan lupa uploadkan data pendukung berupa scan KTP yang sudah di compress ukuran dan terbaca dengan baik hasilnya.
Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK
Setelah berhasil daftar tunggu email konfirmasi pada email yang telah kita daftar kan. jika sudah ada konfirmasi pendaftaran diterima alias berhasil, maka login dan lihat data-data kita, secara lengkap tiap menu.

  • 1. Data Pendidikan Formal
  • 2. Data Golongan /Kepangkatan
  • 3. Data Jabatan Struktural
  • 4. Data Jabatan Fungsional
  • 5. Data Sertifikasi
  • 6. Data Pekerjaan
  • 7. Ringkasan Data.
Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK
Gunakan menu KARTU IDENTITAS GTK jika ingin mencetak kartu identitas GTK di Sistem verifikasi dan validasi individu GTK...
seperti berikut.
Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK

Dasar Hukum Perlindungan Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Telah Terbit
Maraknya kriminalisasi terhadap guru nampak salah satu hal yang mendasari Permendikbud no 10 tahun 2017 ini lahir,  Perlindungan merupakan upaya melindungi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang menghadapi permasalahan terkait pelaksanaan tugas. (2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perlindungan: a. hukum; b. profesi; c. keselamatan dan kesehatan kerja; dan/atau  d. hak atas kekayaan intelektual.

Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a mencakup perlindungan terhadap: a. tindak kekerasan; b. ancaman; c. perlakuan diskriminatif; d. intimidasi; dan/atau  e. perlakuan tidak adil, dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, Masyarakat, birokrasi, dan/atau pihak lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Perlindungan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b mencakup perlindungan terhadap:
a. pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. pemberian imbalan yang tidak wajar;
c. pembatasan dalam menyampaikan pandangan;
d. pelecehan terhadap profesi; dan/atau
e. pembatasan atau pelarangan lain yang dapat menghambat Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam melaksanakan tugas.
DOWNLOAD

Cara Cek Data Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2017 Link Baru
Cara cek data peserta sertifikasi guru tahun 2017 atau sergur 2017, Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor  296/M/KPT/2016  tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan Melalui Program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru

Cara pengecekkan data sergur 2017 masuk pada link dibawah ini.
Cara Cek Data Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2017 Link Baru
Pilih Daftar Peserta atau Calon Peserta.
Masukkan 16 Digit NUPTK
Cara Cek Data Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2017 Link Baru
Setelah dimasukkan klik ikon search logo lup disamping kanan, lihat hasilnya.

Permendikbud Nomor 29 Tahun 2016 tentang  Sertifikasi Bagi Guru yang Diangkat Sebelum Tahun 2016. Pasal 6 ayat (5) menyatakan bahwa “Guru dinyatakan lulus UKG pada akhir PLPG apabila memperoleh nilai paling rendah 80”

  • Guru terdaftar dalam DAPODIK
  • Memenuhi syarat adminsitrasi
  • Skor UKG minimal 55 (bagi guru yang diangkat mulai tahun 2006)

POS dan Instrumen Pelaksanaan Akreditasi Sekolah Tahun 2017
POS Prosedur Operasional Standar Akreditasi yang ada di tangan pembaca berisi langkah-langkah dan mekanisme Akreditasi sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas baik proses maupun hasil. Selamat membaca. Saran, kritik, dan masukan dari pembaca sangat diperlukan dan bermanfaat untuk peningkatan kualitas dan pelayanan Akreditasi.

Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) menetapkan tagline baru: akreditasi bermutu untuk pendidikan bermutu. Tagline baru tersebut dimaksudkan untuk memperkuat dan mengaktualisasikan moto BAN- S/M: profesional, tepercaya, dan terbuka. Setelah mulai mendapatkan pengakuan masyarakat, BAN-S/M senantiasa berusaha menjadikan dirinya sebagai institusi penjaminan mutu pendidikan.

Akreditasi bermutu untuk pendidikan bermutu memiliki empat pilar. Pertama, perangkat yang bermutu. BAN-S/M berusaha menyempurnakan Perangkat Akreditasi sebagai alat penilaian mutu pendidikan yang valid dan realiable dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan-peraturan yang terkait. Perangkat yang bermutu terdiri atas Instrumen, Petunjuk Teknis, Data dan Informasi Pendukung serta Teknik Penskoran. Perangkat Akreditasi disusun dengan bahasa yang mudah dan sederhana sehingga tidak menimbulkan salah pengertian dan perbedaan pendapat antara sekolah/madrasah dengan asesor.

Perangkat disusun dengan lebih sederhana sehingga memudahkan sekolah/madrasah dalam mempersiapkan akreditasi dan pada saat visitasi. Perangkat Akreditasi dapat diakses melalui website BAN-S/M atau BAP-S/M, Dinas Pendidikan, Kantor  Kementerian  Agama  (Kemenag)  RI,  dan  media  lainnya sehingga dapat dipelajari.

POS AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH 2017 PDF
POS AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH 2017 DOC
PERANGKAT DAN INSTRUMEN AKREDITASI SD/MI 2017
PERANGKAT DAN INSTRUMEN AKREDITASI SMP/MTS 2017


Inilah Tiga Agenda Kurikulum 2013 Di Tahun 2017/2018
Tahun 2017, implementasi kurikulum 2013 (K-13) memasuki tahun ke-4. Di jenjang Sekolah Dasar (SD), pada tahun 2016, K-13 telah dilaksanakan di 37.034 sekolah. Pada Tahun 2017/2018, Kemendikbud menargetkan sekolah yang mengimplementasikan K-13 sebanyak 35% sekolah sasaran baru atau sebanyak 52.572 sekolah, sehingga diharapkan sebanyak 60% dari seluruh SD telah menerapkan K-13 (Kemdikbud, 2017).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, pada saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pengembang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Tingkat Provinsi tanggal 14 Maret 2017 di Hotel Allium Tangerang, mengatakan bahwa ada 3 hal penting yang menjadi agenda atau fokus dalam implementasi K-13, yaitu (1) penguatan pendidikan karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad 21.

Penguatan Pendidikan Karakter

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak lepas dari program Nawa Cita yang menjadi visi Presiden Joko Widodo. Ada 5 nilai yang menjadi fokus PPK, yaitu nasionalis, integritas, mandiri, gotong rotong, dan religius. Penjabaran dari nasionalis seperti; cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan menghargai kebhinekaan. Penjabaran dari nilai integritas seperti; kejujuran, keteladanan, kesantunan, dan cinta pada kebenaran.

Penjabaran dari nilai mandiri seperti; kerja keras, disiplin, kreatif, berani, dan pembelajar. penjabaran dari nilai gotong royong seperti; kerjasama, solidaritas, saling menolong dan kekeluargaan. Adapun penjabaran dari nilai religius seperti; beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bersih, toleransi, dan cinta lingkungan. Orang tua, guru, masyarakat, dan para pemegang kebijakan tentunya dapat mengembangkan penjabaran nilai-nilai lainnya sepanjang relevan dengan lima nilai yang menjadi fokus PPK.

Karena bangsa-bangsa hebat dan maju di dunia ini pada umumnya berkarakter kuat, seperti pekerja keras, disiplin, jujur, berintegritas, memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia, sebagai salah satu bangsa terbesar di dunia perlu juga diperkuat karakternya agar dapat menjadi bangsa yang maju, beradab, dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta dalam rangka mempersiapkan generasi emas tahun 2045.

Pendidikan karakter disamping mengacu kepada Nawa Cita yang digulirkan presiden Joko Widodo, juga merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 3 disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Hamid Muhammad menyampaikan bahwa PPK meliputi pada tiga hal. Pertama, penguatan kejujuran dan integritas. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang jujur dan berintegritas. Faktanya pada pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. Pendidikan yang tinggi tidak selalu identik dengan kejujuran. Keserakahan menjadi faktor utama terjadinya di kalangan orang pendidikan memiliki jabatan di lembaga-lembaga pemerintahan. Justru banyak orang yang berpendidikan rendah dan miskin jujur. Walau mereka kondisinya miskin, tapi hatinya kaya, masih memiliki nurani, memiliki rasa takut dan malu yang tinggi.

Kedua, penguatan sikap yang berkaitan dengan kinerja. Bangsa Indonesia dikenal kurang menghargai waktu dan kurang disiplin. Hal ini dapat kita lihat perilaku warga masyarakat di jalan raya. Pelaksanaan rapat yang sering terlambat karena peserta banyak yang terlambat hadir alias jam karet, terlalu banyak membuang waktu memperdebatkan yang kurang penting sehingga kurang produktif.

Ada pribahasa Inggris yang mengatakan bahwa waktu adalah uang. Begitu pun dalam ajaran agama Islam diingatkan tentang kerugian bagi orang yang menyia-nyiakan waktu. Dalil Al Qur’annya banyak dibaca, tetapi belum benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Urusan disiplin justru bangsa Indonesia harus banyak mencontoh kepada negara Jepang dan Korea selatan yang sangat menghargai waktu dan produktivitasnya tinggi.

Ketiga, penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dikuatkan kembali. Hal ini bertujuan agar semangat untuk mencintai negeri sendiri semakin tumbuh dan kuat di tengah derasnya pengaruh budaya asing (barat) yang masuk ke Indonesia. Implementasi nilai-nilai religi, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan perlu ditanamkan, dikembangkan, dan dikokohkan kepada seluruh bangsa Indonesia.

Hamid Muhammad juga menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi dalam implementasi K-13 sehingga perlu benar-benar diinternalisasikan dalam pembelajaran. Dan tentunya guru adalah sosok kunci yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam implementasinya. Selain itu, perlu diciptakan suasana yang kondusif dalam PPK di sekolah. Hal yang paling utama adalah adanya keteladanan dari Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan.

Unduh Modul Penguatan Pendidikan Karakter Hasil Pelatihan

Penguatan Budaya Literasi

Selain Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pada kurikulum 2013 juga ditekankan tentang penguatan budaya literasi. Sebagaimana diketahui bahwa minat baca Indonesia masih rendah. Sebuah survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Survei dilakukan sejak 2003 hingga 2014. Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang puas di posisi 61. Sedangkan Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia, di posisi 59. (Media Indonesia, 30/8/2016).

Data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca. Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Keprihatinan kita makin bertambah jika melihat data UNDP yang menyebutkan angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen. Sebagai pembanding, di Malaysia angka melek hurufnya 86,4 persen (Republika, 15/12/2014).

Berdasarkan hal tersebut di atas, sejak tahun 2015 melalui penerbitan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Gerakan Literasi menjadi salah satu bentuk penumbuhan budi pekerti di sekolah. Salah satu bentuknya adalah pembiasaan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa.

Budaya literasi juga ditumbuhkan melalui integrasi dalam pembelajaran, utamanya dalam penerapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang dikenal dengan 5M. Skenario pembelajaran juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan penilaian hasil belajar pada level kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill/HOTS) siswa di mana arahnya pada menemukan dan menyelesaikan masalah. Hal tersebut tentunya harus tergambar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru.

Literasi pada jenjang SD harus diperkuat, karena SD adalah fondasi dalam pendidikan siswa. Literasi merupakan pintu gerbang untuk menguasai materi pelajaran. Di kelas rendah (I-III) diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang notabene merupakan literasi yang paling mendasar.

Literasi secara sederhana diartikan sebagai keberaksaraan. Dalam perkembangannya, literasi bukan hanya diidentikkan dengan kemampuan calistung, tetapi juga pada aspek yang lain seperti kemampuan memilih dan memilah informasi, berkomunikasi, dan bersosialisasi dalam masyarakat. UNESCO tahun 2003 menyatakan bahwa “Literasi lebih dari sekedar membaca dan menulis. Literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.”

Walau pengertian literasi sudah berkembang, aktivitas membaca dan menulis merupakan hal yang paling mendasar dalam literasi. Mengapa demikian? Karena memilih dan memilah informasi tentunya dilakukan dengan membaca. Dan aktivitas membaca hanya dilakukan jika ada bacaan yang notabene karya para penulis.

Lihat Contoh Program Literasi Sekolah Rancangan Seimbang Strategi Pembelajaran

Pembelajaran Abad 21

Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. Pertama, kemampuan berpikir kritis (critical thinking skill). Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek.

Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersama-sama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.

Kedua, kreativitas (creativity). Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun peran atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi acara menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya anak-anak didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa kini agar siswa merasa dihargai.

Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, karena pada dasarnya setiap siswa adalah unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa manusia memiliki kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.

Ketiga, komunikasi (communication). Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan Wikipedia dinyatakan bahwa komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.

Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi memerlukan seni, harus tahu dengan siapa berkomunikasi, kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi, dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi bisa dilakukan baik secara lisan, tulisan, atau melalui simbol yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi dilakukan pada lingkungan yang beragam, mulai di rumah, sekolah, dan masyarakat. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan hubungan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber masalah ketika terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Komunikasi yang berjalan dengan baik tidak lepas dari adanya penguasaan bahasa yang baik antara komunikator dan komunikan.

Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon penjelasan guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat, hal tersebut adalah merupakan sebuah komunikasi.

Keempat, kolaborasi (collaboration). Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.

Semoga implementasi kurikulum 2013 mencapai tujuan yang diharapkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dan melahirkan generasi bangsa yang memiliki kompetensi dari sisi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.* (Idris Apandi)

*Idris Apandi, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat.
Sumber Dikdas Kemdikbud

Cara Pengisian Aplikasi Dapotendik Lengkap Dengan Modul Panduan
Cara pengisian aplikasi Dapotendik ini untuk Pengawas, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Pustakawan, Laboratorium, Administrasi Sekolah kami sertakan dengan modul panduan, namun sebelum nya kita kenalkan lebih awal apa itu DAPO TENDIK atau data pokok tenaga kependdikan, Aplikasi Dapo Tendik ini merupakan aplikasi yang baru ini diperuntukkan untuk Pengawas, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, pustakawan, laboratorium, dan administrasi sekolah. Aplikasi Dapo Tendik ini untuk mengetahui data pokok tendik yang kami sebut diatas.

Adapun langkah awal untuk Mempunyai akun harus mendaftar terlebih dahulu di http://dapotendik.tendikdikdasmen.net/page/index.html , pilih belum punya akun bagi yang belum memiliki akun
Cara Pengisian Aplikasi Dapotendik Lengkap Dengan Modul Panduan
Untuk mendapatkan Token silahkan berkoordinasi dengan Operator atau persatuan pengawas di setiap Kabupaten/Kota masing-masing. isikan token dan pilih tendik. tutorial ini untuk pengawas sekolah. klik submit
Cara Pengisian Aplikasi Dapotendik Lengkap Dengan Modul Panduan
Jika login berhasil pilihan token sebagai tanda finish registrasi isi biodata dan simpan, Tampilan Beranda Aplikasi DapoTendik, Tabulasi pada Aplikasi ini adalah Biodata Tendik. Sekolah Binaan, dan Guru Binaan.. pilih salah satu untuk memulai pengisian datanya
Cara Pengisian Aplikasi Dapotendik Lengkap Dengan Modul Panduan
Tenaga kependidikan atau tendik selain pengawas pada intinya sama hanya data pokok saja yang berbeda, 

Alpeka BOS 2017 Versi Final Sesuai Permendikbud No 8 Tahun 2017
Aplikasi laporan pertanggung jawaban keuangan BOS tingkat sekolah (ALPEKA BOS Tahun 2017), permendikbud no 8 tahun 2017 memiliki cara yang sedikit berbeda dengan LPJ atau laporan pertanggung jawaban BOS sebelumnya, Alpeka BOS 2017 ini sudah sesuai dengan pedoman yang di edarkan Kemdikbud dalam laporan pertanggung jawaban dan SPPJ dan BOS 2017.

ALPEKA sangat membantu dalam membantu membuat laporan keuangan BOS. Dengan menggunakan ALPEKA maka sekolah bisa membuat format laporan BOS (K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7) secara otomatis. Sekolah tidak perlu lagi mengelompokan transaksi secara manual ke dalam 13 item :

Baca juga
Unduh Aplikasi RKAS Perubahan BOS Tahun 2017
Aplikasi SPJ dan SPPD BOS Tahun 2017

Cara penggunaan Alpeka BOS 2017
1. Pengembangan Perpustakaan
2. Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru
3. Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa
4. Kegiatan Ulangan dan Ujian
5. Pembelian bahan-bahan habis pakai
6. Langganan daya dan jasa
7. Perawatan sekolah
8. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer
9. Pengembangan profesi guru
10. Membantu siswa miskin
11. Pembiayaan pengelolaan BOS
12. Pembelian perangkat komputer
13. Biaya lainnya jika seluruh komponen 1 s.d 12 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS
Alpeka BOS 2017 Versi Final Sesuai Permendikbud No 8 Tahun 2017
Komponen BOS 2017

Saat ini menjadi 11 Komponen seperti gmbar diatas pada Juknis BOS 2017
DOWNLOAD
Dengan menggunakan ALPEKA, yang perlu anda lakukan hanya mengisi 4 sheet yang sudah disediakan yaitu :
1. rencana terima
2. rencana keluar
3. realisasi terima
4. realisasi keluar
Setelah 4 sheet tersebut terisi maka anda tinggal cetak format BOS K1 - K7 secara otomatis. 

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget