2017

PLPG 2017 Struktur Kurikulum Baru, 2 Bulan Belajar Online
Jika dibandingan dengan tahap prakondisi pada tahun 2016, tahap pembekalan materi tahun 2017 dilaksanakan secara terstrurktur dan disertai tagihan yang jelas. Tujuannya: agar peserta sebelum mengikuti datang ke LPTK untuk mengikuti PLPG tatap muka memiliki bekal pengetahuan yang memadai khususnya penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.

Bentuk pembekalan materi adalah peserta sertifikasi yang telah resmi masuk kuota diberi tugas untuk mempelajari secara mandiri dua buah sumber belajar yaitu sumber belajar pedagogik dan bidang studi sebelum PLPG.

Pada tahun 2017 pelaksanaan sertifikasi guru melalui PLPG mengalami perubahan struktur kurikulum: 
1. On(Pembekalan materi secara daring selama 2bulan)
2.  In(Tatap Muka, 100JP), meliputi: laporan hasil pembekalan, pendalaman materi, workshop, peer teaching, dan ujian akhir PLPG.
Persyaratan peserta, uji kompetensi dan syarat kelulusan sama dengan tahun 2016

1. Peserta mempelajari secara mandiri dua sumber belajar, yaitu   pedagogik dan bidang studi sesuai dengan mata pelajaran/bidang keahlian guru masingmasing.
2. Sumber belajar yang diperlukan untuk pembekalan materi dapat diunduh melalui laman: www.sertifikasiguru.id.
3. Lama waktu pembekalan materi 2 bulan sebelum mengikuti PLPG.
4. Setiap peserta mendapatkan pendampingan seorang instruktur sebagai mentor dari LPTK penyelenggaran (LPTK Rayon/subrayon).
5. Instruktur pendamping (mentor) pembekalan materi PLPG ditetapkan oleh LPTK Rayon/Subrayon dengan rasio 1 (satu) orang mentor mendampingi 1 (satu) kelompok peserta. Setiap kelompok peserta terdiri dari 10 orang.  Setiap mentor maksimal mendampingi 2 (dua) kelompok peserta.
6. Selama masa pembekalan materi PLPG, setiap peserta wajib membuat laporan kemajuan kepada instruktur pendamping (mentor) sebanyak 4 kali dengan format laporan yang telah ditentukan.
7. Pengiriman laporan kemajuan dilakukan secara daring (online) melalui Aplikasi Sertifikasi Guru (ASG)
8. Instruktur memberikan  masukan dan melakukan penilaian (formatif) terhadap setiap laporan kemajuan dari peserta. 9. Peserta wajib membuat laporan hasil pembekalan materi sebagai laporan akhir sesuai format yang telah ditentukan dan diserahkan pada saat registrasi di lokasi PLPG.

Tim Sertifikasi Guru Konsorsium Sertifikasi Guru Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017
DOWNLOAD SELENGKAPNYA

Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Profesional Untuk Guru Kelas
PLPG 2017 dalam materi modul kompetensi profesional guru sekolah dasar yang kami bagikan ini adalah sebagai wahana atau bahan dalam mengikuti sertifikasi guru tahun 2017, modul-modul bahan belajar untuk persiapan UTL atau pun UTN agar yang akan kami bagikan ini hanya meneruskan konten sertifikasi guru.id, dan sebelum nya kami beritahukan jika rekan guru ingin mengunduh modul kompetensi pedagogik 2017 Guru SD silahkan klik di bawah ini.

Baca Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Pedagogik

Sebagai bahan belajar PLPG 2017 modul-modul PLPG ini adalah semua mata pelajaran yang di ampu guru kelas.

Silahkan download pada link dibawah ini.

Modul PLPG Matematika SD 2017
Modul PLPG Bahasa Indonesia SD 2017
Modul PLPG IPS SD 2017
Modul PLPG IPA SD 2017
Modul PLPG PKn SD 2017

Modul Materi Pedagogik PLPG 2017 Untuk Guru Kelas SD
Materi PLPG 2017  Kompetensi Pedagogik untuk guru kelas Sekolah Dasar ini akan sangat bermanfaat, Sumber belajar ini secara khusus diperuntukkan bagi guru yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan kompetensi guru (PLPG) setelah menempuh Ujian Kompetensi Guru (UKG) atau sedang belajar mandiri secara individu atau dengan teman sejawat.

Dalam sumber belajar ini akan dibahas secara singkat 8 kegiatan pembelajaran dimana pada masing-masing kegiatan pembelajaran akan diberikan Tujuan, Indikator Pencapaian Kompetensi, Uraian Materi, Latihan, Umpan Balik dan Tindak Lanjut, serta Daftar Pustaka yang bisa dirujuk untuk mempelajari lebih jauh uraian materi yang telah diberikan.

Baca juga Modul Materi PLPG 2017 Kompetensi Profesional, IPA,IPS,PKN,Bahasa Indonesia

Materi yang dibahas dalam sumber belajar ini tertuang dalam 8 kegiatan belajar sebagai berikut ini.
BAB I: Karakteristik Siswa SD
BAB II: Teori Belajar
BAB III : Kurikulum 2013
BAB IV : Desain Pembelajaran
BAB V : Media Pembelajaran
BAB VI: Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran
BAB VII: Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran
BAB VIII : Refleksi Pembelajaran dan PTK
DOWNLOAD

Buku Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku siswa dan guru kurikulum 2013 yang di revisi pada kelas II sekolah dasar (SD) ini kami bagikan secara gratis bentuk softcopy sebagai bahan baik bagi guru maupun siswa dalam melaksanakan kurikulum 2013 di sekolah masing-masing, buku siswa maupun buku guru k13 pada jenjang kelas 2 ini kembali di revisi pada tahun 2017.

Tentunya buku kurikulum 2013 perbaikan ini lebih baik pada versi sebelumnya, dan buku kurikulum 2013 kelas 2 ini juga beriringan dengan

lihat juga Buku kelas 5 SD Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku guru dan siswa yang kami bagikan tidak untuk di gandakan, jika memang ingin lebih banyak tentunya harus beli di penerbit yg saudah direkomendasikan kemdikbud, buku ini hanya sekedar contoh dalam pembuatan pemetaan KD, baik penilaian dan pembuatan RPP sangat cocok untuk copy paste Kompetensi hingga tak perlu tulis ulang

Kelas II Tema 1 BG.pdf (11.7 MB)
Kelas II Tema 4 BG.pdf (5.0 MB)
Kelas II Tema 4 BS.pdf (41.2 MB)
Kelas II Tema 3 BS.pdf (34.2 MB)
Kelas II Tema 2 BG.pdf (9.6 MB)
Kelas II Tema 1 BS.pdf (49.3 MB)
Kelas II Tema 1 BG.pdf (11.7 MB)
Kelas II Tema 3 BG.pdf (12.9 MB)
Kelas II Tema 2 BS.pdf (51.9 MB)

Jadwal Pelajaran 5 Hari Belajar Kelas 4,5 dan 6 Tahun Pelajaran 2017/2018
Permendikbud 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah adalah jumlah hari dan jam yang digunakan oleh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah, Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

Hari Sekolah digunakan oleh Guru untuk melaksanakan beban kerja Guru. Beban kerja Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
c. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. membimbing dan melatih Peserta Didik; dan
e. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru.

Hari Sekolah digunakan bagi Peserta Didik untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) meliputi aktivitas keagamaan meliputi madrasah diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, baca tulis Al Quran dan kitab suci lainnya.
DOWNLOAD JADWAL PELAJARAN SD LIMA HARI KELAS 1,2 DAN 3
DOWNLOAD JADWAL PELAJARAN SD LIMA HARI KELAS 4,5 DAN 6

Buku Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 Terbaru
Buku kurikulum 2013 edisi revisi untuk kelas V/lima SD ini pada tahun 2017 kembali mengalami revisi dari buku tematik, hingga mapel Matematika, PJOK dan Agama, sejatinya buku ini setiap sekolah wajib membeli dari anggaran dana BOS baca cara pembelian buku K13
Namun buku dalam bentuk softcopy yang kami bagikan ini hanya sekedar contoh, silahkan unduh pada link dibawah.

Pada sebelumnya kami telah bagikan RPP Kurikulum 2013 Kelas 5 Edisi Revisi
Baca juga Buku Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Kurikulum 2013 dirancang untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam ranah
pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya dilaksanakan
dengan memadukan ketiga ranah tersebut melalui pendekatan pembelajaran tematik terpadu.

Untuk mendukung ketercapaian tujuan kurikulum, maka diperlukan buku tematik berbasis
aktivitas yang mendorong peserta didik untuk mencapai standar yang telah ditentukan.
Buku tematik terpadu ini menjabarkan proses pembelajaran yang akan membantu siswa
mencapai setiap kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, menantang,
dan bermakna serta mendorong mereka untuk berpikir kritis berlandaskan kepada nilai-nilai
luhur.
Kelas V Tema 1 BG.pdf (22.3 MB)
Kelas V Tema 1 BS.pdf (54.8 MB)
Kelas V Tema 2 BG.pdf (11.0 MB)
Kelas V Tema 2 BS.pdf (27.9 MB)
Kelas V Tema 3 BS.pdf (24.4 MB)
Kelas V Tema 3 BG.pdf (18.7 MB)
Kelas V Tema 4 BS.pdf (33.5 MB)
Kelas V Tema 4 BG.pdf (9.7 MB)
Kelas V Tema 5 BS.pdf (42.5 MB)
Kelas V Tema 5 BG.pdf (22.3 MB)

Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa
dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat mengembangkan dan memperkaya
pengalaman belajar siswa dengan daya kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang
relevan dan disesuaikan dengan potensi siswa di sekolah masing-masing.
Buku ini adalah merupakan penyempurnaan dari edisi terdahulu. Buku ini bersifat terbuka
dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang.

RPP Kurikulum 2013 revisi kali ini untuk kelas 5 semester dua atau genap, sedikit plus pada semester genap kelas 5 SD ada kegiatan proyek yang termuat pada kurikulum 2013/K13, tentu ini sedikit berbeda dibanding semester ganjil sebelumnya baca RPP Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi Semester satu.

Pada RPP Kelas lima semester 2 ini silahkan unduh pada link dibawah ini.
Tema 6 : Bangga sebagai Bangsa Indonesia
Sub Tema : Indonesiaku, Bangsa yang Kaya,Organ Tubuh Manusia dan Hewan,Cara hidup manusia, hewan dan tumbuhan
RPP-Kelas-5-Tema-6-Subtema-1
RPP-Kelas-5-Tema-6-Subtema-2
RPP-Kelas-5-Tema-6-Subtema-3

Tema : 7. Sejarah Peradaban Indonesia
Subtema: Kegiatan Berbasis Proyek,Wujud Benda dan Cirinya,Peninggalan-peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia,Melestarikan Peninggalan Kerajaan Islam

RPP-Kelas-5-Tema-7-Proyek-Kegiatan-1-6
RPP-Kelas-5-Tema-7-Subtema-1
RPP-Kelas-5-Tema-7-Subtema-2
RPP-Kelas-5-Tema-7-Subtema-3

Tema 8.Ekosistem,
Subtema : Kegiatan Proyek ,Komponen Ekosistem,Memelihara ekosistem
RPP-Kelas-5-Tema-8-Proyek-Kegiatan-1-6
RPP-Kelas-5-Tema-8-Subtema-1
RPP-Kelas-5-Tema-8-Subtema-3

Tema/Subtema/PB :1/Proyek/Keg. 1, Manusia dan Lingkungan,Pelestarian Lingkungan
RPP-Kelas-5-Tema-9-Proyek-Kegiatan-1-6
RPP-Kelas-5-Tema-9-Subtema-1
RPP-Kelas-5-Tema-9-Subtema-2
RPP-Kelas-5-Tema-9-Subtema-3


RPP Kelas 5 SD Kurikulum 2013 Revisi Semester Ganjil

Kelas 5 atau V Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah pada semester satu atau ganjil kami bagikan RPP Gratis Kurikulum 2013 Kelas 5 SD/MI pada link dibawah ini.

Baca juga Buku Kurikulum 2013 Kelas 5 Revisi Tahun 2017
Tema 1 : Benda-Benda di Lingkungan Sekitar
Sub Tema : Wujud Benda dan Cirinya,Perubahan Wujud Benda,Manusia dan Lingkungan
RPP-Kls-5-T-1-ST-1
RPP-Kls-5-T-1-ST-2
RPP-Kls-5-T-1-ST-3

Tema 2 : Peristiwa dalam Kehidupan
Sub Tema :Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan
RPP-Kls-5-Tema-2

Tema 3 :Kerukunan dalam Bermasyarakat
Sub Tema :Hidup Rukun
RPP-Kls-5-Tema-3

Tema 4 :Sehat Itu Penting
Sub Tema :Pentingnya Kesehatan Diri dan Lingkungan
RPP-Kls-5-Tema-4

Tema 5 : Bangga sebagai Bangsa Indonesia
Sub Tema :Indonesiaku, Bangsa yang Kaya
RPP-Kls-5-Tema-5

Untuk semester genap kami sisipkan RPP K13 dengan Kegiatan Proyek nya silahkan klik pada tautan dibawah ini.
RPP Kelas 5 SD/MI Semester Genap Plus Kegiatan Proyek

Kalender Pendidikan 2017/2018 Lengkap Dengan Hari Efektif
Kalender pendidikan Tahun Pelajaran (TP) 2017/2018 ini kami lengkapi dengan rincian hari efektif plus minggu nya, dengan kaldik ini seidaknya bisa menadi acuan rekan guru dalam rencana kegiatan belajar mengajar, seperti contoh pembuatan prota, promes dan lain sebagainya dalam rangka persiapan segala bentuk proses KBM disekolah yang dilakukan oleh guru.
Secara umum Kalender pendidikan tak terkecual tahun pelajaran 2017 dan 2018 ini tak lepas dari acuan seperti berikut ini:
Kegiatan Awal Masuk Sekolah
Libur Resmi Nasional
Penyerahan Buku Lap.Pend (Raport)
Libur awal Puasa
Kegiatan/Ulangan Tengah Semester
Perkiraan Ujian Nasional SMA/SMK/SMP dan US S
Ulangan Akhir Semester/Ulangan Kenaikan Kelas
Libur Semester
Tes Kemampuan Dasar dan Penilaian Mutu Pendidikan/Perkiraan US

Namun banyak hal lain yg juga bisa jadi acuan pada kalender pendidikan 2017/2018 ini seperti kaldik-kaldik sebelumnya.
DOWNLOAD

Aplikasi PPDB Terintegrasi Dengan Formulir Data Siswa Baru Dapodik
Aplikasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) ini terintegrasi langsung dengan formulir data isian dapodik, artinya aplikasi ini secara langsung merupakan isian formulir data yg diinginkan dalam inputan data pokok pendidikan, pada jenjang SD/SLB, SMP, SMA maupun SMK atau bahkan sekolah-sekolah di luar lingkungan kemdikbud misal MI, MTs, MA.

Penerimaan siswa baru merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sekolah, dan tak akan lama lagi kita semua akan kembali melakukan kegiatan PPDB, begitu pun syarat Penerimaan Peserta Didik Baru yang kini beracuan pada Permendikbud no 17 tahun 2017, sedikit kami kutipkan sebagai berikut:

Pasal 4 Persyaratan calon peserta didik baru pada TK adalah:
a. berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun untuk kelompok A; dan b. berusia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk kelompok B.

Pasal 5
(1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD atau bentuk lain yang sederajat:
a. calon peserta didik baru yang berusia 7 (tujuh) tahun wajib diterima sebagai peserta didik; dan
b. calon peserta didik baru berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
(2) Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa/bakat istimewa atau kesiapan belajar dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.
(2) tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru Sekolah
(3) Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud pada ayat .
(4) Ketentuan pada ayat (2) dan ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan batas daya tampungnya berdasarkan ketentuan rombongan belajar dalam Peraturan Menteri.
Pasal 6
Persyaratan calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP atau bentuk lain yang sederajat: a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun; dan b. memiliki ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SD atau bentuk lain yang sederajat;

Pasal 7
(1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMA, SMK, atau bentuk lain yang sederajat:  a. berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun; b. memiliki ijazah/STTB SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan c. memiliki SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat. (2) SMK atau bentuk lain yang sederajat bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian tertentu dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10 (sepuluh).
Selengkap nya baca Panduan Penerimaan Peserta Didik Baru

Cara penggunaan Aplikasi PPDB ini sebagai berikut:
Karena aplikasi PPDB ini dalam bentuk excel pastikan enable kan macro, kemudian lihat panduan berikut ini.

Panduan EkstraKurikuler Kurikulum 2013 Sekolah Dasar
Ekstrakurikuler pada Kurikulum 2013 yang erat kaitannya pula dengan penguatan pendidikan karakater (PPK) adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Lihat konsep Penguatan Pendidikan Karakter 
Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Ekstrakurikuler pilihan merupakan program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masingmasing.

Pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah  Dasar. Sesuai dengan dinamika yang ada, upaya perbaikan panduan ini perlu terus dilakukan. Oleh karena itu saran dari berbagai pihak sangat diharapkan.

Baca juga.
Panduan Penyusunan RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017
Panduan Merumuskan Indikator Kurikulum 2013 Revisi

Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program pendampingan perlu didukung oleh ketersediaan panduan yang secara teknis mampu membimbing dan mengarahkan guru melaksanakan praktik pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013 tersebut. Panduan teknis yang disusun adalah :
1. Kurikulum 2013 Di Sekolah Dasar
2. Panduan Teknis Memahami Buku Guru dan Buku Siswa Sekolah Dasar
3. Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar.
4. Panduan Teknis Pembelajaran dan Penilaian di Sekolah Dasar.
5. Panduan Teknis Penilaian dan Pengisian Rapor di Sekolah Dasar.
6. Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan di Sekolah Dasar
7. Panduan Praktis Orang Tua dalam Mendampingi Peserta Didik.
8. Panduan Teknis Pengembangan Muatan Lokal di Sekolah Dasar.
9. Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar
10. Panduan Teknis Transisi KTSP ke Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar
Selengkapnya DOWNLOAD

Panduan Penyusunan RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017
Panduan penyusunan RPP Kurikulum 2013 revisi tahun 2017 merupakan suatu bentuk perancangan baru rencana pelaksanaan pembelajaran k13 yg di revisi 2017 ini. RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, buku panduan guru, dan referensi lain yang mendukung.  Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau berkelompok (KKG) di sekolah/madrasah yang dapat dikoordinasikan, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah.

Baca juga
Contoh RPP Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017
Cara merumuskan indikator dengan taksonomi bloom

Komponen RPP merujuk pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016, terdiri atas:
a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c. kelas/semester;
d. materi pokok;
e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i.metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD yang akan dicapai;
j. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
k. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m. penilaian hasil pembelajaran.

Catatan:  Komponen RPP tersebut di atas bersifat minimal, artinya setiap satuan pendidikan diberikan peluang untuk menambah komponen lain, selama komponen tersebut memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pembelajaran

Panduan Penerimaan Peserta Didik Baru Permendikbud No 17 Tahun 2017
Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB memiliki pedoman baru dalam Permendikbud no 17 tahun 2017 Menyongsong Tahun Pelajaran Baru 2017/2018 pada Bulan Juli 2017 mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat.

Permendikbud ini bertujuan untuk memberikan acuan dan pedoman bagi Satuan Pendidikan dalam menyelenggarakan proses penerimaan siswa baru agar dilakukan secara objektif, akuntable, transparan, dan tanpa deskriminasi guna meningkatkan akses layanan pendidikan.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat ini akan mengatur hal-hal sebagai berikut:
BAB I Ketentuan Umum
BAB II Tujuan
BAB III Tata Cara PPDB
BAB IV Perpindahan Peserta Didik
BAB V Rombongan Belajar
BAB VI Pelaporan dan Pengawasan
BAB VII Larangan
BAB VIII Sanksi
BAB IX Ketentuan Lain-lain
BAB X Ketentuan Peralihan
BAB XI Ketentuan Penutup

Pasal 4 Persyaratan calon peserta didik baru pada TK adalah:  a. berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun untuk kelompok A; dan b. berusia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk kelompok B.

Pasal 5 (1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD atau bentuk lain yang sederajat:
a. calon peserta didik baru yang berusia 7 (tujuh) tahun wajib diterima sebagai peserta didik; dan
b. calon peserta didik baru berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
(2) Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa/bakat istimewa atau kesiapan belajar dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. (3) Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru Sekolah. (4) Ketentuan pada ayat (2) dan ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan batas daya tampungnya berdasarkan ketentuan rombongan belajar dalam Peraturan Menteri.  

Pasal 6 Persyaratan calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP atau bentuk lain yang sederajat: a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun; dan b. memiliki ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SD atau bentuk lain yang sederajat;

Pasal 7 (1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMA, SMK, atau bentuk lain yang sederajat:  a. berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun; b. memiliki ijazah/STTB SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan c. memiliki SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat. (2) SMK atau bentuk lain yang sederajat bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian tertentu dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10 (sepuluh).

(3) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dikecualikan bagi calon peserta didik yang berasal dari Sekolah di luar negeri.
Pasal 8 Syarat usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4,  Pasal 5 ayat (1), Pasal 6 huruf a, dan Pasal 7 ayat (1) huruf a dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah setempat sesuai dengan domisili calon peserta didik.
Pasal 9 Persyaratan calon peserta didik baru baik warga negara Indonesia atau warga negara asing untuk kelas 7 (tujuh) atau kelas 10 (sepuluh) yang berasal dari Sekolah di luar 

RPP Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 Berikut Contoh dan Perbedaan dari Versi Sebelumnya
Apa yang baru dan menjadi pembeda RPP Kurikulum 2013 Revisi 2016 dengan RPP K13 Revisi tahun 2017? selalu ada yang baru pada kurikulum 2013 sehingga RPP pun memiliki formula baru pada revisi kurikulum 2013 tahun 2017. Sedikit ringkasan untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Kurikulum 2013 di tahun 2017, baca tiga agenda kurikulum 2013 di tahun 2017

Formula RPP Kurikulum 2013 revisi tahun 2017
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat tenaga pendidik harus memunculkan dan menginsert empat macam point yaitu PPK, Literasi, 4C, dan HOTS maka perlu kreatifitas tenaga pendidik untuk meraciknya menjadi RPP yang utuh.
A. Perbaikan atau revisinya antara lain:
1. Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas atau 7 Karakter untuk mapel IPS dari 18 Karakter prioritas.
2. Mengintegrasikan literasi dan menginsert literasi dalam RPP baik sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran.

Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).
keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative); baca contoh program literasi sekolah

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C  (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi Level 3/C4 s/d C6)
Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide. lihat contoh soal HOTS Kurikulum 2013
Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.
Pengintegrasian tersebut antara lain:
a. pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
b. pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
c. pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Baca lebih lengkap Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter
Modul Pendidikan Karakter

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:
1. Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
2. Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
3. Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

Contoh RPP Nya
DOWNLOAD
Unduh juga Pedoman Pembuatan RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017

Aplikasi Cetak Nilai Ijazah 2017 Format Terbaru Sesuai Juknis
Aplikasi olah nilai dan cetak ijazah tahun 2017 ini menjadikan bagian yang cukup penting pada jenjang Sekolah Dasar di tahun pelajaran 2016/2017 yang tak akan lama lagi bagi guru kelas 6 melakukan akumulasi data nilai hingga menjadi hasil keputusan sementara dengan hitungan presentasi 70% dari Nilai Rata-rata Raport dan 30% dari Nilai US.

Perka Balitbang tentang juknis penulisan dan format Ijazah No.018 H EP 2017 secara lebih lengkap bisa di baca disini Juknis Pengisian Ijazah 2016/2017
Rata-rata Rapor yang dimaksud pada huruf f, dan Nilai Ujian Sekolah yang dimaksud pada huruf g, ditulis dengan menggunakan bilangan bulat dalam rentang 0 -100 (tanpa desimal)
Aplikasi Cetak Nilai Ijazah 2017 Format Terbaru Sesuai Juknis
Diisi dengan Nilai Rata-rata Rapor yang diambil dari beberapa semester terakhir, dengan keterangan sebagai berikut: 

Aplikasi Cetak Nilai Ijazah 2017 Format Terbaru Sesuai Juknis
Aplikasi cetak nilai ijazah 2017 ini sudah mengakomodir hal demikian sesuai juknis dan format terbaru
DOWNLOAD

Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Tahun 2017
Pedoman Dupak 2017 ini khusus bagi guru melingkupi aturan dan berbagai persyaratan serta tata cara pengusulan berkaitan dengan Kepmenpan 84/1993 dan yang terbaru Permeneg Pan RB nO 16 tahun 2009. Berkas DUPAK dan bukti fisik tersebut  di atas dilampiri  dengan surat pengantar yang ditandatangani  oleh kepala sekolah dan diusulkan kepada Pejabat  Penetap Angka  Kredit  u.p. Kepala Sekretariat  lim Penilai jabatan Fungsional Guru sesuai dengan  kewenangannya.

Bukti fisik hasil prestasi kerja guru yang dapat dinilai  dan mendapat angka kredit  adalah yang diperoleh pada  saat  periode  penilaian (setelah kenaikan jabatan  terakhir),   kecuali  bukti  fisik pendidikan formal dapat diajukan  pada periode penilaian berikutnya,  sepanjang belum pernah dinilai  pada penilaian sebelumnya.

Pengusulan  kenaikan  pangkat G.Guru Pertama  pangkat Penata Muda golongan ruang III/ a sampai dengan ke G.Guru Madya pangkat  Pembina Tk.l golongan ruang IV/b bagi guru jenjang PAUDdan DIKDAS  di  lingkungan kabupaten/kota dilakukan oleh kepala dinas yang membidangi
pendidikan di kabupaten/kota melalui BKD ditujukan kepada kepala kantor regional BKN untuk mendapatkan pertimbangan teknis.

Pengiriman usul kenaikan pangkat/jabatan dilakukan secara kolektif dengan disertai kelengkapan administrasi, yaitu:
1)  asli penetapan  angka kredit;
2)  fotokopi ijazah terakhir;
3)  fotokopi Karpeg;
4)  fotokopi konver~ NIP
5)  asli atau salinan keputusan pengangkatan dalamjabatan guru sesuai angka kredit terakhir
6)  salinan atau fotokopi keputusan dalam pangkat golongan ruang terakhir dan
7)  asli atau fotokopi S<P/ PPKdalam 2 (dua) tahun terakhir.
f.   Penetapan keputusan kenaikan pangkat dilaksanakan sebagai berikut.

1) Kepala BKN/kepala  kantor regional  BKN akan memberikan pertimbangan  teknis kenaikan pangkat setelah menerima penetapan angka kredit serta kelengkapan berkas bagi guru yang bersangkutan.
2) Tanggal mulai berlakunya kenaikan pangkat adalah tanggal terdekat dengan periode  kenaikan pangkat setelah diterimanya  PAKoleh BKN/kantor  regional BKN.

Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Revisi Kelas 1 dan 4 Semester Dua
Pada semester 2 kurikulum 2013, acuan penilaian pada Permendikbud no 23 tahun 2016, aplikasi raport k13 revisi ini sedikit berbeda pada sebelumnya, terutama dalam penyempurnaan Kompetensi Dasar (KD), pada kelas 4, Matematika dan PJOK terpisah dari unsur tematik.
Lingkup penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan, sedangkan lingkup penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan mencakup aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Penilaian sikap dimaksudkan sebagai penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial.

Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dari penilaian pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap lebih ditujukan untuk membina perilaku dalam rangka pembentukan karakter peserta
didik.
1) Sikap Spiritual
Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati adalah menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2) Sikap Sosial
Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati mencakup perilaku antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.

Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan (KD dari KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan peserta didik yang mencakup dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognisi dalam berbagai tingkatan proses berpikir.

Prosedur penilaian pengetahuan dimulai dari penyusunan perencanaan, pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan, dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil penilaian.
Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dilaporkan dalam bentuk
angka, predikat, dan deskripsi. Angka menggunakan rentang nilai 0 sampai dengan 100. Predikat disajikan dalam huruf A, B, C, dan D. Rentang predikat (interval) ini ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan KKM. baca Aplikasi KKM Kurikulum 2013

Deskripsi dibuat dengan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Teknik penilaian pengetahuan menggunakan tes tertulis, lisan, dan
penugasan.
1) Tes Tertulis
Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis,
antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan,
dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan dengan mengikuti
langkah-langkah berikut.
• Melakukan analisis KD.
• Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
• Menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan mengacu pada kaidah-kaidah
penulisan soal.
• Menyusun pedoman penskoran.
• Melakukan penskoran berdasarkan pedoman penskoran.
2) Tes Lisan
Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan
pendidik secara lisan dan peserta didik merespon pertanyaan
tersebut secara lisan. Tes lisan bertujuan menumbuhkan sikap berani
berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan
pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara
efektif. Langkah-langkah pelaksanaan tes lisan sebagai berikut:
• Melakukan analisis KD.
• Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
• Membuat pertanyaan atau perintah.
• Menyusun pedoman penilaian
• Memberikan tindak lanjut hasil tes lisan
3) Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk
mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh
atau meningkatkan pengetahuan. Tugas dapat dikerjakan secara
individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut
dapat dilakukan di sekolah, di rumah, atau di luar sekolah.

Baca juga
Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Permendikbud no 23 Tahun 2016
Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Semester 1 Kelas 1 dan 4

Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilain kinerja, penilaian proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan menggunakan angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100, predikat, dan deskripsi.
1) Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja (performance assessment) adalah penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam
konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pada penilaian kinerja, penekanannya dapat dilakukan pada proses atau produk. Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut penilaian produk, misalnya poster, puisi, dan kerajinan. Penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut penilaian praktik, misalnya bermain sepak bola, memainkan alat musik, menyanyi, melakukan pengamatan menggunakan mikroskop, menari, bermain peran, dan
membaca puisi.

2)Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan pelaporan.
Pada penilaian proyek ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan,
yaitu:
(a) Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi, mengelola waktu pengumpulan data, dan penulisan laporan yang dilaksanakan secara kelompok.
(b) Relevansi
Kesesuaian tugas proyek dengan muatan pelajaran.
(c) Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karya
sendiri di bawah bimbingan pendidik.
(d) Inovasi dan kreativitas
Proyek yang dilakukan peserta didik mengandung unsur-unsur
kebaruan atau sesuai

3) Penilaian Portofolio
Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian,
penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang
mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun
waktu tertentu. Pada akhir periode portofolio tersebut dinilai oleh
pendidik bersama-sama dengan peserta didik dan selanjutnya
diserahkan kepada pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan
kepada orangtua sebagai bukti autentik perkembangan peserta
didik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan panduan dalam
penggunaan penilaian portofolio di sekolah adalah sebagai berikut:
1. karya asli peserta didik
2. saling percaya antara pendidik dan peserta didik
3. kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik
4. milik bersama antara peserta didik dan pendidik
5. kepuasan pada diri peserta didik
6. kesesuaian dengan kompetensi dalam kurikulum
7. penilaian proses dan hasil
8. penilaian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
9. Bentuk portofolio
a) File folder yang bisa digunakan untuk menyimpan berbagai
hasil karya terkait dengan produk seni (gambar, kerajinan
tangan, dan sebagainya).
b) Album berisi foto, video, audio.
c) Stopmap berisi tugas-tugas imla/dikte dan tulisan (karangan,
catatan) dan sebagainya.

Aplikasi ini dibuat oleh Ibu Nurhayati Mualif, pada semester genap k13 ini beliau punya kesempatan membuat nya,  sumber konten klik Nurhayati Mualif.com

Aplikasi buatan beliau silahkan unduh pada link dibawah ini.
Aplikasi penilaian dan raport kelas 1 semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
Aplikasi penilaian dan raport kelas 4 semester 2 Kurikulum 2013 Revisi

Cara Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013 Lengkap dengan Taksonomi Bloom
Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pada kurikulum 2013 yang di revisi menjadi bagian penting dalam mencapai titik kompetensi dasar dengan apa yang bisa menjadi target bagi guru pada kegiatan belajar mengajarnya, maka diperlukan indikator pencapaian kompetensi, dalam merumuskan indikator tentunya ada kaidah-kaidah yang harus di cermati, berikut kami sedikit berbai info perumusan indikator pada k13 terbaru ini.

Indikator adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD) tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran, (Mulyasa, 2007:139).

Fungsi indikator antara lain sebagai pedoman dalam:
  • mengembangkan materi pembelajaran atau bahan ajar,
  • mendesain kegiatan pembelajaran 
  • merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar 
Ketentuan Perumusan Indikator
  1. Indikator dirumuskan dari KD 
  2. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur
  3. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
  4. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda
  5. Hanya mengandung satu tindakan.
  6. Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi & kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat dan lingkungan/daerah;
Menganalisis tingkat kompetensi yang digunakan pada KD Menganalisis KKO
Menganalisis Indikator berdasarkan tingkat UKRK kompetensi pada KD
Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu:
a)    Ranah proses berfikir (cognitive domain)
b)    Ranah nilai atau sikap (affective domain)
c)    Ranah keterampilan (psychomotor domain)

Muatan Pelajaran: PKn (BG Kelas 1, T 6 ST 1 PB 1 Hal:3)
KD 3.2 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari dirumah
Mengidentifikasi =C1 ( Mengingat ) Taksonomi Bloom
Cara Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013 Lengkap dengan Taksonomi Bloom
Indikator:
3.2.1 Menyebutkan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
3.2.2 Menjelaskan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
3.2.3 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah

Selengkapnya
DOWNLOAD


Soal HOTS Kurikulum 2013 Cara Membuat dan Contohnya
source image antara news
Sebelum menulis soal berfikir tingkat tinggi sebaiknya pendidik mengetahui apa yang dimaksud dengan keterampilan berfikir tingkat tinggi dan karakteristik instrumen untuk mengukur berfikir tingkat tinggi. Mengetahui dari arti kata yang jarang digunakan mungkin sulit tetapi ini bukannya HOTS kecuali melibatkan proses bernalar (seperti mencari arti kata konteks/stimulus).
Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif.

Berfikir tingkat tinggi merupakan kemampuan berfikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite).
Apa yang dimaksud berfikir?
• Menemukan
• Menganalisis
• Mencipta
• Merefleksi
• Beragumen

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) menjadi empat kelompok yaitu pemecahan masalah, membuat keputusan, berfikir kritis dan berfikir kreatif.

Berfikir Kritis adalah berfikir yang memeriksa, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek situasi atau masalah: termasuk di dalamnya mengumpulkan, mengorganisir, mengingat, dan menganalisa informasi. Berfikir kritis termasuk kemampuan membaca dengan pemahaman dan mengidentifikasi materi yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan .

Kemampuan menarik kesimpulan yang benar dari data yang diberikan dan mampu menentukan nketidak-konsistenan dan pertentangan dalam sekelompok data merupakan bagian dari keterampilan berfikir kritis. Dengan kata lain berfikir kritis adalah analitis dan refleksif.

Berfikir kreatif yang sifatnya orisinil dan reflektif . Hasil dari keterampilan
berfikir ini adalah sesuatu yang kompleks. Kegiatan yang dilakukan diantaranya menyatukan ide, menciptakan ide baru, dan menentukan efektifitasnya. Berfikir kreatif meliputi juga kemampuan menarik kesimpulan yang biasanya menelorkan hasil akhir yang baru.
Soal HOTS Kurikulum 2013 Cara Membuat dan Contohnya

Kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk
Pilihan Ganda sebagai berikut:

Materi
a. Soal harus sesuai dengan indikator.
b. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
c. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar.

Konstruksi
a. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
b. Rumusan pokok soal menggunakan stimulus dalam bentuk ilustrasi/ kasus/ peristiwa/ gambar/ tabel/ diagram dan sejenisnya.
c. Pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
d. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
e. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
f. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
g. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan
jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”.
h. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu harus disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau secara kronologis.
i. Gambar, grafik, tabel,diagram, dan sejenisnya yang terdapat padasoal harus jelas dan berfungsi.
j. Soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya atau lainnya.

Bahasa
a. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
b. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat.
c. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang sama yang
bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Contoh-Contoh Soal HOTS Kurikulum 2013 silahkan unduh pada link dibawah ini.
SOAL HOTS K13 KELAS 4 SEMESTER 2
SOAL HOTS K13 KELAS 4 SEMESTER 2 .1

Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M
Aplikasi SisPenA (Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah dan Madrasah.) Aplikasi SisPenA S/M adalah aplikasi penilaian akreditasi yang berbasis web, dimana bisa akses dimana saja, kapan saja dengan syarat terhubung dengan internet.

Aplikasi ini pun tak tidak hanya bisa diakses menggunakan Laptop atau komputer tetapi bisa juga menggunakan handphone ataupun tablet yang resolusinya lebih kecil.
Adapun langkah – langkah untuk mengakses atau menggunakan aplikasi SisPenA S/M yaitu :
Buka url: http://bansm.or.id/sispena di halaman browser.
Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M

Selanjutnya masukkan user dan password yang dimiliki. dan pilih level pengguna yaitu Sekolah
Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M

Ketika pertama kali masuk kedalam halaman login. Sistem akan langsung menampilkan jendela form yang harus diisi oleh sekolah.

Isilah Form tersebut dan ubahlah password. user anda tetaplah NPSN dengan password atau kata sandi yang sudah dirubah untuk bisa mengakses dan masuk kembali kedalam sistem ini nantinya.
Setelah selesai mengisi lengkap Profile Sekolah. Selanjutnya akan akan masuk ke area penilaian evaluasi diri.

Dalam tabel sekolah yang tampil terdapat banyak button atau tombol yang berfungsi untuk memberikan penilaian evaluasi diri sekolah, memasukkan IPDIP sekolah, mengunggah prasyarat akreditasi, photo pendukung serta Kartu Kendali.
Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M
Langkah awal selanjutnya adalah Klik tombol menu untuk memasukkan prasyarat sekolah yang akan di akreditasi.
Akan muncul 6 form isian dokumen yang digunakan untuk memasukkan dokumen berbentuk PDF atau Doc (Dokumen) dengan cara menekan
Aplikasi SisPenA Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah Dari BAN S/M

Keenam dokumen tersebut adalah surat ijin operasional, daftar siswa tiap kelas, data PTK, pernyataan pemberlakuaan kurikulum, Daftar Lulusan 1 tahun terakhir dan data sarana dan prasarana.
Untuk merubah atau mengedit kembali data atau dokumen yang sudah ada, klik lalu cari dokumen yang akan mengganti file atau dokumen yang sudah ada.

Selengkapnya DOWNLOAD

Penerimaan Penggiat Budaya Tahun 2017
Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan membuka kesempatan bagi putra/putri terbaik daerah lulusan S1 semua jurusan dalam rangka mendukung program pelestarian kebudayaan untuk menjadi calon Penggiat Budaya dengan ketentuan sebagai berikut.

A. INFORMASI UMUM
1. Penggiat Budaya adalah orang yang ditugaskan Direktorat Jenderal Kebudayaan di daerah dalam rangka menyampaikan akses informasi kebudayaan, mengonsolidasikan hal-hal yang berkaitan dengan bidang kebudayaan, dan melakukan pencatatan data kebudayaan.
2. Proses seleksi yang dilaksanakan meliputi :
a) Seleksi Administrasi, dilaksanakan bagi semua pelamar yang telah mendaftar pada sistem pendaftaran Penggiat Budaya;
b) Seleksi Pengetahuan Umum substansi kebudayaan dan Psikotes, dilaksanakan bagi semua pelamar yang memenuhi persyaratan sebagaimana tertuang dalam tata cara pendaftaran. Seleksi dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) online; dan
 c) Seleksi Wawancara, dilaksanakan secara online.

3. Untuk mengikuti setiap tahapan dalam seluruh proses penerimaan Penggiat Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, PELAMAR TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN. Pelamar dimohon tidak terpancing oleh tawaran dari oknum/pihak manapun yang mengaku dapat membantu meloloskan untuk dapat diterima sebagai Penggiat Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan

B. PERSYARATAN
1. Bersatus Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Penempatan akan diutamakan sesuai dengan provinsi penugasan yang tertera pada KTP. Bersedia ditempatkan di Kab/Kota pada provinsi penugasan sesuai KTP; 3. Tidak sedang terikat kerja di instansi/perusahaan lain selama masa kerja sebagai Penggiat Budaya;
4. Pendidikan minimal S-1 semua jurusan;
5. IPK minimal 2.75 dari skala 4.00;
6. Usia antara 25 s.d 40 tahun (per 30 April 2017);
7. Memiliki Smartphone yang dilengkapi fitur GPS dan mampu mengoperasionalkan komputer;
8. Memiliki pengalaman berorganisasi di bidang kebudayaan;
9. Memiliki SIM C dan sepeda motor;
10. Menjadi peserta BPJS aktif;
11. Memiliki akun email aktif;
12. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib/POLRI yang masih berlaku;
13. Surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba dari rumah sakit; dan 14. Surat Pernyataan Keaslian Dokumen bermaterai Rp 6.000,00 yang menyatakan bahwa semua dokumen yang dikirimkan benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan.

C. TATA CARA PENDAFTARAN 
1. Melakukan pendaftaran sebagai Penggiat Budaya 2017 pada laman http://penggiatbudaya.kemdikbud.go.id
2. Mengunggah dokumen pada laman di atas dalam format (.jpeg, .jpg, .doc, .docx, .pdf) dengan ukuran maksimal 200 Kb per file, yaitu : Tahap I :
a) Surat Lamaran yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
 b) Daftar Riwayat Hidup
c) Kartu Tanda Penduduk (KTP)
d) Ijazah Terakhir
e) Transkrip Nilai
f) Pas Foto terbaru (ukuran 4x6)

Surat Pernyataan Keabsahan Data  
Tahap II :  a. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) b. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani c. Surat Keterangan Bebas Narkoba d. Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 3. Tata cara unggah dokumen Tahap Kedua akan diumumkan saat Pengumuman Hasil Tes Pengetahuan Umum dan Psikotes pada tanggal 28 April 2017; 4. Peserta yang telah sukses melakukan pendaftaran akan mendapatkan email konfirmasi dari kepegawaian.setditjenbud@kemdikbud.go.id. 5. Pengumuman Hasil Seleksi selanjutnya akan disampaikan melalui laman http://kebudayaan.kemdikbud.go.id.  

D. TUGAS PENGGIAT BUDAYA 
1. Menyampaikan akses informasi Kebudayaan
2. Mengonsolidasikan hal-hal yang berkaitan dengan bidang Kebudayaan
3. Pencatatan data kebudayaan berupa entitas data pokok kebudayaan

E. LOKASI PENEMPATAN Penggiat Budaya 2017 akan ditempatkan di 164 Kabupaten/Kota yang dikonsentrasikan pada daerah 2T (Terluar dan Terdepan).

F. MASA KERJA Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan, terhitung sejak Juni 2017 hingga Desember 2017, dan akan diperpanjang sampai dengan Desember 2018 setelah dilakukan evaluasi kinerja Penggiat Budaya.  

G. JADWAL PELAKSANAAN 1. Pengumuman dan Penerimaan Berkas Tahap I : 10 – 20 April 2017 2. Pengumuman Lolos Seleksi Administrasi : Senin, 24 April 2017 3. Tes Pengetahuan Umum dan Psikotes : Rabu, 26 April 2017 4. Pengumuman Hasil Tes Pengetahuan Umum dan Psikotes : Jum’at, 28 April 2017 5. Penerimaan Berkas Tahap II : 29 April – 5 Mei 2017 6. Seleksi Wawancara : 1 – 9 Mei 2017 7. Pengumuman Kelulusan Akhir : Rabu, 10 Mei 2017 8. Kontrak Kerja dan Pembekalan : 15 Mei – 24 Mei 2017 9. Penempatan Penggiat Budaya ke Lokasi : 2 Juni 2017
SUMBER Lengkap Kunjungi klik Ditjen Kebudayaan Kemdikbud

Petunjuk Teknis/Juknis Pengisian Blangko Ijazah Tahun Pelajaran 2016/2017
Petunjuk teknis pengisian blanko ijazah 2017 atau juknis penulisan ijazah 2016/2017 ini untuk semua jenjang, SD,SDLB, Paket A, SMP, SMPLB, Paket B, serta SMA, SMLB, SMK dan Paket C, Terdapat tiga jenis Ijazah yaitu; Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, Ijazah untuk sekolah yang menggunakan 2013, dan Ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka.

Contoh Kode Blangko
Kode Keterangan
DN-01 Ma/13 0000001 Kurikulum 2013
DN-01 Ma/06 0000001 Kurikulum 2006
DN-01 Ma/SPK 0000001 SPK

Baca juga
Ijazah 2017 didasari pada aturan
Peraturan Mendikbud No. 14 Tahun 2017
Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Lampiran Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017

PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN MUKA
1. BLANGKO IJAZAH SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, dan SPK.
a. Angka 1 diisi dengan nama sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur
b. Angka 2 diisi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional yang menerbitkan Ijazah.
c. Angka 3 diisi dengan nama kabupaten/kota*)
*) coret salah satu yang tidak sesuai
d. Angka 4 diisi dengan nama provinsi.
e. Angka 5 diisi dengan nama siswa pemilik Ijazah menggunakan huruf (KAPITAL). Nama harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
f. Angka 6 diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa pemilik Ijazah. Tempat dan tanggal lahir harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
g. Angka 7 diisi dengan nama orang tua/wali siswa pemilik Ijazah.
h. Angka 8 diisi dengan nomor induk siswa pemilik Ijazah pada sekolah yang bersangkutan seperti tercantum pada buku induk.
i. Angka 9 diisi dengan nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak oleh sistem di Kemendikbud.
j. Angka 10 diisi dengan nomor peserta Ujian Nasional terdiri atas 14 (empat belas) digit sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). 1 (satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 (dua) digit berisi informasi tahun, 2 (dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2 (dua) digit berisi informasi kode Kabupaten/Kota, 3 (tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi. Khusus Untuk Ijazah SD dan SDLB, angka 10 diisi dengan nomor peserta ujian sekolah.

Kami sertai contoh pengisian Ijazah 2017
Ijazah 2017 didasari pada aturan
Peraturan Mendikbud No. 14 Tahun 2017
Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Lampiran Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
DOWNLOAD

Contoh Ijazah Kurikulum 2013 dan KTSP Tahun Pelajaran 2016/2017 dari Kemdikbud
Contoh Ijazah 2016/2017 untuk SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, SPK, Paket A, Paket B, dan Paket C diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Terdapat tiga jenis Ijazah yaitu; Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, Ijazah untuk sekolah yang menggunakan 2013, dan Ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka.

Contoh Kode Blangko
Kode Keterangan
DN-01 Ma/13 0000001 Kurikulum 2013
DN-01 Ma/06 0000001 Kurikulum 2006
DN-01 Ma/SPK 0000001 SPK

Baca Juga
Juknis Penulisan Ijazah 2016/2017
Contoh SHUN Tahun 2017
Aplikasi Cetak Nilai Ijazah 2017

Ijazah 2017 didasari pada aturan
Peraturan Mendikbud No. 14 Tahun 2017
Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Lampiran Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Kami sertai contoh pengisian Ijazah 2017

DOWNLOAD

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Penerus Guru Pembelajar Tahun 2017
Pada tahun 2017, Ditjen GTK mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan/PKB yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (komunitas GTK).

Pemberdayaan komunitas GTK, dalam hal ini Pusat Kegiatan Gugus/Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK)/Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), merupakan salah satu prioritas Ditjen GTK. Oleh karena itu dalam rangka pemberdayaan komunitas GTK, Ditjen GTK melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dalam hal ini Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan

Partisipasi peserta dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini sangat penting karena dapat mengembangkan keterampilan instruksional dan pengetahuan terhadap konten pembelajaran yang bersangkutan. Melalui sumber belajar dalam berbagai bentuk dan referensi yang tersedia di sistem PKB, peserta dapat mengikuti pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan materi pembelajaran yang disajikan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam 3 (tiga) moda, yaitu
(1) Tatap Muka;
(2) Daring Murni (full online learning);
dan (3) Daring Kombinasi (kombinasi daring dan tatap muka (blended learning)

Klasifikasi moda tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Peta kompetensi guru berdasarkan hasil UKG 2. Jumlah guru yang sangat besar  3. Letak geografis dan distribusi guru diseluruh Indonesia
4. Ketersediaan koneksi internet
5. Tingkat literasi guru dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
6. Efisiensi biaya dan fleksibilitas pembelajaran
7. Adanya beberapa unsur mata pelajaran (misalnya pelajaran vokasi) yang sulit untuk disampaikan secara daring.

Persyaratan Peserta pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan mewajibkan peserta untuk menyelesaikan setidaknya 2 (dua) kelompok kompetensi yang nilainya paling rendah dalam satu tahun program berjalan dan atau 2 (dua) modul prioritas yang sudah ditentukan dengan moda yang ditentukan oleh penyelenggara Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada kurun waktu 1 (satu) tahun.

Guru yang akan mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah guru yang:
1. Profil hasil UKG-nya menunjukkan terdapat 3 (tiga) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi yang nilainya di bawah KCM (65). Jika guru tersebut belum melakukan UKG atau telah melakukan UKG namun dengan mata pelajaran/paket keahlian/jenjang yang tidak sesuai, maka guru tersebut diwajibkan untuk melakukan tes awal dengan menggunakan sistem UKG.

2. Terdaftar di dalam Komunitas GTK pada Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

3. Berada di wilayah yang tersedia akses/jaringan internet (khusus untuk peserta yang mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring dan daring kombinasi).
DOWNLOAD

Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Sekolah
Penguatan pendidikan karakter /PPK, perlu  mempergunakan sarana yang sudah ada dan memiliki indikator yang jelas, terukur, dan objektif tentang penguatan pendidikan karakter. Evaluasi  praksis pemanfaatan peraturan sekolah tentang kehadiran dibutuhkan agar  peraturan ini dapat menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik.

Gerakan PPK berfokus pada struktur yang sudah ada dalam sistem pendidikan nasional. Terdapat tiga struktur yang dapat digunakan sebagai wahana, jalur, dan medium untuk memperkuat pendidikan
karakter bangsa, yaitu:
Pertama, Struktur Program, antara lain jenjang dan kelas, ekosistem sekolah, penguatan kapasitas guru;
Kedua, Struktur Kurikulum, antara lain kegiatan pembentukan karakter yang  terintegrasi dalam pembelajaran  (intrakurikuler), kokurikuler,dan  ekstrakurikuler;
Ketiga, Struktur Kegiatan,antara lain berbagai program dan kegiatan yang  mampu mensinergikan empat dimensi pengolahan karakter dari Ki Hadjar Dewantara (olah raga, olah pikir, olah rasa, dan olah hati).

Baca juga Modul Penguatan Pendidikan Karakter

PPK di sekolah. Indikator yang  dimasukkan dalam aspek ini adalah :
  • sinkronisasi PPK dengan tata tertib sekolah/kelas,
  • infusi nilai PPK dalam Kurikulum (intra-,ko-, dan  ekstra-),
  • infusi nilai PPK Dukungan Regulasi (tata tertib),
  • infusi nilai PPK dalam visi misi,
  • infusi nilai PPK dalam program,
  • infusi nilai PPK pada budaya sekolah, dan
  • sosialisasi, koordinasi dan  integrasi program sekolah.
Selain peraturan tentang kedisplinan, sekolah juga perlu mengadakan evaluasi atas  peraturan-peraturan lain, untuk melihat apakah peraturan sekolah yang  ada  telah  mampu membentuk karakter peserta didik atau justru  malah melemahkannya. Upaya  telaah, analisis,  dan   revisi  pada berbagai bentuk aturan ini sangat penting dalam rangka menghadirkan kultur  pembentukan dan  penguatan karakter yang  mendorong peserta didik menjadi pembelajaran otentik,  dimana peserta didik dapat belajar dari  pengalaman yang   mereka  lalui/rasakan  sesuai dengan  tahapan perkembangan masing-masing.

Dalam upaya pelaksanaan PPK berbasis budaya sekolah, sekolah dapat membuat atau  merevisi peraturan dan  tata  tertib  sekolah secara bersama-sama  dengan  melibatkan semua  komponen sekolah  yang terkait.  Dengan demikian, semangat  menegakkan peraturan tersebut semakin besar karena dibangun secara bersama.

Pengembangan Tradisi Sekolah
Satuan pendidikan dapat mengembangkan PPK berbasis budaya sekolah dengan memperkuat tradisi yang  sudah dimiliki oleh  sekolah. Selain mengembangkan yang  sudah baik, satuan pendidikan tetap perlu mengevaluasi dan  merefleksi diri, apakah tradisi yang  diwariskan dalam satuan pendidikan tersebut masih relevan dengan kebutuhan dan kondisi melalui  berbagai kegiatan. Kegiatan ekskul  dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak lain/lembaga yang relevan, seperti PMI, Dinas  Kelautan  dan   Perikanan,  Dinas  Perdagangan, museum, rumah budaya, dan  lain-lain, sesuai dengan kebutuhan dan  kreativitas satuan pendidikan.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget